Tentang Rindu Yang Telah Datang, Kini Menjadi Cerita Yang Telah Usang. Lalu Menghilang Tanpa Bayang.

Rindu yang datang

Aku benci berlari. Mengejarmu yang tak pernah peduli. Aku lelah menanti, menantimu yang tak kunjung menghampiri. Aku mencoba diam, bungkap tanpa pernyataan. Akhirnya, aku kalah dalam durasi rindu yang begitu mencekam.

Aku pernah mengharapkan sebuah sandaran, disaat aku ringkih dan bersedih. Adalah kamu yang tertuju oleh ingatan penuh harapan. Tapi, harapan itu tetap tidak bisa menjadi kenyataan. Aku bagaikan memeluk gunung yang tak bisa mempertemukan kedua tanganku untuk saling menggengam. Suara hatiku tak kan pernah sampai pada lembutnya perasaan hatimu.

Tentang rindu yang telah datang, kini menjadi cerita yang telah usang. Lalu Menghilang Tanpa Bayang.

Rindu memang tak pernah mengerti, pada akhirnya ketakutanku atas kehilanganmu menghancurkan semua kerinduan yang pernah kubangun sepenuh harapan. Aku lupa bahwa semua harapan itu tiada berarti tanpa melibatkan Allah dalam setiap impian terindahku. Merindukanmu lewat mimpi dan angan yang berjarak. Membuatku terpukul tentang arti kesalahan yang fatal.

Aku salah merindukanmu, tak kan ada lagi rindu untuk seseorang yang belum halal bagiku. Sampai tiba saatnya nanti, rindu ini akan tetap kujaga untuk Dia yang memberikanku rasa rindu.

Pada Akhirya Kuasa Tuhan Memang Tak Bisa Di elekkan, Semua yang Bersemi Pada Akhirnya Patah.

Jangan lagi berharap aku lagi ada disana, ditempat yang pernah kamu sebut begitu indah untuk kita berdua. Tempat itu akhirnya menjadi saksi sebuah cerita yang kutuliskan dalam lembaran-lemabaran penuh makna. Yang tertulis begitu rapi, penuh duka dan berbalut luka.

Semua kisah pada masa itu, ingin rasanya kubungkus dengan sangat indah lalu kuletakkan di sebuah wadah. Begitulah yang terlihat olehku saat ini, aku mampu menyimpan kisah sedih tentangmu. Tetapi kucoba untuk tetap tegar bak pahlawan yang tangguh.

Hatiku yang Tulus Bagiakan Air Dalam Gelas Kaca, Terjaga Agar Tak Terlihat Keruh.

Tapi sejak kamu melibatkanku dalam kehidupanmu, kini semua menjai hancur menjadi serpihan luka. Ini perihal luka yang telah kamu cipta, menjadi ingatanku sepanjang masa. Izinkan aku menyampaikan ini, hatiku yang pernah tulus kamu jaga sepenuh jiwa, kini berakhir patah.

Aku tak meminta kepedulianmu denganku, hanya saja kamu harus tahu, bahwa hati yang kamu sakiti ini memepunyai sang pencipta yang juga menciptakanmu. Aku hanya ingin kembali pada jalan-Nya ketika kita pernah menjalani waktu yang penuh dengan catatan dosa, terlihat jelas bentuk ketakutan akan ketetapan-Nya.

Dengarkan aku, patahan hatiku takkan mampu kembali utuh dengan perpisahan ini. Semoga ini adalah yang terbaik untuk kita.

Soal aku dan kamu memang tercipta untuk bersama atau hanya pertemuan sementara. Akhirnya ujung cerita ini menguatkan niatku untuk tetap melepaskanmu. Jangan membuatku terpenjara akan semua janji-janji mansimu, karena tidak ada yang pernah mengingkari sebuah janji melainkan Dia yang ingin kutemui nanti.

Artikel ini merupakan isi buku dari Tentang Rindu yang melangit halaman 1-5. dan hanya di edit sebagian kecil oleh admin.