Kupinjam Namamu Disepertiga Malamku, Untuk Kuperbincangkan Dengan Robbku

Bolehkah Aku Mengetuk Pintu Rumahmu, Lalu Bertamu dan Bertemu Dengan Orang Tuamu.

Sepertiga Malamku
1 4.518

Bolehkah aku melangitkan namamu? tanpa kau tahu, aku selalu meminjam namamu di sepertiga malamku. Untuk ku perbincangkan dengan Robb-ku. Jika berjodoh denganmu butuh perjuangan, aku rasa ini adalah bagian dari perjuanganku. Kamu adalah seseorang yang senantiasa aku ikhtiarkan.

Karena kamu adalah jodoh yang harus di usahakan.  Meminta padaNya agar dipersatukan adalah bagian dari caraku menjemputmu. aku tak pernah lelah meminta. Tak mengapa bagiku, Jika suatu saat nanti Allah mentakdirkanmu bersama yang lain, setidaknya aku pernah berjuang melangitkan namamu walau tak memenangkanmu. Maafkan aku sebelumnya yang tak pernah izin kepadamu, karena telah lancang diam diam mendoakanmu agar menjadi jodohku.

Karena Doa-Doaku dan Permintaanku Selalu Menujumu, Permintaanku Hanya Ingin Bersanding Dipelaminan Bersamamu.

Bolehkah aku meminta? Meminta langsung kepadaNya. Dia Sang Maha Cinta. Bersanding bersamamu adalah bagian dari doa doaku. Menjadi bagian untuk menyempurnakan separuh agamaku, Melengkapi segala kekuranganku dan membangun perjalanan kehidupan atas dasar cinta sehidup sesyurga. Satu permintaanku padaNya, Aku ingin dipertemukan denganmu, Selanjutnya mengajakmu untuk bersanding bersamaku. Membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Insha Allah.

Jika memang kamu yang terbaik dariNya untukku maka akan aku cintaimu dirimu dengan cara yang dicintaiNya, akan aku sukai dirimu dengan cara yang disukaiNya dan akan aku jemput dirimu dengan cara yang benar sesuai syariat yang telah ditetapkanNya.

Baca Rekomendasi :   Rindu Ini Masih Milikmu, Walau Cerita Kita Tak Seperti Dulu

Bolehkah Aku Mengetuk Pintu Rumahmu, Lalu Bertamu dan Bertemu Dengan Orang Tuamu.

Sedikit kabar dariku untukmu yang jauh disana. Sampai saat ini aku tak mengetahui keberadaanmu. Aku tak mampu melukiskan raut wajahmu. Aku tak tahu senyuman terindahmu. Semua masih rahasia dan dirahasiakan olehNya. Agar aku mampu menahan rindu sebuah pertemuan dari kejauhan.

Bila nanti hatiku telah tergerak menujumu, Siap siap saja, ayah ibumu akan kedatangan orang asing yang menjelma sebagai tamu dirumahmu. Tak perlu heran dengan semua kekuranganku, Karena dengan kekurangan ini aku butuh kamu agar melengkapi hidupku dan hidupmu menjadi pasangan yang utuh.

Tentang kurangku, Aku bukanlah lelaki yang sempurna. Kedatanganku nanti hanya ingin mengutarakan niatku ingin mengajakmu ke syurga bersama dalam sebuah ikatan halal yang penuh berkah. Kalaupun nanti aku tak semenarik yang kau inginkan, Tidak mengapa bagiku, Setidaknya aku telah menyampaikan apa yang selama ini aku tahan begitu erat dalam doa doa yang melekat.

Terimakasih telah membaca kabar dariku, Doakan aku secepatnya menujumu, Menuju rumahmu, menghampiri orangtuamu. Salam dariku untukmu yang entah siapa dan dimana saat ini.

