Hanya Kepada Semesta Tempat Bercerita yang Tak Akan Pernah Mengecewakan

“Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia”

– Ali bin Abi Thalib –

Manusia memang paling mampu mematahkan dan membuat kekecewaan. Sementara semesta, tak akan pernah membuat hambanya sedikitpun kecewa. Ia memang tak terlihat, tapi ia akan selalu ada untuk kita. Saat yang lain hanya sekedar mendengarkan atau hanya ingin tahu akan ceritamu, bercerita kepada semesta akan membuatmu merasa lebih lega. Ada ketenangan dan hati yang plong saat kamu bercerita kepada-Nya.

Saat sedang dilanda akan masalah, kita selalu mencari tempat untuk bercerita atau sekedar untuk menghilangkan sedikit beban di hati. Entah itu menjadikan teman, sahabat, ataupun keluarga sebagai tempat untuk bercerita. Tapi nyatanya terkadang tak semua orang mau mendengarkan. Dan tak semua orang punya waktu saat kamu butuhkan. Sebagian hanya ingin tahu, bukan karena mereka benar-benar peduli. Tapi hanya ingin tahu akan penderitaanmu. Belum lagi perkataan yang seakan menghakimi dirimu.

Tidak semua hal harus diceritakan. Dan tak semua orang pun nyatanya bersedia untuk mendengarkan

Memang lah benar bahwa tempat bercerita paling baik adalah kepada semesta. Saat kamu melantunkan doa dan cerita-ceritamu akan terdengar sampai ke langit. Kepada semesta kamu tak butuh waktu saat hendak bercerita. Kamu bisa bercerita kapanpun kepada-Nya. Sebab ia akan selalu bersedia mendengarkan. Sebab bercerita kepada-Nya akan membuatmu menjadi menenangkan.

Mungkin akan menjadi berbeda saat kamu menjadikan manusia sebagai tempat bercerita. Bukannya ketenangan hati yang akan kamu dapatkan, melainkan kepahitan yang akan kamu rasakan. Sebab mereka yang kamu harapkan tak pernah benar-benar bersedia untuk mendengarkan.

Berhentilah menjadikan seorang hamba sebagai tempat untuk berkeluh kesah dan bercerita. Sebab tempat bercerita yang tak akan pernah mengecewakan hanyalah kepada-Nya. Dan berhentilah untuk menceritakan semua hal. Sebab tak semua hal itu harus diceritakan kepada hamba-Nya.

Karena terkadang tak semua orang nyatanya bersedia untuk mendengarkan. Jadi berhenti untuk memaksakan keadaan. Lebih baik menjadikan semesta sebagai tempat berkeluh kesah dan bercerita. Sebab hanya ia lah sebaik-baik tempat bercerita yang tak akan pernah mengecewakan seorang hamba.