Pada Akhirnya Ia Yang Pernah Begitu Peduli Akan Pergi, Saat Dia Tak Lagi Dihargai

2 598

Pernah tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang peduli, tapi pedulinya tak dihargai? Pernah tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang peduli seorang diri tanpa dipeduliin kembali? Kamu mungkin tak akan pernah benar-benar tahu dan paham jika kamu tak pernah berada dikondisi itu.

Terkadang kita sering tak bersyukur saat ada orang yang begitu peduli kepada kita. Terkadang kita kurang peka terhadap kepedulian yang sering ditujukan kepada kita. Seringnya kita baru tersadar saat orang yang begitu peduli pada akhirnya pergi hingga kita baru merasa ada yang hilang dan kurang dalam diri.

Saat kepedulian yang biasanya hadir, namun kini tak lagi ada, kita baru sibuk mencari ia yang pernah begitu peduli. Lantas untuk apa lagi mencari jika orang yang pernah begitu peduli memutuskan untuk pergi? Bukankah dahulu kepedulian itu tak pernah kamu hargai?

Baca Rekomendasi :   Jarak Bukan Hanya Sebatas Angka, Karena Akan Selalu Ada Pesan Rindu di Dalamnya

Bersyukurlah saat ada orang yang begitu peduli kepadamu. Sebab bisa saja ia memutuskan pergi ketika merasa pedulinya tak lagi dihargai

Menjadi orang yang peduli itu tidaklah mudah. Terlebih ketika ia harus peduli seorang diri, namun nyatanya bentuk kepeduliannya itu tak pernah terbalasakan. Memang sih tak seharusnya ketika kamu memutuskan untuk peduli, lantas mengharapkan orang itu pun bisa balik peduli kepadamu. Sebab akan menyakitkan jika kamu melakukan sesuatu dan mengharapkan orang lain pun bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan.

Tapi bukankah tak ada salahnya jika kamu yang dipedulikan bisa membalas kepedulian mereka sebagai bentuk menghargai dan berterima kasih karena telah selalu menaruh peduli terhadap dirimu? Sebab jika mereka terlanjur pergi dari hidupmu, mungkin akan sulit bagimu menemukan orang yang begitu peduli kepadamu lagi.

Jadi jangan pernah menganggap orang yang peduli kepadamu itu lebay dan segala macam. Mungkin itulah bentuk atau cara yang bisa ia tunjukkan kepadamu sebagai rasa perhatian terhadap dirimu itu. Bersyukurlah ketika kamu bisa menemukan orang-orang seperti itu!     

Baca Rekomendasi :   Biar Tuhan Saja yang Paham Bagaimana Hatiku Mencintaimu dan Merindukanmu

Jangan pura-pura gak peka atau merasa bodo amat saat ada yang menaruh peduli terhadapmu

Photo via instagram @attarakhafotografi

Sebenarnya kamu itu maunya apa sih? Ada yang jelas-jelas peduli terhadapmu, tapi tak kamu hargai. Sementara ia yang sama sekali tak menaruh perhatian terhadapmu malah kamu harap untuk bisa peduli. Apakah hidupmu memang sebercanda itu?

Please deh! Gak usah bersikap seolah-olah menjadi orang yang gak peka begitu. Atau malah pura-pura bersikap bodo amat. Sebab percayalah, akan ada masa dimana nanti kamu pun akan berada di posisi mereka. Saat mencoba peduli tapi pedulimu tak dihargai. Hidup itu adil kok. Hanya kitanya saja yang terkadang tidak sadar!

Saat ia yang begitu peduli pergi, tak ada gunanya lagi menyesali dan mengharapkannya kembali

Kita sering terlambat sadar saat apa yang ada dihidup kita begitu berarti ketika kita benar-benar merasa ada yang kurang dan merasa kehilangan. Saat itu kita baru sibuk mencari dan menyesali apa yang telah pergi. Padahal dulu saat hal itu dengan mudahnya sudah kita dapatkan, kita seolah menganggap itu tidak penting dan tak menaruh peduli terhadapnya.

Baca Rekomendasi :   Buku Nikah, Meski Tak Setebal Ayat-Ayat Cinta, Tapi Best Seller Sepanjang Masa

Tak ada gunanya menyesali saat ia yang begitu peduli pada akhirnya memutuskan untuk pergi saat merasa pedulinya tak lagi dihargai. Dan tak ada gunanya saat itu telah terjadi, kamu baru merasa menyesal dan mengharapkannya untuk bisa kembali lagi. Semuanya sudah terlambat jika kamu baru menyadari ia berarti saat ia memutuskan untuk pergi dan berhenti untuk peduli kepadamu!

So, sudahkah kamu bersyukur dan menghargai orang-orang yang begitu peduli yang telah hadir di hidupmu?  

Photo via Instagram freedayphoto

Baca Juga : Bosan Dalam Hubungan Itu Manusiawi. Tapi Jangan Jadikan Itu Sebagai Alasan Untuk Pergi

2 Comments
  1. […] Baca Juga : Pada Akhirnya Ia Yang Pernah Begitu Peduli Akan Memilih Pergi, Saat Pedulinya Tak Lagi Dihargai […]

  2. […] Pada akhirnya rasa rindu ini tak lagi sama. Kini, rasa rindu ini telah berubah menjadi benci. Bukan tanpa alasan ia berubah. Sebab orang yang dulu dan selalu ia rindu kini tak lagi menaruh peduli. Kini orang yang selalu ia rindu lebih memilih menghilang dan kembali sesuka hati. Apakah salah jika rasa rindu ini menjadi berubah? Apakah salah jika Pada Akhirnya Ia Yang Pernah Begitu Peduli Akan Memilih Pergi, Saat Pedulinya Tak Lagi Dihargai? […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page