Artikel ini merupakan status dari instgaram.com/budysatria

Baca Rekomendasi :   Dalam Pelukan Senja, Akhirnya Kita Memutuskan Berpisah

***

Dihadapanmu Aku Memalingkan Wajah, Dihadapan-Nya Aku Meminta Hatimu Hingga Pipiku Basah

Cuek, bukan, itulah sayangku padamu, ku harap engkau mengerti, dan ku harap engkau lebih menghargai caraku dalam memperjuangkanmu. Sungguh, memang, aku benar-benar begitu mengharapkan mu, tapi apa daya, Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untuk ku dan untuk mu, dan semoga yang “terbaik” itu adalah kamu, semoga. 😌

Aku mengharapkanmu Tapi Aku Lebih Memilih Mengharapkan Pilihan Terbaik dari Allah

Percayalah, Selain Namamu yang Selalu Kulangitkan. Saat Ini Aku Sedang Berjuang Dalam Perjalanan Menjemputmu.

Hai, Seseorang yang nantinya bertemu denganku. Aku ingin bercerita sedikit saja tentang langkahku yang kini sedang dalam perjalanan menujumu. Perjalanan menjemputmu, Perjalanan menghampirimu, Perjalanan bertemu ayah dan ibumu. Kini aku memang tak tahu malu, Mengharapkan pertemuan denganmu, walau sebenarnya aku tak mengenalmu.

Jangan terkejut melihat diriku nanti, saat diriku berani mengetuk pintu rumahmu. Akan tampak jelas sosok lelaki sederhana, punya lesung pipi dua, berpostur tubuh biasa saja layaknya anak remaja serta kaku mati rasa saat ayahmu melihat ternyata akulah yang sedang bertemu dihadapannya. Cerita pertemuan kita nanti akan semakin indah jika dituliskan.

Yakinlah, kedatanganku nanti berarti aku sudah penuh kesiapan, Yakinlah, kita tidak pernah mengenal. Kita tidak pernah berjumpa. Biarlah keberadaanmu masih menjadi enigma yang terus aku semogakan. Siapapun kamu, Aku sedang di perjalanan. Doakan aku agar segera tiba menujumu dan saling dipertemukan. Jaga dirimu disana.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Dirimu yang Selalu Kudoakan di Keheningan Malam

Aku Yakin Suatu Saat Atas Izin Allah, Kita Akan Dipertemukan dan Disatukan Dengan Pertemuan Yang Indah Terlebih Dahulu.

Dengan menyebut Nama-Nya yang Maha Indah. Entah mengapa, menceritakanmu lewat kata menjadi rangkaian aksara terasa begitu sempurna. Tak henti sampai disana, namamu senantiasa terus meng-Angkasa menuju-Nya dalam ungkapan doa. Doaku sederhana, segera dipertemukan denganmu agar melebur kata ‘aku dan kamu’ menjadi “KITA”. Kesabaranku ingin berjumpa, terus terlatih.

Walau sebenarnya aku pernah merasa ringkih, namun ku yakin doa doa terindah senantiasa kupanjatkan dengan lirih. Untukmu, dengarkan ini. Jika suatu saat nanti, takdir mempertemukan. Aku ingin segera merayakan pertemuan dan kerinduan yang selama ini ku-semogakan dengan pernikahan. Pertemuan terindah dengan seseorang yang menjadi jawaban atas segala doa doa yang senantiasa kupanjatkan.

Aku tak tahu kamu siapa dan dimana, aku hanya ingin segera bertemu karena aku tak sanggup merindu. Aku tak siap terlalu lama menahan kerinduan, semoga kamu dan aku segera dipertemukan. Harapku, kita bersama dalam membangun “Mitsaqon Gholidzo” saat dipertemukan kelak.

1 Comment
  1. […] Boleh aku pinjam namamu, untuk ku sebut di sepertiga malamku, Bisa saja Allah akan mengabulkan Do’a ku agar kita disatukan sebagai jodoh yang di tulisnya. Iya memang saat ini mungkin saja kita masih terlalu asing dan enggan menyapa. Tapi jika Allah mengijinkan semunaya sangat mudah bukan? […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page