Melepasmu Adalah Hidayah Terindah, Mengikhlaskanmu Karena Memohon Ridho-Nya

HIdayah Terindah
0 80

Umpama senja meninggalkan gelap, menikmati indahmu yang sesaat mendekap langit paham soal harap
Asa dan doa yang terus terucap. Semesta suruh langit tuk beramanah, Lalu dititipkannya warna indah , Agar hadirnya jadi takdir tak terduga. Begitu juga dengan dirinya, Yang minta diikhlaskan Agar kau tak jadi orang ketiga Antara Dia dengan dirinya.

Melepasmu itu hidayah terindah, Mengikhlaskanmu karena memohon ridhoNya. Begitulah dia mencintaimu dengan arah kompasNya Tanpa kata ragu.

Pada Akhirnya Aku Memilih Pergi dan Menjauhi

Semua berjalan sebaik yang aku bayangkan Semula ku kira sulit. Tapi ternyata tak sesulit yang aku takutkan. Sempat terbesit rasa menyesal telah memilih pergi dan menjauh. Namun secepatnya kuenyah pemikiran itu. Semua tidak sia-sia. Ada Allaah.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Kamu yang Menjabarkan Diri Sebagai Masa Lalu

Aku menata kembali hatiku yang berantakan. Menyusun tiap puing-puingnya. Meski tak utuh sempurna namun ia dapat menyatu. Biarlah celah-celah nya seperti alarm dalam hidup. Tuk tak mudah luluh lalu menaruh harapan. Tuk tak mudah goyah lalu dikhianati.

Aku berbenah menjadi kuat. Pribadi yang baru. Penuh cinta tapi sulit dijangkau Seperti mawar yang indah dipandang namun berduri. Kekecewaan mengajariku untuk tak mudah luluh oleh rayuan. Wahai hati yang lemah. Cukup kali ini saja kita menangisi langkah yang keliru. Allaah, bimbing aku.

Pada Akhirnya Aku Meyadari Bahwa Hidup Bukan Sekadar Tangisan Ataupun Candaan.

Rute perjalananku masih panjang. Ibarat kepompong yang akan lama menetas menjadi kupu-kupu. Ibarat kupu-kupu yang tak kunjung pergi meninggalkan kelopak bunga. Aku masih berada pada kantong kecil yang sembunyi dalam jaket. Terkadang aku menyesal perihal luang yang tak terisi. Berkali-kali aku menciptanya. Berkali-kali pula aku menyia-nyiakannya.

Baca Rekomendasi :   Ku Titipkan Surat Untukmu Beserta Kenangan yang Dicampur Rindu Kala Hujan

Jika aku tau visi dan misi hidupku sejak lahir, akan kah aku langsung berproses saat itu juga ? Jika aku tau rencana awal aku hidup, apa kah aku masih mengharapkan rencana lain ? Aku tau bahwa hidup bukan sekadar tangisan ataupun candaan. Aku juga tau bahwa hidup bukanlah pisau yang mesti dimain-mainkan. Lantas, bagaimana aku harus merespon tentang cerita hidup yang sekarang ?

Terkadang letih nian jika dirasa. Tapi percayalah akan ada tangan yang siap merangkul setiap kali kamu merasa lunglai. Percayalah ada Allaah juga yang senantiasa menanti ikhtiar mu dan mendengar doa-doa mu. Bergerak, cukup satu kata itu yang masih membuat diri ini mampu bertahan. Dengan segala problematika dan kebahagiaan yang harus disyukuri. Tersenyumlah, ada Allaah. 🧸

Baca Rekomendasi :   Kini Semua Berbeda, Kamu Berubah dan Kecewaku Makin Membuncah

Artikel ini merupakan kumpulan status dari instgaram @diarihidupkita

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page