Bila Ingin Melengkapi Separuh Iman dan Agama, Menikahlah Lillaahi Ta’ala

Menikah Lillahi Taala
0 105

Ini tamparan keras untuk diriku dan dirimu. Jangan mengeluh dengan kesendirianmu saat ini. Dekatkan dirimu pada Dia yang Maha Kasih. Sudah berapa banyak undangan yang kamu datangi? Sudah berapa banyak pula doa yang kamu kirimkan padaNya? Terkait jodohmu. Minta kepadaNya. Ceritakan apa yang menjadi keinginanmu. Sekiranya belum dipertemukan, jangan berhenti berharap.

Ada hikmah dibalik penantian yang belum dipertemukan. Allah SWT ingin melihat diriku dan dirimu menjadi pribadi yang lebih dekat kepadaNya. Belajar lebih mencintaiNya. Menjadikan Dia yang selalu dalam hati ini. Tenang saja, Jika jodoh datang di waktu yang tepat, Maka nanti kamu dan aku pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang juga mencintai Allah. Seseorang yang juga senantiasa dekat kepadaNya. Jodoh itu gak jauh dari dirimu. Semua pasti sama sepertimu.

Ini untuk diriku dan dirimu, jika ingin melengkapi separuh agamamu maka jemputlah dengan pernikahan. Siapkan dirimu dengan ketaatan dan kesiapan. Insha Allah, keberkahan pernikahan yang sakinah mawaddah warohmah akan kau dapatkan dan rasakan.

Jangan Bilang Kamu Akan Menjemputnya, Karena Aku Ingin Diperjuangkan Buka Sekadar Ucapan.

Tidak hanya sekali, Namun berkali kali. Pernyataan ini datang silih berganti. Berusaha menjadi yang paling berarti. Dengan segala bentuk alunan kata yang penuh arti. Aku tidak butuh janji. Tarik kembali semua ungkapan itu.

Pernah mengatakan akan menjemputku. Kalimatmu tak ubahnya seperti driver online yang merespon pelanggan untuk menunggu penjemputan. Aku tidak butuh pernyataan. Temui orangtuaku dengan perjuangan. Yakinkan aku di sepertiga malam. Jadikan aku seseorang yang kau ikhtiarkan.

Aku butuh itu. Tak perlu aku menjelasakan semua hal yang harusnya kau lakukan. Siapapun dirimu, jemput aku dengan niat karena Allah. Aku siap menjadi penyempurna agamamu. Jika memang ini bagian dari proses menuju diriku, maka aku akan selalu mendoakanmu padaNya agar dimudahkan segera menemui waliku. Siapapun kamu saat ini, Aku selalu mendoakanmu.

Aku dan Kamu Apakah Tercipta Untuk Bersama Atau Hanya Bertemu Sementara.

Tiada jawaban yang mampu meyakinkan hatiku saat ini atas pertemuan kita kemarin. Pertemuan yang menjadi awal di mulainya sebuah kisah yang tak berujung hingga kini. Jelas saja, saat memperhatikanmu dari kejauhan, aku seraya mendoakanmu dalam balutan niat penuh harapan agar ini tak hanya sekadar khayalan.

Aku tak ingin terjebak dalam kesalahan mengharapkanmu bersamaku. Apakah nanti akan di pertemukan lagi atau tidak, apakah nanti akan bersama atau hanya singgah saja aku pasrah kepadaNya. Ikhtiarku tetap meroket menuju angkasa hingga mencapai langit berharap kamu dan aku adalah dua insan yang memang ditakdirkan saling melengkapi separuh agama ini.

Kamu yang sempat terlihat olehku, ada aku yang dibalik pekatnya malam selalu memintamu padaNya segera dipertemukan kembali dalam ruang yang begitu indah. Izinkan aku mendoakanmu.

Tetaplah Disana, Dan Senantiasa Saling Meminta Kepada-Nya Hingga Saatnya Tiba Takdir yang Menyatukan Kita.

Teruntuk sebuah nama yang selalu terjaga. Ada Allah yang menjadi tempatku mencurahkan segala rasa. Di sini ada aku yang senantiasa memintamu padaNya. Agar kelak di persatukan dalam ridhoNya. Kamu. Tetaplah disana. Kita saling meminta. Aku yang tidak tau bagaimana parasmu, menjadi kesabaranku dalam pertemuan kita nanti. Berharap agar menyatu dalam ikatan yang suci.

Bila nanti saatnya tiba, Takdir mendekatkan kita. Mungkin inilah jawaban atas segala doa doa yang terus mengangkasa. Jaga dirimu disana. Seperti diriku yang menjalani skenario terindahNya saat ini dengan persiapan yakni ketaatan dan kesabaran. Sampai jumpa di sana. Di tempat yang paling indah nantinya. Tunggu saja.

Artikel ini merupakan kumpulan status intagram dari @budysatriaa dan sumber gambar via instagram @nedyasafitrianggraini

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page