Ada Waktunya, Dia Yang Selama Ini Prioritas Akan Berakhir Dengan Saling Melepas

Melepaskanmu
0 19

Diam-diam mengharapkan, mengharapan diam-diam. Kamu menaruh harapan padanya, dia menaruh harapan pada yang lain.

Harapan itu jangan dipaksakan. Sesuatu yang dipaksakan berakhir kekecewaan. Menaruh harapan pada orang lain, lalu orang lain itu menaruh harapan serupa kepada yang lain pula. Bagaimana? Enggak kasian melihat hatimu terluka? Aku sudah pernah menyampaikan bukan, bahwa meingkhlaskan itu jauh lebih elegan. Buat dirimu berbeda.

Biarkan saja yang kamu harapkan tidak mengharapkanmu, karena nantinya yang akan datang kepadamu dan yang menua bersamamu adalah seseorang yang selama ini diam diam mendoakanmu. Namun, kamu tak pernah tahu. Sabar saja. Hadiah penantian pasti berkesan.

Bukankah Mengihklaskan Perpisahan Adalah Cara Terbaik Untuk Melepaskan dan Patah Hati yang Elegan.

Kalau kamu mampu, lakukan ! Jangan dengarkan kata orang di luar sana. Betapa banyak kehidupan ini selalu bergantung atas apa kata orang lain. Kejarlah kebahagiaan dengan versi terbaikmu. Jika memang harus melepaskan, pergilah tanpa rasa dendam. Jika harus menjauh, pergilah tanpa rasa angkuh. Memang sebagian orang hanya mampu memaafkan, namun bukan untuk melupakan.

Baca Rekomendasi :   Bersabarlah, Sepelik Apapun Masalah Yang Datang Akan Berakhir Indah Pada Waktunya

Ciptakan sendiri bagaimana layaknya hatimu diperlakukan, buat apa menangisi perpisahan yang berujung penyesalan. Hatimu jaga baik baik. Karena hatimu tak pantas terluka, Maka ajarkan hatimu untuk bahagia.
Bukan sekadar bahagia, Namun tunjukkan padanya, bahwa kamu begitu kuat. Walau hatimu tak sekeras batu besar, namun kuatnya hatimu karena kamu mampu mengikhlaskan sebuah perpisahan.

Dengarkan kataku, “Jika kamu mampu, lakukan dengan ikhlas. Mengikhlaskan perpisahan adalah bentuk patah hati yang elegan” Kenapa? Karena tidak semua orang mampu menjadi elegan. Maka, jadilah dirimu bagian daripada itu.

Kini Semua Tentangmu Telah Aku Makamkan, Bersama Perihnya Kasih Kutinggalkan Di Pemakaman Itu.

Mengerikan? Coba putar kembali memori yang masih tersusun begitu rapi bagaimana dulunya dirimu lebih ‘mengerikan’ mampu menyakiti rasa yang begitu penuh harap hingga akhirnya pergi tanpa alasan yang tak dimengerti. Perjalanan me-makamkan semua tentangmu, bukanlah hal yang sulit. Tidak seberapa dengan semua rasa yang kini begitu terasa sakit.

Baca Rekomendasi :   Melepaskanmu Aku Sanggup, Ditinggalkanmu Membuatku Merasa Hidup

Semua sudah berlalu, Ini bukan dariku, tetapi mewakili perasaan diluar sana yang bungkam tak mampu menyuarakan rasa kecewa, hingga akupun menyampaikan bahwa membawa semua cerita tentangmu terlihat lebih baik untuk dihantarkan ke pemakaman yang penuh dengan ingatan pahit menyakitkan.

Jangan kembali lagi, Kehidupan kita kini telah berbeda, Aku melihatmu bagaikan arwah yang bergentanyang, bertebaran dimana mana hingga berhasil mendapati korban selanjutnya. Semoga,
Ini menjadi pelajaran berarti buatku. Bahwa berharap kepada manusia akan berakhir kecewa.
Namun, tempat berharap yang paling mulia adalah hanya kepada Dia Sang Maha Cinta.

Bukan kepadamu, SANG PEMBERI LUKA. kepada masa lalu, Semua tentangmu, kini bagiku kau telah mati. Mati dalam hati dan ingatanku.

Baca Rekomendasi :   Bila Orang yang Kau Idamkan Tak Diretsui Oleh Allah, Dia Bukanlah Jodohmu

Artikel ini merupakan kumpulan status intagram dari @budysatriaa dan sumber foto instagram.com/esarhh

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page