Jatuh Cintalah Setiap Waktu, Biarlah Waktu Mengabadikan Kita Dalam Asin dan Asamnya Hidup yang Telah Menyatu

Jatuh Cinta

Pahamilah, kita tidak akan pernah bisa lepas dari sesuatu. Jikalau kita tak pernah benar-benar ingin melepaskan diri sepenuhnya. Aku hanya ingin kamu menjalani semua ini dengan hal baru. Biarlah semua yang telah berlalu benar-benar tertinggal di masa lalu. Jangan bawa apapun, karena aku juga melakukan hal yang sama. Aku mencintaimu dengan merelakan mati kisah di hari laluku. Aku telah meninggalkannya untuk menjadikan diriku seseorang yang baru untukmu.

Meski tak pernah bisa menghabiskan kenangan pada semesta. Setidaknya, aku tidak menghadirkan hal-hal yang mungkin membangkitkan luka di antara kita. Aku paham. Terkadang memang kita akan didatangi perasaan iba untuk benar-benar melepaskan. Lalu membiarkan hal-hal yang mungkin mengingatkan tetap berada di sekitar kita. Sesuatu yang datang secara tiba-tiba tanpa sadar mendatangkan luka. Itulah mengapa aku ingin kau dan aku belajar melepaskan semuanya.

Tinggalkan apa saja yang mungkin membawa kita pulang ke pada hari-hari lalu itu. Jadilah kisah yang benar-benar hanya ada antara kau dan aku.

Berat memang melalui semua hal baru dengan mengesampingkan masa lalu. Namun, jika kau benar percaya pada apa yang kau cintai hari ini, tak kan ada masalah dengan semua itu. Karena memang, terkadang hal-hal yang mungkin mendatangkan ingatan harus dibuang dan dihabiskan paksa. Untuk apa mempertahankan sesuatu yang bisa mendatangkan luka. Jika kamu benar yakin yang kamu punya hari ini adalah cinta sebenarnya. Satu hal yang harus kamu pahami; aku mungkin tak bisa membawamu kepada hal-hal yang pernah kau punya di masa lalu.

Namun, aku pasti bisa membawakan kisah yang belum pernah kamu punya sebelumnya. Ikutlah denganku, hapuslah semua yang mendatangkan luka. Kita tempuh pertualangan panjang dengan cerita baru. Hanya ada kau dan aku dalam gelap menuju terang dan kebahagiaan. Sampai saat ini kamu saja yang ingin kudekatkan pada hidupku. Tak terpikir untuk menjauh darimu. Kamu akan kubawa menghadapi hari-hari berjalan bersama rencana-rencana dan penuhnya impianku. Kamu akan kukenalkan kepada bagian-bagian dari diriku yang tak pernah kukenalkan kepada orang lain. Bahkan perihal yang tak pernah kuberitahu kepada orangtuaku sendiri.

Kepadamu akan kuceritakan segalanya. Hanya kamu yang kupercayai untuk kujadikan tempat berbagi. Sebab itu, teguhkanlah hatimu kepadaku.

Denganku saja kamu akan meneruskan sisa hidupmu. Aku menginginkanmu memilikiku sepenuh hatimu. Yakinkan dirimu bahwa tak ada satu orangpun yang bisa menggantimu di hatiku. Percayakan kepada dirimu, kamulah yang terbaik untukku.

Aku tidak ingin jatuh cinta lagi kepada perasaan selain kepadamu. Cukup sudah perjalanan panjang yang melelahkan selama ini. Aku ingin berhenti di kamu. Aku ingin kamu hanya mencariku dalam hal apapun itu. Setiap rindu dan kesepian datang akulah orang yang akan menenangkanmu. Juga jika semua hal terjadi kepadaku.

Kamulah penenang segala kecemasanku. Kamu yang akan menguatkan saat lemah menyerang tubuhku. Aku yang akan meyakinkan saat letih mengurai ketabahanmu.

Jatuh cintalah kepadaku setiap waktu. Berikan aku percayamu untuk menjaga hatimu.

Kuyakinkan kamu, akulah seseorang yang selama ini mencarimu. Seseorang yang kamu tunggu menemukanmu. Jangan pergi kemana-mana lagi. Jangan melarikan diri dari kehidupan yang kita pilih. Sebab aku ingin tetap waras mencintaimu. Aku ingin tetap menjadikanmu satu-satunya yang kupuja sepenuh cinta. Abaikanlah segala godaan yang membayangimu dengan banyak hal.

Kita adalah usaha untuk tetap bertahan sepanjang usia. Berdoalah kepada yang maha kuasa, atas kuasanya kita adalah selamanya. Dengan percayaku paling dalam. Aku telah memilihmu. Dan ingin jatuh cinta kepadamu setiap waktu yang kupunya. Ingin menjadikanmu seseorang yang menyatu denganku dalam segala doa dan rencana-recana.

Aku ingin menjadikanmu teman paling bahagia. Kekasih hidup yang berteguh pada setia. Kita adalah janji-janji yang akan selalu kita tepati. Mendekatlah lebih dekat lagi, dekap tubuhku hingga aku lupa cara untuk pergi. Peluk aku dalam keheningan malam. Genggam tanganku dalam gempita ruang. Biarlah waktu mengabadikan kita dalam asin dan asamnya hidup.

Dalam manis dan pahitnya segala jalan yang kita hadapi. Dalam doa dan puja kepada maha kuasa, kau dan aku sebutlah dengan kita sepenuh usia, hingga akhir usia.