Mereka Terlalu Mudah Mengatakan Lepaskan dan Ikhlaskan Tanpa Mereka Tahu Perjuanganku

Ikhlaskan

Ketika kita berada pada posisi disakiti dan di khianati setelah menjalin hubungan bertahun-tahun pada akhirnya kandas juga. Bahkan ada juga yang harus rela bercerai karena salah satu menghianati dan selingkuh. Kadang kita membutuhkan teman curhat selain tentunya menceritakan semuanya kepada sang Ilahi.

Mereka dengan mudah memberikan masukan dan solusi seolah-olah mereka juga merasakan hal yang sama. Bahkan ada juga dari mereka yang dengan mudah menghakimi dan menyalahkan kita, bukannya malah mendapat solusi tapi akan menambah masalah dengan diri kita sendiri. Jadi sebaiknya, jika ingin curhat sama teman atau pun media sosial, jangan sampai menambah beban dirimu sendiri. Atau mungkin lebih baik di pendam saja dan ceritakan kepada sang ilahi.

Mereka Terlalu Mudah Mengatakan Lepaskan dan Ikhlaskan Saja, Tanpa Mereka Tahu Terkadang Mengikhlaskan Tidak Semudah Melepaskan.

Setelah kamu menjelaskan keadaan yang sedang menimpa kamu dengan sepenuh hati. Kadang tak semua jawaban yang ingin kamu inginkan sesuai dengan harapan. Itu semua sebagai risiko karena telah curhat kepada sesama manusia. Bahkan tak jarang juga mereka menghakimi keadaan kamu dan menyalahkan dirimu.

Sebenarnya salah satu cara yang tepat untuk bisa meninggalkan semuanya adalah dengan cara mengikhlaskan dan melepaskannya. Karena sekuat apapun kamu bertahan, bila sudah tak ada perasaan cinta dan komitmen dari pasangan, pada akhirnya kamu akan tersakiti secara terus menerus. Bukankah tujuan dari bersama kita adalah untuk saling berbagi suka dan duka?

Dahulu Kita Memujanya Bagaikan Bidadari atau Malaikat, Nyatanya Hanya Iblis yang Berparas Bidadari atau Malaikat.

Sebelum semuanya berakhir tragis, bila kita melihat kebelakang sejenak. Sikapnya yang lemah lembut, baik dan selalu penyayang yang membuat kita selalu cinta dan sayang kepadanya. Bahkan tak jarang kita menganggapnya sebagai malaikat penolong yang selalu siap dikala sedih dan bahagia. Atau bak bidadari yang selalu memberikan sayap-sayap yang selalu bisa menenangkan dan membuat nyaman.

Tapi kini tak seindah dulu, seiring berjalannya waktu dan menuanya usia. Perjalanan cinta nyatanya tak selalu berjalan mulus. Pertengkaran kecil menumpuk menjadi ledakan besar, sehingga pada akhinrya sifat-sifat aslinya yang selama ini ditutupi, terkuak sudah. Dia yang bak malaikat sedetik berubah menjadi iblis yang menyeramkan, dia bidadari yang lemah lembut berubah menjadi syaiton yang sangat dzalim.