Berhenti Bertanya Perihal ‘Kapan?’. Sebab Itu Hanya Akan Menyakitkan Bagi Mereka yang Merasakan

0 57

“Hey, kamu kapan lulus? | Kamu kapan wisuda? | Kamu kapan kerja? | Kamu kapan nikah? | Kamu kapan dapat momongan? | Kamu kapan?? Kapan?? Kapan?? …..”

Teruntuk kamu yang sedang berada pada kondisi diatas, tentunya pertanyaan kapan sering dilontarkan kepadamu. Entah itu kamu yang saat ini masih kuliah dan belum kunjung selesai. Entah itu kamu yang sudah wisuda, tapi belum kunjung mendapatkan pekerjaan. Entah itu kamu yang sudah berusia mapan, tapi belum juga menikah. Entah itu kamu yang sudah menikah, tapi belum juga kunjung mendapatkan momongan. Serta kondisi-kondisi lainnya yang sering di hujani dengan pertanyaan ‘kapan???’

Berada pada kondisi tersebut dan sering di lempari dengan pertanyaan ‘kapan?’, tentunya terkadang sering membuat kita kesal kepada mereka yang bertanya. Entah karena memang mereka yang peduli dan ingin kita lebih bersemangat lagi, entah karena iseng dan hanya sekedar ingin bertanya saja. Namun saat kondisi itu menghampiri kita dan kita pun dalam keadaan mood yang tidak baik, tentunya pertanyaan itu malah akan menyakitkan bagi kita yang diberikan pertanyaan semacam itu. Terlebih ketika pertanyaan itu terus-terusan dilontarkan dan ditanyakan oleh orang yang sama.

Baca Rekomendasi :   Semua Wanita Bisa Cantik Tapi Tak Semua Wanita Bisa Sukses

Tidak salah memang jika kamu bertanya perihal ‘kapan?’, tapi kamu juga harus bisa melihat kondisi mereka yang merasakan sebelum melontarkan pertanyaan

Kamu memang berhak bertanya perihal apapun. Tapi untuk bertanya perihal yang sensitif kepada mereka yang berada pada posisi itu, kamu harus bisa melihat situasi dan kondisinya terlebih dahulu. Kamu juga harus bisa membaca mood mereka. Agar ketika nanti pertanyaan itu keluar dari mulutmu, mereka tidak menjadi kesal dan marah kepadamu. Gak mau kan kalau mereka jadi kesal kepadamu?

Bagi mereka yang berada dikondisi tengah berjuang seperti itu, pertanyaan ‘kapan?’ itu adalah pertanyaan yang sensitif untuk ditanyakan. Terlebih ketika mereka sudah cukup berusaha keras untuk bisa menyelesaikan tujuan mereka, namun belum juga kunjung mendapatkan hasil yang sesuai ingin mereka. Seakan ketika pertanyaan ‘kapan?’ itu terlontar dari mulut orang-orang, seperti mereka yang tengah berjuang itu seakan dianggap tidak melakukan usaha apapun untuk mencapai tujuan mereka. Terlebih lagi ketika pertanyaan itu seakan terkesan menuntut. Duh, makin membuat mereka yang ditanya semakin kesal dan stress yang ada!

Baca Rekomendasi :   Tak Perlu Sombong Dengan Yang Kamu Miliki, Itu Hanyalah Titipan Allah

Mereka pastinya ingin segera agar kondisi itu berakhir dan pertanya perihal ‘kapan?’ pun tak lagi ditanyakan. Tapi jika belum waktunya, lantas mereka harus apa?

Mereka yang selalu ditanya ‘Kapan? Kapan? Dan kapan?’ tentunya ingin agar pertanyaa itu tak lagi ditanyakan kepada mereka. Pastinya usaha dan kerja keras pun mereka lakukan untuk mencapai tujuan mereka itu. Tapi jika memang belum waktunya, lantas mereka harus apa? Bukannya mereka tak berusaha, mungkin mereka sudah berusaha. Tapi jika semesta belum berpihak, lalu apa mau dikata?

Bertanya ‘kapan?’ kepada mereka yang dalam kondisi penuh kebimbangan dan kegalauan itu bukan malah membuat kondisi mereka membaik. Yang ada malah membuat mereka semakin merasa tertekan dan dituntut untuk segera menyelesaikan dan mengakhirinya.

Baca Rekomendasi :   Diam Dan Belajar Ikhlas Adalah Hal Terbaik Ketika  Sedang Kecewa Dengan Keadaan

Kalau pun toh pada akhirnya kamu tetap kepo dan ingin tahu, mungkin kamu bisa bertanya dengan melihat mood mereka terlebih dahulu. Atau pertanyaan ‘kapan?’ bisa kamu ganti atau kamu mulai dengan basa-basi dulu kepada mereka. Agar mereka yang ditanya pun tidak merasa bahwa kamu sedang menyerang atau menuntut mereka dengan pertanyaa ‘kapan?’ mu itu.   

Baca Juga : Stop Bertanya Kapan Menikah, Karena Menikah Itu Bukan Perkara Mudah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page