Bu, Anakmu Ini Sudah Pada Dewasa, Jadi Jangan Terlalu Mengkhawatirkanku Berlebihan

Bu, kami tahu engkau sangat peduli terhadap kami. Kami pun tahu betapa sayangnya engkau kepada kami. Nyinyiranmu, omelanmu dan marahnya engkau terhadap kami, itu semua engkau lakukan karena engkau sayang kepada kami kan bu? Kami tahu engkau tak ingin anakmu ini kenapa-kenapa. Itulah makanya engkau selalu menjaga anak-anakmu ini.

Tapi bu, engkau pun harus ingat, bahwa anak-anakmu ini bukan lagi anak kecil. Kami sudah tumbuh dewasa bu. Kami sudah bisa menjaga diri kami. Kami pun tahu mana yang baik untuk kami lakukan dan mana yang tidak. Jadi engkau jangan terlalu mengkhawatirkan kami.

Kami takut jika engkau terlalu mengkhawatirkan anak-anakmu ini dan terlalu banyak memikirkan hal yang tak seharusnya engkau pikirkan, nantinya malah berdampak pada kesehatanmu bu. Bu, ibu pun harus ingat, bahwa kesehatan ibu pun juga sangat penting. Jadi bu, percayakan saja semuanya pada kami. Sebab kami pun tak ingin mengecewakanmu.

Baca Rekomendasi :   Diam-Diam Memperhatikan, Diam-Diam Mendoakan (Ibu)

Bu, percayalah bahwa kami pun tak ingin mencoreng nama keluarga. Jadi tak perlulah engkau khawatir terhadap apa yang kami lakukan diluar sana

Semakin dewasanya kami, kami pun semakin paham dan mengerti terhadap dampak dari apa-apa yang kami kerjakan dan lakukan. Ibu tak perlu mengkhawatirkan bahwa kami akan terjerumus perbuatan buruk diluar sana. Kami juga selalu ingat akan keluarga dirumah bu. Kami pun tak ingin sampai merusak dan mencoreng nama keluarga akibat perbuatan buruk kami nantinya.

Bu, dengan beranjaknya anakmu ini menjadi dewasa, kami pun bisa memilih teman dan lingkungan kami bergaul. Jadi ibu tak perlu khawatir. Kami pun sadar kok bu, bahwa setiap apa yang kami lakukan juga pastinya dilihat oleh Sang Pencipta dan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Itulah bu kenapa kami pun tak ingin sampai melenceng dari ajaran-Nya. Kami sangat menyayangi ibu. Oleh karena itu kami pun tak ingin membuat ibu sampai kecewa.

Baca Rekomendasi :   Bukan Rumah Mewan, Namun Pangkuan Dan Pelukan Ibu Tempat Terbaik Untuk Pulang

Karena Kesehatan ibu jauh lebih penting. Jadi ibu jangan sampai memikirkan hal yang tidak-tidak!

Bu, engkau harus ingat bahwa umurmu tak lagi muda. Jadi engkau pun tak perlu memporsir dirimu untuk melakukan hal ini dan itu atau memikirkan hal-hal yang tak seharusnya engkau pikirkan. Kesehatanmu jauh lebih berharga bu. Kami tak ingin jika ibu sampai kenapa-kenapa atau bahkan sampai jatuh sakit.

Bu, nikmati saja hari tuamu itu. Sekarang waktunya anak-anakmu ini yang mengambil alih tanggung jawabmu. Jadi, izinkan kami untuk bisa membahagiakanmu. Izinkan anakmu ini untuk bisa membalas jasa-jasamu. Meskipun kami tahu bahwa jasamu tak akan pernah bisa terbalaskan sampai kapan pun. Dan kami pun tahu bahwa membesarkan anak-anak itu hingga ia tumbuh dewasa seperti saat ini pun juga bukanlah perkara yang mudah. Setidaknya kami sedang berusaha semampu kami untuk bisa membahagiakan dan menyenangkan ibu.   

Baca Rekomendasi :   Hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Pengembangan Minat dan Bakat Anak.

Baca Juga : Diam-Diam Memperhatikan, Diam-Diam Mendoakan (Ibu)