Jodoh Itu Bukan Soal Siapa yang Lebih Dulu Mengungkapkan Rasa. Melainkan Doa Siapa yang Lebih Kuat Kepada-Nya

Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengungkapkan rasa. Ada yang lebih memilih diam namun mendoakan. Ada yang memilih untuk mengungkapkan rasa duluan. Mengungkapkan kepada dia yang sangat di dambakan. Ya, tentunya setiap orang pun punya alasan tersendiri terhadap cara yang ia lakukan dalam mengungkapkan perasaan.

Tapi bagaimana pun kamu mengejar-ngejarnya dan memilih untuk mengungkapkan rasa terlebih dahulu dengan maksud agar tidak keduluan orang lain, pada akhirnya jika Allah berkata dia bukan jodohmu dia juga tidak akan menjadi milikmu. Meskipun sudah sekian lama kamu dekat dan bersamanya.

Menjadi orang yang lebih dulu mengungkapkan rasa kepada seseorang tak menjamin pada akhirnya dia akan menjadi jodohmu. Sebab Allah lebih mengetahui akan perihal itu

Tak ada yang lebih mengetahui perihal jodoh selain semesta. Hanya ia lah yang mengetahui kapan kamu akan dipertemukan dengan jodohmu dan sosok seperti apa yang akan menjadi jodohmu kelak. Itulah kenapa membuatmu menjadi orang yang lebih dulu mengungkapkan rasa kepada seseorang juga tak menjamin pada akhirnya dia akan menjadi jodohmu. Sebab Allah lebih mengetahui akan perihal itu.

Ada banyak sekali orang-orang yang dekat dan bersama dengan cukup lama pada akhirnya berpisah. Sebab mungkin itu adalah petunjuk dari semesta bahwa orang yang selama ini bersamanya bukanlah orang yang tepat. Bukanlah jodoh yang telah semesta persiapkan untuk dirinya. Tentunya semesta punya cara tersendiri untuk mendekatkan dan menjauhkan seseorang terhadap siapa yang ia pilih.

Mereka yang memilih lebih dulu mengungkapkan rasa akan kalah dengan mereka yang memilih untuk mendoakan saja

Saat ini mungkin kamu memang menang karena menjadi orang yang lebih dulu mengungkapkan rasa kepadanya. Dan mungkin kamu pun akan menjadi senang, saat tahu ternyata ia pun menerima rasamu. Namun jangan terlampau senang, sebab ia yang menerima rasamu saat ini juga bukan berarti membuat ia kelak menjadi jodohmu. Tapi mungkin akan berbeda dan menyakitkan saat tahu bahwa rasamu nyatanya tak bisa ia balaskan. Lantas kegalauan dan kekecewaan lah yang pada akhirnya kamu rasakan. Sebab kamu lebih dulu memilih untuk mengambil hati hamba-Nya dibandingkan mengambil hati pencipta-Nya.

Sementara mereka yang memilih untuk diam-diam mendoakan dan lebih memilih menguatkan doa kepada Rabb-Nya tentunya tak akan merasakan kekecewaan. Sebab ia lebih dulu mengejar dan meminta kepada si pemilik hati. Ia lebih memilih untuk mengambil dahulu hati pencipta-Nya sebelum akhirnya hati hamba-Nya ia dapati. Dan jikalau pada akhirnya orang yang diam-diam ia doakan tak ia dapati, ia pun percaya dan yakin bahwa ada seseorang lain yang pasti akan Allah ganti.  

Jadi teruntuk kamu yang sedang jatuh hati, lebih memilih untuk mengungkapkan rasa di hati, atau memilih untuk memendam dan menyampaikan kepada si pemilik hati?

Baca Juga : Saat Hatimu Terpikat Akan Seseorang, Sampaikanlah Kepada Sang Pemilik Hati Terlebih Dahulu