Hidup Itu Murah, Gengsi Nan Mahal. Pun Pernikahan, Akad Itu Murah, Resepsi Nan Mahal

  • Bagikan
Setelah menikah
Setelah menikah

Banyak yang bilang cinta dan sayang tetapi tak kunjung menghalalkan kekasihnya. Dia sangat sulit sekali untuk membulatkan tekadnya menjalin rumah tangga karena belum mempunyai modal yang tinggi. Padahal menikah itu bukan perkara modal yanag cukup tetapi perkara seberapa besar kamu mampu bertanggungjawab.

Memang sudah menjadi kebiasaan, jika menikah itu harus dipestakan dan jarang membuat syukuran kecil-kecilan. Meski kadang keadaan ekonomi tak memungkinkan, semua bisa dipaksakan dengan cara meminjam ke sanak saudara bahkan ke lembaga peminjaman. Padahal itu jika tidak saja ada gengsi dalam hidupnya, semua itu tak akan pernah terjadi.

Begitu juga dengan pernikahan, akad itu sebenarnya murah, cuma butuh niat yang benar, penghulu, pengantin wanita, dan saksi. Tapi sebagian orang memandang ribet dan tidak mudah, sebab biaya resepsi yang mahal.

Baca Rekomendasi :   Jangan Sedih, Bila Akhirnya Kamu Bukan Menjadi Tujuan Terakhirnya

Menikah Itu Sebenarnya Mudah, Jika Sudah Sama-sama Siap Lahir dan Batin Maka Langsung Saja Segerakan.

Menikah itu sebenarnya mudah, jika sama-sama sudah siap lahir dan bathin maka langsung saja segerakan. Apalagi pasangan kamu memang sudah sangat mengerti perihal agama dan kajian islam. Khususnya dia yang mempelajari tentang pernikahan.

Tak perlu modal yang banyak dan resepsi yang mewah jika memang tak mampu. Menikahlah sesuai dengan kemampuan kantongmu, jadikan gengsi sebagai tolak ukur bahagianya pernikahanmu. Karena bila pada akhirnya memaksakan kemauan, bisa jadi nanti setelah menikah bukannya bahagia tapi memikirkan hutang.

Tidak Usah Butuh Modal Banyak, Karena Pernikahan yang Sesungguhnya Hanya Butuh Niat dan Tanggung Jawab yang Baik.

Sebenarnya menikah itu tidak membutuhkan modal yang sangat banyak, tetapi yang dibutuhkan adalah modal yang cukup. Karena pernikahan yang sesungguhnya hanya membutuhkan niat lillahi taala dan tanggungjawab setelah menikah. Karena setelah menikah, hubungan kalian akan menjadi suami istri, kalian harus bertanggungjawab atas hidup dan kebutuhan lahir bathin kalian masing-masing.

Baca Rekomendasi :   Baik dan Buruk Adalah Ujian, Tetap Rendah Hati Saat Dipuji dan Sabar Atas Caci Maki

Lantas bagaimana dengan acara resepsi? Sebenarnya jika memang mampu tidak ada salahnya melakukan resepsi yang wah dan mewah. Namun, ingat resepsi bukanlah syarat wajib menikah, karena itu hanya kebiasaan turun temurun masyarakat saja.

Karena Menikah Itu Bukan Wah-nya, Tapi Sah-nya. Dan Bahagia Dalam Pernikahan Tidak Dilihat Ketika Indahnya Resepsi, Tapi Setelahnya.

Sebenarnya pernikah itu tak seriwet yang dibayangkan karena yang seakan menjadi beban itu adalah tuntutan dunia dan kebiasaan mewahnya saja. Dan yang bikin ribet itu bukan acara akadnya tapi acara yang membuat mata undangan yang hadir dengan segala pernak-pernik duniawi.

Jadi bagi kamu yang ingin menikah tidak perlu takut karena belum mempunyai modal yang banyak. Karena sebenarnya menikah itu bukan seberapa wah resepsimu tapi tentang niat yang terpatri dalam hatimu dan sahnya pernikahan. Ingatlah sekali lagi, Menikah Itu Sebenarnya Murah, Adat dan Gengsi yang Membuatnya Jadi Mahal.

Baca Rekomendasi :   Apa Aku Harus Bilang Aku Cemburu agar Kamu Paham?
  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page