Aku Ada Untukmu Di Setiap Waktu. Sementara Kamu Datang Padaku Dikala Butuh

Menyebalkan memang ketika kamu pernah berdarah-darah untuk seseorang, sementara ia terhadap kamu hanya datang dikala butuh. Seakan-akan apa yang kamu lakukan itu tak dianggap olehnya. Seakan-akan ia tak pernah menaruh peduli terhadap pengorbananmu. Sakit? Tentu! Ingin berhenti peduli? Tapi sulit.

Ya, begitulah ketika rasa cinta sudah berkumandang. Tak peduli betapa kamu yang tak dihiraukan olehnya. Tak peduli betapa kerasnya kamu yang berjuang sementara dia tidak. Tak peduli betapa seringnya kamu dikecewakan, tapi masih saja memilih untuk berjuang. Ya, berjuang sendirian!

Aku suka salut ketika melihat orang-orang yang dengan gigihnya berjuang untuk sekedar mendapatkan hati orang yang tengah diperjuangkannya. Ya, meskipun pada akhirnya ada yang berhasil luluh setelah perjuangan panjang. Namun, tak sedikit juga yang harus memilih untuk mundur ketika sudah cukup lama berjuang, tapi tahu tak ada sinyal segar akan hal itu.

Persoalan harus berjuang atau tidak itu semua ada padamu. Sebab hanya kamu yang tahu apa yang pantas untuk kamu perjuangkan dan apa yang tidak. Sebab kamu pula lah yang tahu sejauh mana kamu harus berjuang untuk seseorang. Kamu pula lah yang tahu kapan harus berhenti dan menyudahi.

Semoga hatimu dikuatkan. Semoga ia yang tengah kamu perjuangkan, kelak tersadarkan!

Kamu yang selalu ada di setiap waktu. Kamu yang selalu ada dikala ia tengah kesepian. Kamu yang selalu dengan cepatnya membalas pesan darinya. Ya, kamu yang selalu berdarah-darah dan berkorban untuknya! Sementara dia? Dia seakan datang kepadamu dikala sepi. Dia hanya datang kepadamu dikala butuh. Dia yang selalu membalas chatmu dikala sempat dan saat teringat.

Semoga kamu yang tengah berjuang ini selalu dikuatkan hatimu. Kalau pun pada akhirnya hatimu goyah, itu hal yang lumrah. Sebab berjuang sendiri itu memang tidaklah mudah. Dan untuknya, semoga ia yang tengah kamu perjuangkan kelak tersadarkan. Bahwa ada kamu disini yang tengah memperjuangkannya. Bahwa ada kamu disini yang siap berdarah-darah untuknya.  

Teruntuk kamu orang yang tengah diperjuangkan, cobalah untuk peka dengan keadaan

Hey, kamu yang tengah diperjuangkan, pernah tahu bagaimana rasanya berjuang sendirian? Pernah tahu bagaimana sakit dan berdarah-darahnya seseorang untuk berjuang? Cobalah kamu sedikit lebih peka dengan sekitarmu. Cobalah kamu lebih peka dengan orang-orang yang datang dan hadir di hidupmu. Cobalah untuk bisa memahami dan mengerti akan maksut mereka. Jikalau pada akhirnya sulit untukmu memahami, jangan pernah memanfaatkan kebaikan mereka terhadapmu.

Kelak suatu saat kamu pun akan mengerti dan paham. Kelak suatu saat kamu pun bisa saja berada di posisi mereka. Berjuang sendirian itu tidaklah menyenangkan. Tak ada yang lebih menyenangkan dari berjuang bersama-sama. Tak ada yang lebih menyenangkan dari memperjuangkan orang yang juga memperjuangkan kita. Kamu harus ingat bahwa dunia itu adil. Mungkin tidak sekarang. Mungkin nanti, kamu pun bisa saja menjadi dia. Dia yang pernah memperjuangkan seseorang sampai berdarah-darah, Tapi tak balik diperjuangkan.

Jika kamu lelah untuk berjuang, berhentilah. Setidaknya kamu sudah tahu dan mencoba

Tak ada yang sia-sia dari apa yang sudah kamu lakukan. Kalau pun pada akhirnya kamu telah berjuang dan hasilnya tak seperti apa yang kamu harapkan, itu sepenuhnya bukanlah salahmu. Setidaknya kamu sudah mencoba. Setidaknya kamu sudah tahu perjuanganmu berakhir seperti apa. Daripada kamu tak berjuang sama sekali, kamu tak akan pernah tahu hasilnya akan seperti apa.

Berjuanglah jika kamu ingin berjuang. Berhentilah ketika kamu sudah mulai merasa lelah dan merasa harus berhenti. Tak perlu dipaksa dan tak perlu memaksakan apapun. Sebab kamu pun harus paham bahwa tak semua apa yang kamu inginkan harus sesuai harapmu.  

Photo via Instagram photoofyou_

Baca Juga : Hanya Karena Rasa, Seseorang Bisa Berubah Menjadi Berbeda Dari Biasanya