Kita Pernah Begitu Dekat, Sebelum Akhirnya Menjadi Asing Seperti Saat Ini ~

  • Bagikan
Kita pernah begitu dekat
Kita pernah begitu dekat

Dahulu kita memang begitu dekat. Ya mungkin seperti kata orang-orang. Kita pernah sedekat nadi, sebelum akhirnya kita sejauh matahari seperti saat ini. Kita begitu saling mengenal. Kita begitu saling mengisi. Namun kini? Kita seperti orang asing yang tak pernah lagi mau mengingat bahwa dulu kita pernah saling mengisi. Bahwa dulu kita pernah saling menjaga hati. Dan berjanji untuk saling setia sampai nanti.

Jika diminta untuk harus mengingat lagi, lucu rasanya jika melihat ini terjadi. Seakan kamu tak ingin mengingat bahwa dahulu kita pernah saling bertemu dan satu tuju. Namun kini, kamu seakan tak ingin lagi mengenalku dan hanya ingin melupakan semua kenangan antara aku dan kamu. Seakan antara kita tak pernah tahu dan saling menyapa. Se-egois itu ternyata dirimu itu. Bahkan untuk mengenal aku saja yang dahulu pernah mengisi hatimu kamu enggan.

Baca Rekomendasi :   5 Tanda Dia Mulai Bosan Menjalankan LDR Sama Kamu

Aku tak pernah menyangka bahwa ini akan terjadi. Aku pikir kita akan bisa bertahan sampai nanti. Namun hanya karena luka masa lalumu yang tak sengaja tergores kembali, kamu seakan benar-benar tak bisa memberi ampun terhadap kesalahanku itu. Sebenarnya bukan tanpa sebab aku menutupi itu darimu. Aku hanya tak ingin jika hal itu aku katakan, kamu malah akan salah menilaiku. Sebab ada luka yang dahulu pernah kamu rasakan. Namun ternyata niat baikku malah tak berbanding lurus dengan reaksimu. Hingga akhirnya kamu menilai buruk diriku ini dan menganggap bahwa aku ini sama saja.

Lukamu mungkin memang belum sepenuhnya pulih. Tapi bukan berarti kamu harus berlarut dan bisa menganggap semua orang itu sama

Baca Rekomendasi :   5 Cara Memastikan Agar Terhindar Dari Pasangan yang Salah

Aku tahu akan luka yang pernah kamu rasakan. Dan sedikitpun tak pernah terniat dariku untuk kembali menggoreskan luka itu. Mungkin benar, bahwa kenyataannya lukamu belum sepenuhnya pulih. Dan kamu pun belum menjadi dirimu seutuhnya. Tapi bukan berarti kamu bisa menganggap semua orang itu sama. Sama seperti ia yang pernah menggoreskan luka terhadap dirimu itu.

Aku pernah berusaha untuk menjelaskan semua itu. Tapi kamu lah yang tak pernah memberikanku kesempatan untuk menjelaskan. Katamu tak ada lagi yang perlu dijelaskan! Seakan kesalahanku ini adalah kesalahan fatal yang tak bisa ditolerir. Seakan pintu maaf tak pantas untuk aku dapatkan. Aku tahu menyembuhkan luka itu tidaklah mudah. Namun dengan kamu tidak memberikan kesempatan kepada seseorang untuk menjelaskan, bukankah itu malah akan membuat dirimu digiring oleh pikiran yang macam-macam akan seseorang? Bukankah itu malah akan membuatmu sulit bangkit akibat terluka?

Baca Rekomendasi :   Membuatmu Bahagia Merupakan Kebahagiaan Untukku Juga

Lukamu boleh saja belum sembuh. Tapi bukan berarti sebab lukamu itu kamu malah membuat orang lain pun menjadi terluka. Sebab kamu tak memberikan kesempatan kepadanya untuk mengatakan dan menjelaskan. Sebab kamu malah menganggap ia sama seperti orang yang telah membuatmu terluka dahulu. Percayalah, saat kamu masih saja tetap dengan luka dan kesakitanmu dahulu, akan sulit orang baru masuk ke dalam hidupmu itu.    

Baca Juga : Kamu Pernah Memberi Harapan, Tapi Kamu Juga yang Memilih Meninggalkan ~

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page