Wajib Tahu! 6 Hal-Hal Ini Bisa Membatalkan Puasa

hal hal yang dapat membatalkan puasa

Bulan puasa merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Siapa saja pasti tidak ingin melewatkan bulan puasa ini karena banyak sekali pahala yang bisa kamu raih. Kamu bisa tadarus Al-Quran, bersedekah, melakukan salat tarawih, menjadi guru mengaji di lingkungan rumah, Iā€™tikaf, berjualan makanan di pasar minggu, dan masih banyak kegiatan lainnya. Dengan melakukan berbagai kegiatan positif di bulan puasa, maka kamu bisa mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat-lipat.

Kamu pastinya ingin menjalankan ibadah puasa secara penuh dan maksimal karena ibadah ini hanya terjadi satu tahun sekali. Namun ada saja hal-hal yang membuat puasa tidak full yang menyebabkan puasa kamu menjadi bolong-bolong. Hal ini biasanya dikarenakan kamu melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Dengan begitu kamu harus membayarnya dengan berpuasa di lain hari atau membayar fidyah.

Bagaimana batal yang diperbolehkan dalam Islam?

Seseorang berpuasa bertujuan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wataala. Namun, Islam memberikan keringan untuk mereka yang tidak bisa melanjutkan puasa hingga waktu berbuka. Jika kondisi dan situasi tidak mendukung, maka kamu bisa membatalkan puasa di waktu-waktu tertentu.

Misalnya pingsan karena kelelahan, mendadak muntah karena penyakit tertentu, perempuan yang mendadak haid, saat sedang berada di perjalanan jauh, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, kamu harus membayar puasa tersebut dengan melakukan puasa di hari-hari yang lain sesuai dengan jumlah hari yang harus di qadha.

Apa saja hal-hal yang dapat membatalkan puasa?

Sebagai manusia kita pasti pernah khilaf khususnya dalam urusan beribadah. Pada saat bulan puasa tiba, tak jarang kamu melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Dengan begitu, sangat disayangkan karena kamu bisa kehilangan pahala di bulan ramadhan. Namun jangan khawatir, sewaktu-waktu kamu bisa menggantinya dengan berpuasa di hari-hari biasa atau membayar fidyah.

Agar kamu bisa lebih mengetahui apa saja hal-hal yang dapat membatalkan puasa, simak ulasannya berikut ini.

1. Muntah secara sengaja

Pada suatu waktu, kamu merasakan adanya benda yang mengganjal pada tenggorokan. Lalu kamu berusaha untuk mengeluarkannya dengan cara memuntahkannya dengan sengaja. Hal tersebut ternyata bisa membatalkan puasa.

Mau tidak mau, kamu harus menggantinya seusai ramadhan berakhir. Lain halnya jika kamu muntah karena sakit, hal tersebut tidak membatalkan puasa dan kamu bisa melanjutkannya. Dengan catatan habis muntah tidak boleh minum, ya.

2. Makan dan minum dengan sengaja

Biasanya kebiasaan ini dilakukan sewaktu kamu kecil. Karena tidak kuat menahan haus dan lapar, kamu secara diam-diam mengambil makanan dari kulkas dan memakannya di kamar. Sebenarnya, hal ini juga dialami oleh orang dewasa yang secara sengaja makan dan minum di waktu puasa, entah itu karena tidak kuat menahan lapar atau memang sengaja ingin makan. Jelas, hal ini dapat membuat puasa kamu batal dan harus diganti sewaktu-waktu.

Namun beberapa ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Jika kamu sekedar mencicipi makanan, maka puasa kamu tidak batal karena makanan tidak sampai ke kerongkongan. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa hal tersebut juga bisa membatalkan puasa. Wallahualam.

3. Melakukan hubungan suami istri di siang hari

Bagi kamu yang sudah memiliki pasangan sah, melakukan hubungan suami istri di siang hari bisa membatalkan puasa. Jika kamu ingin melakukan hubungan suami istri, maka lakukanlah di malam hari setelah berbuka puasa.

Untuk membayarnya pun tidak main-main, kamu harus berpuasa selama 60 hari atau dengan membayar fidyah untuk 60 orang fakir miskin. Untuk itu, bisa ditahan dulu, ya?

4. Merokok dengan sengaja

Merokok merupakan salah satu hal yang bisa membatalkan puasa. Merokok sama halnya dengan memasukan makanan ke dalam tenggorokan, sehingga kamu harus mengganti puasa sewaktu-waktu setelah bulan puasa selesai. Kamu diperbolehkan merokok hanya pada saat jam berbuka maupun saat sahur. Oleh karena itu, kamu harus bisa menahan hawa nafsu agar puasa kamu tidak batal.

5. Haid atau menstruasi pada perempuan

Setiap perempuan yang sudah baligh umumnya tidak bisa melaksanakan ibadah puasa secara penuh. Hal ini dikarenakan setiap perempuan mengalami haid atau menstruasi setiap satu bulan sekali. Untuk itu, ketika seorang perempuan mendapati dirinya sedang haid, maka ia harus segera membatalkan puasanya. Hal ini tidak berlaku untuk wanita yang sudah menopause, yang mana sudah tidak lagi mengalami menstruasi.

4. Nifas pada perempuan yang telah melahirkan

Jika kamu baru saja melahirkan, kamu boleh untuk membatalkan puasa. Nifas terjadi pada perempuan yang baru saja melahirkan dan biasanya berlangsung selama dua bulan. Dengan begitu, kamu harus menggantinya sesuai dengan jumlah hari yang harus diqadha selama bulan puasa.

Itulah beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Tetap jaga hawa nafsu agar bisa menuai pahala yang berlipat-lipat. Semoga bermanfaat.