Kamu yang Mengutuk Diri Sendiri, Bersabarlah. Jangan Salahkan Dirimu!

Mengutuk diri sendiri
0 158

Mungkin dari semua kita sama. Memasuki usia 21 tahun, dimana semuanya dikhawatirkan. Akupun begitu. Bahkan, aku menyesali hari kemarin, aku resah tentang hari ini, aku khawatir akan hari esok. Mungkin dari kita setiap hari merasakan hal seperti itu. Bagaimanapun aku takut bila hal buruk menimpaku.Kalian pun mungkin begitu. Takut hari esok tiba dan semuanya lebih buruk dari hari ini. Tentu.

Kau tau apa yang lebih memperburuk suasana? Saat sudah mengkhawatirkan hari esok, tapi tetap tidak melakukan apa-apa. Kau tau jika hidupmu tidak bisa seperti ini saja, tapi kau tak bergerak merubahnya. Sama, aku pun begitu. Tenanglah, sebagian dari kita semua sama. Meski dari mereka sudah menemukan jalannya. Bahagia akan pilihan kelurganya. Bahkan melanjutkan apa yang telah dirintih orang tuanya.

Banyak yang bilang “Tidak semua bunga mekar bersamaan. Tidak semua bintang bersinar bersamaan. Tidak semua ombak sampai ketepian bersamaan.”

Aku pun berpikir demikian. Aku tau, mereka yang mengatakan seperti itu adalah mereka yang sedang frustasi akan hari didepannya. Termasuk aku. Hanya saja jika hari ini berakhir dengan begitu saja, hari esok umur kita akan tetap bertambah. Hari demi hari akan bertambah banyak. Ketakutan itu pasti akan lebih bertambah besar. Diantara kita bahkan berharap keajaiban. Bahkan aku pun begitu. Saat ini, diusia seperti ini, usia kritis untuk kita semua. Teruntuk kamu yang mengutuk diri sendiri, bersabarlah. Jangan salahkan dirimu sepenuhnya. Jika memang media sosial hanya membuatmu membandingkan kesulitanmu dengan kebahagiaan orang lain. Maka berhentilah menghukum diri sendiri.

Mengutuk diri sendiri
Mengutuk diri sendiri

Percayalah, kita semua memiliki kekhawatiran masing-masing. Meskipun mereka terlihat bahagia dengan semua yang ada, mereka juga memiliki hati. Mereka merasakan apa yang tidak kita rasakan. Mereka memikirkan apa yang tidak sama sekali kita pikirkan. Bukankah setiap manusia itu tidak pernah puas? Bahkan dari kita ada yang memilih jalan pintas untuk menemukan kebahagiaannya.

Kebahagianmu ada ditanganmu. Jika kau hanya bahagia karena cinta. Maka pilihlah. Jika kau bisa bahagia hanya karena materi. Tentu pilihlah. Jika kau bisa bahagia karena keduanya. Maka bekerja keraslah.

Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Setiap orang juga memiliki tujuannya masing-masing. Meski tujuan kita tak sama, tapi aku percaya saat ini kau juga sedang mengusahakannya. Bersemangatlah. Masa depan sudah ada didepan. Berjalanlah. Hampirilah dengan rasa percaya. Teruntuk kamu yang sedang beristirahat, berdirilah. Waktumu sudah tak banyak, baik buruknya hari esok, kau yang tentukan hari ini. Kau memang harus mengkhawatirkannya, tapi juga berusahalah. Hanya khawatir tidak cukup untuk seorang usiamu, tidak ada keinginan yang menghampirimu. Jika kau sangat menginginkannya, maka kejarlah.

Mengejar lebih baik daripada hanya duduk diam, tidak ada yang salah pada kehidupanmu. Kau hanya butuh keyakinan, kau hanya butuh kepercayaan, kau hanya butuh dukungan. Yakinkan dirimu, jika kau mampu. Percayakan mereka, jika kau lebih baik dari orang-orang itu. Meski kau tak memiliki dukungan, kau pasti bisa mengatasinya, aku tau jalanmu ada pada kakimu kemanapun melangkah, bawalah dia ketempat tepat.

Jangan menyiksa diri sendiri, berfikirlah, berusahalah, dan bergeraklah. Lakukan semuanya, kau bukan anak kecil yang sedang menunggu uang jajan.

Sekarang tugasmu adalah memberi mereka uang jajan. Berfikirlah dengan baik, berusahalah sekeras mungkin, bergeraklah meski lambat. Jika kau punya tujuan, pergilah. Jika belum, tentukanlah. Kau hanya butuh jalan untuk sampai pada tujuan. Persiapkan jalanmu sebaik mungkin agar lancar sampai tujuan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page