Bukan Aku Lelah Menjalani Semua Ini, Tapi Aku Hanya Ingin Menikmati Kesendirianku

Gunung Andong

Bukan aku yang tak pernah berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan cinta dan sayangmu. Nyatanya aku berhasil menaklukkan kamu dan hatimu. Kita pun berakhir pada status pasangan kekasih hingga empat tahun. Tapi sayangnya, pertengkaran selalu menjadi penghalang dalam hubungan kita, atau mungkin kita yang tidak berfikir secara dewasa?

Bila dihitung dengan jari dan standar angka dewasa. Justru umur kita sudah cukup dinyatakan dengan matang. Lantas bagaimana kita yang sudah matang bisa selalu bertengkar seperti anak kecil dan penyelesaiannya juga tak kalah kekanak-kanakan. Atau benar adanya umur hanyalah sebatas angka yang tak bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengukur kedewasaan seseorang.

Bahkan Aku Ingin Tuli Sesat, Saat Kamu Mengeja Namanya Dalam Sumpah Yang Khidmat.

Bila dilihat kebelakang sejenak, hubungan ini mulai kandas sejak kamu mengenalnya dan selalu ada untukmu. Atau mungkin kamu yang terlalu nyaman dengannya dan sudah bosan denganku. Tapi yang pasti saat kamu mengeja nama orang yang akan menjadi kekasihmu itu, aku hanya ingin tuli sesaat supaya aku tak mendengarnya.

Baca Rekomendasi :   Meski Hubungan Kita Tanpa Status, Ku Harap Kita Menjadi Pasangan Halal Kelak

Namun pada kenyataanya, suara tinggi dengan ejaan yang jelas kamu ucapkan dengan khidmat menyadarkanku bahwa memang hubungan ini tak bisa dipertahankan. Dan pada akhirnya mengiklaskan dan move on menjadi jalan terbaik bagi kita.

Sebelum Aku Benar-Benar Bisa Move On, Sebenarnya Masih Ada Setetas Rasa Yang Kusisihkan Untuk Kepulanganmu.

Meski perasaan ini sungguh sakit, tapi sungguh sangat sulit untuk bisa melupakannya dalam waktu dekat. Aku gak tahu juga tentang perasaan kamu yang sekarang, apakah kamu bahagia bersamanya atau hanya pura-pura bahagia? Karena bisa jadi sikapnya setelah kalian menjalai hubungan tak seindah ketika kamu masih menjadi kekasihku. Bukankah sifat manis orang ketiga itu selalu manis ketika belum bisa merebut?

Baca Rekomendasi :   Aku Mencintaimu Dengan Caraku Sendiri, Tak Terbatas Jarak, Hanya Kata Bahkan Janji Belaka

Tapi entah kenapa, aku masih menyisihkan setetas rasa untuk kamu pulang. Aku masih menyediakan bahu tempatmu bersandar meski aku yang dikhianati dan terluka. Namun perihal rasa, masih tersimpan sedikit untukmu sebelum pada akhirnya mungkin akan berubah menjadi biasa saja.