Diantara Jejak Yang Patah, Aku Tak Ingin Kalah. Karena Kelak Kebahagian Mendekat

Jejak yang Patah
0 31

Sebagaimana usaha dan doa yang sudah kau hadirkan bergandengan pada semangat juang. Entah itu tentang memenangkan hati mereka yang terkasih dan penuh selisih untuk tertatih bersama meniti ridho-Nya. Atau mungkin saat ini bergelut dengan skripsi yang berulang kali harus direvisi. Dan sampai-sampai kau pun frustasi lalu dengan tidak sadar kau ucap terserah.

Sudahi gundahmu. Sebab apa yang kau kerjakan jika melibatkan Allah maka akan hadir berkah bukan lelah
Lelahmu??? Aah itu bukan apa-apa. Mungkin hanya rasa pelengkap warna perjuangan. Tinggal bagaimana kau menyikapi. Akan jadi tonggak yang menguatkan atau malah peroboh semangat yang tak lagi kokoh.

Kelak Izinkan Aku Mencintaimu Seumpama Buku-Buku Yang Rela Dipeluk Huruf. Lalu Menitipi Langit Dengan Doa-Doa.

Sekarang kita memilih untuk saling berjauhan. Saling menyibukkan diri agar tak saling mengingat. Tak perlu ada sapaan antara kita, Sebab itu akan melemahkan hati dan memberikan celah pada setan untuk menggoda. Kita tau, Rasa sebelum waktunya itu tidaklah baik. Manis memang, Namun tak sebanding dengan apa yang kita dapatkan di akhirat-Nya kelak.

Baca Rekomendasi :   Bila Belum Bisa Merawat Janji Dalam Akad, Jangan Merayunya Dalam Maksiat

Apa yang akan kita jawab di hadapan-Nya kelak? Di saat kita berani melanggar syariat-syariat-Nya dan mengabaikan perintah-Nya. Untuk itu, Sebelum kita semakin jauh dengan rasa yang salah. Biarkan jarak ini ada di antara kita. Namun kelak, Izinkan aku mencintaimu seumpama buku-buku yang rela di peluk huruf. Lalu, hari ini aku masih disini. Menitipi langit dengan doa-doa. Merayu Allah agar hati satu dan padu memilihmu.

Teruslah Berjuang Disana, Aku Akan Terus Mendoakanmu Agar Senyum Itu Terus Akan Merekah Walaupun Tidak Untukku.

Kali ini, hari itu datang, kau benar benar pergi dengan kata perpisahan yang dikerubungi suara suara sehingga aku hanya bisa melihat ekspresimu yang sangat mengiris hati. Beberapa bulan yang lalu saat kau tersenyum tersipu malu. Saat kau selalu membawa tawa dengan binar yang selalu kurindu, kini kau benar benar pergi.

Baca Rekomendasi :   Aku Masih Disini, Menanti Dirimu yang Menitipkan Rindu Hingga Akhirnya Terluka

Masih kuat di ingatanku saat itu kau pergi sesaat tapi hati sungguh pilu dan air mata tak mampu di rengkuh lagi, kini kau benar benar pergi. Masih kuat di ingatanku, saat aku berada di titik terendah, saat semua orang mematahkan apa yang aku impikan, dengan gagah kau tersenyum seraya berkata yang menguatkanku. Tapi kini? Kau benar benar pergi.

Terimakasih pernah singgah di hidupku dengan bermacam warna serta meninggalkanku dala. iman dan cinta kasih Allah. Teruslah berjuang disana, aku akan terus mendoakanmu agar senyum itu akan terus merekah walaupun tidak untukku.

Sumber Gambar : Instagram.com/masmeya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page