Kamu Pernah Memberi Harapan, Tapi Kamu Juga yang Memilih Meninggalkan

Dahulu kamu pernah begitu memberi harapan. Dan kamu juga yang memintaku untuk tetap bertahan. Aku pikir kamu benar-benar serius terhadap sebuah hubungan. Namun aku salah. Ternyata kamu tak seserius itu. Kamu lebih memilih meninggalkan ketimbang harus mempertahankan sebuah hubungan. Entah apa yang membuatmu sebegitu bimbang dan memilih untuk melepaskan.

Aku pernah cukup terbuai dengan setiap janji manismu. Aku pernah cukup percaya dengan setiap perkataanmu padaku. Tapi kini, semua hanyalah sebatas omong kosong belaka yang menciptakan kepahitan untukku. Kini aku terluka dan sulit untuk mempercayaimu lagi. Terima kasih atas luka yang telah berhasil kamu ciptakan. Dan terima kasih juga sudah membuatku untuk sulit percaya kepada seseorang kembali.

Aku pikir kamu orang yang gigih untuk memperjuangkan hubungan. Ternyata aku terlalu jauh dalam menilaimu

Setelah apa yang aku alami kini, ternyata penilaianku selama ini terhadapmu salah. Kamu ternyata bukanlah orang yang benar-benar gigih untuk berjuang. Kamu bukanlah orang yang benar-benar gigih untuk mempertahankan. Dan kamu ternyata adalah orang yang lebih memilih untuk melepaskan setelah perjalanan panjang dalam hubungan.

Apakah memang itu tujuanmu dalam membangun hubungan? Membuat seseorang nyaman, menaruh percaya, dan memberikan hatinya untukmu, lalu kemudian kamu tinggalkan begitu saja! Ah, entah lah. Aku hanya tak ingin berpikir macam-macam dan terlalu jauh tentangmu. Sebab bagaimanamu dulu, aku dan kamu pernah menjadi kita dalam sebuah rasa.

Semoga kelak nanti, saat kamu mencoba mencari pengganti dan mulai membuka hati lagi, kamu tak memperlakukan hal serupa seperti apa yang kamu lakukan saat ini terhadapku. Sebab aku tak ingin ada orang lain yang juga merasakan kesakitan akibat oleh ulahmu itu. Biar aku saja yang menjadi orang atas kebimbangan hatimu.  

Dahulu kamu sempat meminta untuk bertahan walau apapun yang terjadi. Tapi kini malah kamu yang memilih pergi dan mencari pengganti

Dulu kamu selalu berkata untuk tetap mempertahankan hubungan meskipun banyak badai yang menghadang dalam hubungan ini. Tapi kini nyatanya, kamu lebih memilih untuk pergi dan mencari pengganti. Kamu lebih memilih meninggalkan dari pada mempertahankan. Semudah itu bagimu melupakan hubungan kita lalu memulai hubungan yang baru? Jika iya, aku tak habis pikir olehmu. Seseorang yang dulu sempat aku banggakan, tapi kini malah mengecewakan.

Kini tak ada lagi kamu yang dulu begitu aku harapkan untuk menjadi seseorang yang begitu berarti dalam hidupku. Kini, semua hanyalah tinggal kenangan dan cerita yang entah akan kita kenang atau kita lupakan. Kini, berjalanlah dan carilah apa yang ingin kamu cari. Semoga kelak kamu menemukan seseorang yang kamu ingini. Aku biarlah begini. Sampai rasa kecewaku pulih dan rasa percayaku kepada seseorang kembali tumbuh. Sebab patah hati yang sudah membuatku jatuh.

Photo via Instagram riverflowstory

Baca Juga : Meskipun Hatimu Pernah Terluka, Kamu Juga Perlu Bangkit Dari Semua Rasa Kecewa