Pacaran Bertahun-Tahun, Tapi Gak Ada Tanda Mau Menikah. Pikir Ulang Dah!

Pacaran bertahun-tahun

Udah pacaran lama tapi masih sering ribut, kenapa? Dalam suatu hubungan, ribut pasti pernah terjadi dan itu hal yang wajar, apalagi bagi pasangan yang udah menjalin hubungan lama, pasti udah mengalami fase-fase ribut dengan pasangan, bahkan terlatih untuk tahu apa aja yang dia sukai, apa aja yang dia benci, bahkan hal bodoh yang sering dilakukan pasangan sekalipun.

“Kita udah 5 tahun pacaran loh yank, kamu gak paham-paham juga hal apa yang paling aku benci! Kamu sayang gak sih, sama aku?

Di siang yang terik itu, dikejutkan dengan suara ribut Lutfiana dan Ragil. Lutfiana yang sudah menjalin hubungan cukup lama dengan Ragil ngoceh karena Ragil selalu melakukan hal yang dia benci berulang-ulang. Lutfiana benci jika pesannya dibalas singkat, namun pacarnya itu selalu saja melakukan hal itu berulang-ulang, meskipun sudah sering kali Lutfiana marah kalau pesannya dibalas singkat.

Bagi Lutfiana, Ragil adalah sosok yang paling menyebalkan kalau dia lagi kumat, yaitu bales pesannya sangat singkat, bayangkan saja Lutfiana ngirim pesan 4 alenia, sedangkan Ragil cuma bales satu kata, “Ya”, hal itulah yang sering bikin Lutfiana selalu ngoceh gak ada habis-habisnya.

Ekspektasi bahwa pasangan gak membuat kita kecewa, seiring dengan lamanya menjalin hubungan, semakin tinggi, padahal waktu hubungan gak menjamin pasangan bisa mengerti satu sama lain.

Sebuah studi dari psikolog Ken Savitsky, PhD, dari William College mengatakan bahwa semakin dekatnya hubungan seseorang, maka semakin sulit pula menyatukan pola pikir masing-masing. Jadi, jangan heran jika pasangan yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun, bisa ribut hanya karena masalah sepele sekalipun. Seperti misalnya Lutfiana yang menganggap kalau Ragil akan tahu, kalau dia sangat gak suka kalau pesannya dibalas singkat. Sedangkan Ragil berpikir  “Kenapa harus balas panjang-panjang, kalau sepatah dua patah kata aja, bisa menjawab pertanyaannya?”

Punya pemikiran yang sama

Gaes, udah pacaran lama, bukan berarti, dua pasang sejoli juga memiliki pemikiran yang sama ya, bukan berarti pula mengerti karakter satu sama lain. Di lain cerita, Lutfiana dan Ragil sedang mengobrol via telfon, selang 25 setelah mereka mengobrol, Ragil menyuruh Lutfiana untuk tidur “Yank, kamu tidur gih…” namun, bagi Lutfiana, ucapan Ragil itu mengandung makna yang berbeda.

“Kamu nih, ya kalo telfonan sama pacarnya sendiri gak betah, tapi kalo telfonan sama temen-temenmu betah banget, yaudah lah, telfonan sama temen-temenmu aja sana, akau mau tidur!”(tuttt…tuttt…) lain pemikiran dengan Ragil, dia menyuruh Lutfiana tidur karena dia tahu kalau Lutfiana pasti lelah, seharian beraktivitas dan besok harus melakukan aktivitas yang sedemikian full lagi, jadi dia menyuruh Lufiana untuk tidur, biar Lutfiana bisa beristirahat dan besok bisa fresh dan semangat kembali.

Lalu, bagaimana sih solusinya?

Kebanyakan, seorang cewek jika mendengar kalimat yang bikin gak nyaman hatinya, dia langsung emosi dan marah dengan pacarnya. Apalagi, dia sudah menganggap bahwa pacarnyalah yang paling mengerti dirinya. Padahal cewek bisa saja menurunkan emosinya, dengan berkata: “Kenapa yank, kok kamu nyuruh aku tidur? aku kan masih kangen kamu” dengan berkata seperti itu, justru akan terhindar dari argumen yang bisa bikin ribut.

Nah, di atas adalah contoh sebuah kasus, penyebab mengapa sih, udah pacaran lama tapi masih sering ribut. Memang benar, pertengkaran adalah bumbu dalam suatu hubungan, tapi kalau ribut setiap hari, justru itu menandakan bahwa kamu belum siap dalam menjalin sebuah hubungan, gaes!