Sebaik-Baiknya Cinta Adalah Yang Mampu Membuatmu Lebih Dekat Kepada Sang Pencipta

Sebaik-baikya cinta

Hai, apa kabar hatimu? Apakah dia sedang merasakan jatuh cinta? Semoga cinta itu mampu mendekatkanmu kepada Sang Pencipta. Yang apabila jatuh cinta kepada seorang hamba, kau menggantungkan harap hanya kepada Allah semata. Dan apabila patah hatinya, kau duduk bersimpuh bersama derai air mata yang jatuh.

Di mana, kala itu kau merasa begitu dekat dengan Sang Pencipta. Sedekat kening dengan sejadah sujudmu. Menceritakan rindu, serta rasa yang hanya bisa terdiam membisu. Ketahuilah, bahwa sebaik-baiknya cinta, adalah yang mampu membuatmu lebih dekat dengan Sang Pencipta. 🙂

Kemaren Kita Pernah Sedekat Jantung dan Hati. Hari Ini Kita Sejauh Langit dan Bumi, Karena Semesta Memang Tak Mendukung Kisah Kita.

Maaf, karena aku pernah berusaha membuatmu bahagia. Maaf, karena aku pernah berusaha membuatmu tersenyum. Maaf, aku selalu memikirkanmu sebelum tidur. Hingga, harapan kubangun setinggi gunung, dan seluas langit, namun akhirnya dijatuhkan sedalam laut penyesalan. Memang begitulah realita. Berharap pada manusia, seringkali terluka. Berharap sesuatu kepada seorang insan, seringkali berujung kekecewaan.

Maka, biarlah kulepaskan dirimu. Dan berharap kepada Sang Pencipta agar kelak kaulah yang dipilihkan-Nya. Menjaga jarak, bukan berarti membencimu. Hanya saja, aku menjaga diri dari perihnya patah hati. Meski kini kita berjauhan, namun doa selalu bisa mendekatkan.

Ya Allah, Jika Dia Memang Jodohku Jagalah Hatinya Selalu. Jangan Biarkan Dia Menjadi Milik Orang Lain.

Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala isi hati. Engkau pasti tahu apa yang sedang terbenak di pikirku, serta tersimpan dalam hatiku. Tentang dia, seorang hamba-Mu yang benar-benar istimewa, hingga di hadapanmu aku selalu menyebut namanya.

Wahai Dzat yang Maha Menghendaki segala sesuatu. Jika memang ia jodohku, jagalah hatinya selalu, jangan biarkan ia menjadi milik orang lain. Namun, jika bukan ia jodohku, damaikan serta ikhlaskanlah hatiku dengan segala ketentuan-Mu. Karena sungguh, apa yang Kau pilihkan, lebih indah dari apa yang kuinginkan. Aamiin 🙂

Jangan Berharap Pada Manusia Nanti Hatimu Patah dan Hancur Berkeping-Keping. Berharaplah Kepada Allah Sang Maha Cinta, Agar Hatimu Baik-Baik Saja.

Seandainya kamu menanam pohon di lahan milik orang lain, kemudian kamu menjaga dan menumbuhkannya hingga setinggi mungkin. Siapkanlah hati yang luas untuk menerima kekecewaan, sebab pada akhirnya pohon itu akan ditumbangkan dengan kejam. Tentu saja, karena pada awalnya pohon itu ditumbuhkan di tempat yang salah.

Nah, harapan juga seperti itu. Kalau harapan ditumbuhkan di tempat yang salah, maka akan ada hati yang patah, ketika hati malah berharap pada manusia. Karena sungguh, berharap pada manusia seringkali terluka. Maka, jangan berharap pada manusia, nanti hatimu patah dan hancur berkeping-keping. Berharaplah pada Allah Sang Maha Cinta, agar hatimu baik-baik saja.

Jika Tidak Seorang Pun Yang Bisa Memahamimu, Cobalah Bersujud Karena Allah Lebih Mengetahui Apa Yang Kamu Rasakan.

Pernah merasa sangat lelah dengan hidup, tapi tiada seorang pun yang mampu memahami? Percayalah, Allah lebih tahu apa yang kamu rasakan. Dia selalu bersedia mendengarkan segala keluh kesahmu. Bahkan saat kamu tak mampu menjelaskan segalanya, Allah memahami segalanya. Bersujudlah, dan ceritakan segala keluh kesahmu kepada-Nya. Semoga Allah akan memberikanmu jalan terbaik, dari masalah yang sedang kamu hadapi. Aamiin.