Rindu Itu Kini Telah Berubah Menjadi Benci. Jadi Jangan Datang Lagi Menghampiri

Pada akhirnya rasa rindu ini tak lagi sama. Kini, rasa rindu ini telah berubah menjadi benci. Bukan tanpa alasan ia berubah. Sebab orang yang dulu dan selalu ia rindu kini tak lagi menaruh peduli. Kini orang yang selalu ia rindu lebih memilih menghilang dan kembali sesuka hati. Apakah salah jika rasa rindu ini menjadi berubah? Apakah salah jika Pada Akhirnya Ia Yang Pernah Begitu Peduli Akan Memilih Pergi, Saat Pedulinya Tak Lagi Dihargai?

Bukan inginku menjadikan rasa rindu ini kini berubah menjadi benci. Tapi sikapmu terhadapku lah yang membuatnya menjadi begini. Aku sudah berusaha dan mencoba untuk tetap bertahan dengan sikapmu ini. Tapi aku hanyalah manusia biasa yang pada akhirnya lebih memilih perlahan pergi dari dirimu kini.

Aku tak lagi ingin merindukanmu. Jadi tolong, jangan datang lagi kepadaku

Saat aku sudah memutuskan untuk tak lagi peduli, itu berarti aku memang benar-benar berhenti untuk peduli. Saat aku memutuskan untuk tak lagi merindu terhadap dirimu, itu berarti aku memang benar-benar tak ingin untuk merindu lagi. Sesimpel dan semudah itu katamu aku melakukannya? Kamu salah! Sebab aku sudah berusaha bertahan semampuku. Namun pada akhirnya aku pula lah yang tak lagi mampu. Tak mampu untuk bertahan melihat sikapmu itu.

Jika ini lah yang pada akhirnya membuat rasa rindu itu berubah menjadi benci, aku minta maaf. Sebab perasaan ini datang dan muncul begitu saja. Mungkin karena engkau yang suka datang dan pergi seenak hati. Mungkin karena engkau yang menghampiri hanya ketika engkau ingin menghampiri. Selain itu, engkau menghilang sesuka hati.

Tenang saja, rasa benci ku ini mungkin hanya sesaat. Kau tak perlu mengkhawatirkannya

Kau tak perlu khawatir jika aku kini membencimu dan tak lagi ingin merindu terhadapmu. Sebab, cepat atau lambat rasa benci ini pun perlahan akan memudar dan pada akhirnya akan menghilang. Mungkin perasaan benci ini adalah bentuk luapan dari kekesalanku terhadapmu. Terhadap sikapmu itu.

Rasa benci ku kini terhadapmu tak menutup kemungkinan kita untuk bertemu nanti. Iya, tapi nanti. Ketika rasa benci ku ini sudah perlahan mulai memudar, dan aku pun mau untuk bertemu denganmu. Tapi yang pasti jikalau pertemuan itu terjadi, tentu kondisinya tak lagi sama seperti dulu. Sebab aku mungkin masih mengingat akan hal itu. Aku bukanlah tipikal orang yang pendendam terhadap seseorang, aku bisa saja memaafkan kesalahan. Tapi yang pasti akan sulit untukku melupakan. Karena dengan begitulah mungkin aku bisa dan harus lebih berhati-hati lagi untuk kedepan.

Teruntuk kau yang suka sekali datang dan pergi, mungkin orang yang dulu selalu merindukanmu kini tak akan lagi engkau dapati

Mulai merasa kehilangan saat dia tak lagi benar-benar ada di sisi. Saat dia kini memutuskan untuk benar-benar pergi. Saat rindunya kini telah berubah menjadi benci. Lantas apa gunanya engkau menyesali? Sementara dahulu engkau seakan tak menaruh peduli. Kini engkau mengharapkannya untuk kembali? Percuma. Sebab kini dia telah memutuskan untuk pergi. Tak ada gunanya untuk menyesali lagi. Dan ia yang dulu selalu merindukanmu, kini tak akan lagi engkau dapati.

Baca Juga : Biarkan Dia yang Sudah Pergi. Tak Perlu Mengharapkannya Untuk Bisa Kembali Ke Sisimu Saat Ini