Kepada Hati Yang Dirahasiakan, Semoga Allah Menjagamu Dalam Kebaikan

Ya Allah, Jatuh Cintakanlah Aku Pada Jodohku Saja. Agar Hati Ini Terjaga Pada Orang Yang Seharusnya.

Hati yang masih dirahasikan
0 489

Untukmu yang Allah takdirkan bersamaku kelak, saat ini aku tak bisa berbuat banyak untukmu. Aku hanya bisa berdo’a, semoga Allah selalu menuntun dan menjaga aku dan kamu agar selalu di dalam kebaikan dan keberkahan-Nya. Baik-baik disana, walaupun saat ini kita tak bertemu, percayalah, do’aku selalu bertamu untukmu.

Cukuplah Kedua Telapak Tanganku Saja Yang Tahu, Seberapa Sering Ia Kubisikkan Sebuah Nama Yang Senantiasa Kulangitkan Dalam Doa.

Inilah caraku mencintaimu, memang aneh bagimu juga bagiku, di sisi lain aku ingin bersamamu namun tak ingin mendekatimu. Ketahuilah bahwa rasa takutku pada Allah lebih besar daripada rasa ingin memilikimu untuk sekarang. Sebab mendekatimu layaknya menggenggam mawar, harum dicium, elok dipandang, namun menyakitkan jika digenggam.

Cukuplah bagiku saat ini mendo’akan mu dari kejauhan, semoga aku dan engkau di berikan jalan yang terbaik oleh Allah, semoga pintaku sama dengan pintamu, inginkan bersama dalam ikatan halal. Semoga dirimu memahaminya.

Ya Allah, Jatuh Cintakanlah Aku Pada Jodohku Saja. Agar Hati Ini Terjaga Pada Orang Yang Seharusnya.

Semoga Allah jatuh dan cintakan kita pada jodoh kita saja, agar hati ini terjaga pada tempatnya, dan semakin mendekatkan hati kita pada Allah. Belajarlah menggantungkan hati hanya pada Allah, sehingga dalam keadaan apapun, hatimu pun selalu tenang, karena engkau sudah punya Allah, sebesar apapun kegelisahan, setumpuk apapun masalah, sesedih apapun keadaan, hatimu tak kan rapuh karena dihatimu ada Allah.

Baca Rekomendasi :   Melepaskan Adalah Cara Mencintai yang Paling Sempurna

Sampai sekarang, aku masih berdoa yang sama di atas sejadah yang sama. Masih dengan sebuah nama yang sama dan harapan yang masih sama pula. Semoga kelak kita adalah dua insan yang memang ditakdirkan untuk hidup bersama.

****

Melepasmu Adalah Hidayah Terindah, Mengikhlaskanmu Karena Memohon Ridho-Nya.

Umpama senja meninggalkan gelap, menikmati indahmu yang sesaat mendekap langit paham soal harap. Asa dan doa yang terus terucap. Semesta suruh langit tuk beramanah, Lalu dititipkannya warna indah , Agar hadirnya jadi takdir tak terduga. Begitu juga dengan dirinya, Yang minta diikhlaskan Agar kau tak jadi orang ketiga Antara Dia dengan dirinya.

Melepasmu itu hidayah terindah, Mengikhlaskanmu karena memohon ridhoNya. Begitulah dia mencintaimu dengan arah kompasNya Tanpa kata ragu.

Pada Akhirnya Aku Memilih Pergi dan Menjauhi

Semua berjalan sebaik yang aku bayangkan Semula ku kira sulit. Tapi ternyata tak sesulit yang aku takutkan. Sempat terbesit rasa menyesal telah memilih pergi dan menjauh. Namun secepatnya kuenyah pemikiran itu. Semua tidak sia-sia. Ada Allaah.

Baca Rekomendasi :   Doaku Tiap Malam: Membujuk Sang Ilahi Agar Kita Nantinya Bisa Dipersatukan

Aku menata kembali hatiku yang berantakan. Menyusun tiap puing-puingnya. Meski tak utuh sempurna namun ia dapat menyatu. Biarlah celah-celah nya seperti alarm dalam hidup. Tuk tak mudah luluh lalu menaruh harapan. Tuk tak mudah goyah lalu dikhianati.

Aku berbenah menjadi kuat. Pribadi yang baru. Penuh cinta tapi sulit dijangkau Seperti mawar yang indah dipandang namun berduri. Kekecewaan mengajariku untuk tak mudah luluh oleh rayuan. Wahai hati yang lemah. Cukup kali ini saja kita menangisi langkah yang keliru. Allaah, bimbing aku.

Pada Akhirnya Aku Meyadari Bahwa Hidup Bukan Sekadar Tangisan Ataupun Candaan.

Rute perjalananku masih panjang. Ibarat kepompong yang akan lama menetas menjadi kupu-kupu. Ibarat kupu-kupu yang tak kunjung pergi meninggalkan kelopak bunga. Aku masih berada pada kantong kecil yang sembunyi dalam jaket. Terkadang aku menyesal perihal luang yang tak terisi. Berkali-kali aku menciptanya. Berkali-kali pula aku menyia-nyiakannya.

Baca Rekomendasi :   Ketika Guruku Menyuruhku Menggambar Karikatur Rasululloh SAW Yang Kucintai

Jika aku tau visi dan misi hidupku sejak lahir, akan kah aku langsung berproses saat itu juga ? Jika aku tau rencana awal aku hidup, apa kah aku masih mengharapkan rencana lain ? Aku tau bahwa hidup bukan sekadar tangisan ataupun candaan. Aku juga tau bahwa hidup bukanlah pisau yang mesti dimain-mainkan. Lantas, bagaimana aku harus merespon tentang cerita hidup yang sekarang ?

Terkadang letih nian jika dirasa. Tapi percayalah akan ada tangan yang siap merangkul setiap kali kamu merasa lunglai. Percayalah ada Allaah juga yang senantiasa menanti ikhtiar mu dan mendengar doa-doa mu. Bergerak, cukup satu kata itu yang masih membuat diri ini mampu bertahan. Dengan segala problematika dan kebahagiaan yang harus disyukuri. Tersenyumlah, ada Allaah. 🧸

Artikel ini merupakan kumpulan status dari instgaram @diarihidupkita

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page