Istri Bukan Pembantu Tapi Pendamping Hidupmu. Maka Perlakukan Dengan Sebaik-Baiknya

  • Bagikan
Istri bukan pembantu
Istri bukan pembantu

Bagi kamu laki-laki yang sudah menikah, ingatlah bahwa kamu sudah mempunyai tanggungjawab yang lebih ketika kamu sudah mengucapkan akad. Dia istrimu yang sekarang menjadi tanggungjawabmu dunia dan akhirat. Dia yang telah dikaruniakan Allah untuk menjadi penmaping hidupmu hingga maut memisahkan.

Jadi kamu harus memperlakukannya sebagai istri dan orang yang kamu sayang. Bukan sebagai pembantu yang harus melayani semua kebutuhanmu, jika kamu memang niatnya hanya untuk dilayani maka carilah pembantu bukan istri. ingat, istrimu dibesarkan dengan kasih sayang kedua orang tuanya rela meninggalkannya demi kamu. Orang yang dia sebut sebagai suami dan harus berbakti padamu hingga ajal memisahkan.

Hargailah Dia Layaknya Penyempurnamu, Bukan Sebagai Pembantu yang Seakan Hanya Bertugas Melayanimu.

Aku pernah mendengar sebuah cerita yang sangat memilukan tentang seorang istri atau mungkin kamu juga pernah melihatnya secara langsung di pusat perbelanjaan. Dimana sang istri membawa barang di tangakn kanan, menggendong anak dan menggiring anak ditanga kiri. Sedangkan suami asyik berjalan di depan tanpa mau membantu istrinya. Itu di depan umum, bagaimana jika di rumah sendiri.

Baca Rekomendasi :   Jika Dia Jodohku, Jaga Dalam Kebaikan dan Pertemukan Kami di Waktu Yang Tepat

Sebagai suami sudah seharusnya kamu membantu pekerjaannya, mulai dari pekerjaan rumah hingga mengurus anak bersama. Karena anak itu adalah anak kalian berdua, jangan jadikan istrimu hanya sebagai pelayan saja yang melayani setiap kebutuhanmu. Bukankah kamu harusnya menyayanginya?

Hormati Ia Sebagaimana Kamu Menghormati Ibumu, Karena Dia Juga Ibu Dari Anak-anakmu.

Sebagai seorang lelaki setelah dewasa memang sudah seharusnya membahagiakan kedua orang tuanya khususnya ibu. Biasanya kami kaum lelaki sangat menghargai dan menyayangi ibu dibandingkan dengan ayah. Maka begitu juga dengan istrmu bro. Kamu harus menghormati dan menyayanginya setulus hati sama seperti kamu menyayangi ibumu.

Kita memang anak dari ibu kita sampai kapan pun itu tak bisa dipisahkan karena dia yang melahirkan dan menyusui kita. Tapi ingat juga bro, bahwa istrimu adalah ibu dari anak-anakmu, jadi sudah sepantasnya kamu memperlakukannya dengan baik dan memanjakannya. Jangan menyakitinya dan membuatnya tersiksa, jika memang tak mampu membahagiakannya jangan pula menyiksannya dengan perbuatan dan perkataan kasarmu itu.

Baca Rekomendasi :   Pertahankan yang Baik, Karena yang Menarik Belum Tentu yang Terbaik

Jika Tidak Bisa Membuatnya Bahagia, Setidaknya Jangan Membutanya Menangis dan Bersedih.

Iya memang diakui tidak semua lelaki bisa membahagiakan istrinya karena keadaan ekonomi misalnya. Dia tak bisa memenuhi semua kebutuhan istrinya dengan baik meski sudah berusaha dengan maksimal. Hanya saja takdir dan rezeki yang melimpah belum saja berpihak, meski demikan besyukurlah atas hidupmu yang sekarang.

Jika kamu belum bisa membuatnya jangan pula kamu membuatnya menangis dan bersedih dengan tingkah laku dan perbuatanmu. Dan jika kamu juga belum bisa memujinya dengan romantis karena memang lelaki romantis atau tak bisa memberikan lawakan yang lucu karena memang kamu bukan type yang humoris. Setidaknya jangan pula mencelanya dengan kata-kata yang kasar dan tidak pantas.

Baca Rekomendasi :   Berpisah Sebelum Halal, Bisa Jadi Karena Allah Sangat Menyayangimu
  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page