Kepadamu Ku Titipkan Dirinya, Semoga Bersamanya Kau Temukan Bahagia

Semoga kalian bahagia

Pertama kali ia bercerita tentangmu, aku mulai merasakan kekhawatiran mendalam. Sebuah ketakutan jika ia merasakan luka yang sama atau bahkan lebih menyakitkan daripada sebelumnya. Tetapi, kau tahu, sebagai seseorang yang selalu mendukungnya aku hanya menempatkan diriku untuk mendengarnya berbicara, tertawa karena tawanya, lalu berusaha ingin memeluknya tatkala ia menangis sejadi-jadinya.

Ia terlihat kuat, tetapi kau tahu hatinya terlalu banyak menyimpan luka masa lalunya

Sejak aku berteman dengannya, ada hal yang membuatku selalu takjub terhadapnya. Adalah tentang bagaimana ia terlihat tegar di luaran sana, bersinar dengan caranya, bertahan dengan hal yang ia yakini mampu membuatnya berdiri tegak. Lalu di satu waktu, aku menemukan ia dalam keadaan terpuruknya. Ia lemah, ia tak seperti seseorang yang ku temui sejak pertama. Tawanya yang renyah dan membahagiakan hilang bersama dengan isak tangis yang semakin dalam.

Dirinya bergetar hebat seperti menerima guncangan besar dalam dirinya yang entah seberapa lama. Aku mendekat, mendekap, membiarkannya membasahi bajuku sejadi-jadinya. Lalu, kau tahu esok hari saat ku bertemu dengannya ia seperti seseorang yang pertama kali ku kenal. Tertawa dengan riang seperti tangisnya tak pernah ada.

Sejak bertemu denganmu ia semakin berbeda. Bahagianya terasa begitu lengkap setiap kali ia menyebut namamu dalam ceritanya

Lalu, hari-hari berganti. Ia semakin menebalkan tembok perisai untuk hidupnya. Tak jarang ada yang berusaha memanjat, mendobrak. Tetapi tetap sama. Mereka kalah telak. Tak mampu melewati setiap ranjau yang ia pasang di sekeliling, yang menjadikannya tetap berusaha aman dalam rapuhnya kehidupan.

Dan malam itu, ia bercerita tentangmu. Seorang pria yang tak pernah ku kenal sebelumnya. Tak pernah ku dengar ada namamu yang ia sebut selama bertahun-tahun bersamaku. Satu hal yang ku tahu, ada senyum yang tersungging acap kali ia menyebut namamu. Lalu setiap ceritanya ia selalu menggebu. Ada nada bahagia setiap kali ia bercerita. Tersirat bagaimana dalamnya perasaannya kepadamu. Seseorang yang bahkan baru sebentar masuk dalam kehidupannya.

Lalu, sejak itu aku berpikir, apa yang kau lakukan hingga ia yang memiliki tembok begitu tinggi nan kuat, ranjau yang ia pasang di berbagai tempat kini membiarkanmu masuk kedalam hidupnya.

Dan kini aku melihat senyum terbaiknya saat ia bersamamu diatas sana

Kadang kala ia bercerita tentang mu dengan tangisnya yang tak kunjung reda. Mungkin tanpa sengaja kau seperti menyiramkan cuka pada lukanya yang lama, lalu setelahnya kau tambah kadarnya, hingga kini ku dapati ia menangis sejadi-jadinya.

Aku pernah menyarankannya untuk melepasmu. Untuk apa jika pada akhirnya ia dapati luka yang semakin membuatnya tak berdaya. Lalu dengan yakinnya setelah ia melewati malam dengan isak tangisnya, esok hari ku dapati ia telah memaafkanmu lalu bahagia seperti sedia kala.

Lalu kini, aku melihat senyumnya yang tiada henti. Bersama dengan setelan jas hitammu yang menggamit tangannya bersama dengan gaunnya yang cantik. Ia menebarkan senyum terbaiknya kesegala penjuru. Menatapmu dengan tatapan penuh cinta yang begitu membahagiakan menatapnya.

Kepadamu, yang kini bersamanya. Ku titipkan ia kini bersamamu. Mengarungi sisa hidupmu bersamanya. Mungkin terkadang ia tak pernah mudah. Emosinya yang masih tak terkendali mungkin akan membuatmu harus berusaha lebih banyak untuk kembali membuatnya kembali baik-baik saja. Tetapi, aku yakin, pilihanmu tak akan salah. Kau memilihnya, seseorang yang menyayangimu tanpa tapi, yang dengan segenap hatinya akan menemanimu menjalani sisa harimu hingga tua. Entah bagaimanapun hidup kalian pada akhirnya, semoga senyum bahagianya tak pernah kau hilangkan dari bibirnya. Dan kau juga meraskan hal yang sama, bahagia bersamanya, bersama dengan pola pikirnya, cerita-cerita serunya dan setiap kejutan yang ia berikan kepadamu nantinya.

Selamat menempuh hidup baru sahabatku. Mungkin setelah ini tak pasti hidup akan baik-baik saja, tetapi aku bahagia kau berakhir bersamanya. Seseorang yang selalu kau ceritakan kepadaku, yang kau cintai begitu dalam, dan aku tahu ia pun mencintaimu sebagaimana mestinya. Ku doakan kalian selalu bahagia, dalam pelukan Tuhan Yang Maha Kuasa