Dahulu Aku Memang Menaruh Rasa Terhadapmu. Tapi Maaf, Kini Kamu Bukan Lagi Orang yang Aku Tuju

Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku sadar bahwa kamu memang bukanlah orang yang ditakdirkan untukku. Sebab rasa ini hanyalah rasaku saja. Sementara rasamu terhadapku biasa saja. Dahulu aku memang pernah berharap agar kamu dan aku bisa menjadi kita. Tapi akhirnya aku sadar, bahwa inginku ini tak seharusnya dipaksakan. Aku pun sadar, bahwa tak semua inginku ini harus terwujudkan.

Mungkin kamu pun tahu bagaimana berusahanya aku untuk membuat antara kita bisa berdekatan. Untuk membuat antara kita bisa saling berhubungan. Dan setelah usaha yang aku lakukan tak sesuai yang aku harapkan, akhirnya aku putuskan untuk menyudahkan. Biarlah ini menjadi pengalaman yang mungkin tak akan aku lupakan. Sebab inginku tak semudah itu untuk dipaksakan.

Perlahan aku mulai belajar untuk ikhlas menerima dan melepaskan. Ya, meskipun aku tahu bahwa itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh waktu agar semua bisa menjadi biasa saja. Butuh waktu untuk bisa menerima akan sebuah kenyataan yang tak bisa untuk disatukan. Menyatukan antara aku dan kamu menjadi kita untuk menjalin sebuah hubungan.

Rasaku dulu memang menggebu. Tapi kini, kamu bukan lagi orang yang aku tuju!

Dahulu mungkin aku memang terlalu memaksakan inginku. Aku terlalu ingin agar kamu bisa menjadi milikku. Sampai-sampai aku terlalu menggebu-gebu untuk bisa memilikimu. Aku terlalu yakin bahwa kamu ditakdirkan untukku. Aku terlalu yakin bahwa kamu memiliki perasaan yang sama denganku. Namun setelah aku tahu semua itu, kesakitanlah yang pada akhirnya aku dapati. Sebab kamu nyatanya tak pernah ingin membalas akan rasaku ini.

Terhadap apa yang aku alami ini, aku mulai instropeksi akan diri. Aku mulai berpikir apa yang salah terhadap apa yang aku lakukan ini. Mungkin aku memang terlalu menggebu-gebu terhadapmu. Mungkin aku terlalu ingin kamu menjadi milikku. Aku tahu bahwa tak baik untuk memaksakan ini sesuai inginku. Dan kini ku pastikan, bahwa kamu bukan lagi orang yang aku tuju.

Aku tak ingin lagi untuk memaksakan inginku ini. Aku pun juga tak lagi berharap agar rasaku ini bisa terbalaskan. Sebab saat ini aku mulai sadar dan mencoba untuk bisa melepaskan. Melepaskan kamu yang tak akan bisa aku miliki. Membiarkan rasa ini bisa memudar secara perlahan. Meskipun terlihat sulit untuk menerima dan melepaskan, percayalah, bahwa aku pasti bisa untuk melakukan.

Kelak ketika nanti aku kembali dipertemukan dengan seseorang yang berhasil membuatku jatuh hati, aku tak lagi ingin memaksakan keadaan. Aku pun tak ingin memaksakan agar dia bisa membalas rasaku. Aku lebih memilih menerima rencana semesta untukku. Sebab aku yakin ketika semua ku serahkan kepada-Nya, tak ada rasa sakit yang akan aku dapati. Tak ada kekecewaan yang akan menghampiri. Karena semesta pasti punya rencana yang lebih baik lagi.  

Photo via instagram velikiphoto