Kita Pernah Sama-Sama Berjuang, Sebelum Akhirnya Memilih Saling Mengikhlaskan

Rencana semesta nyatanya tak selalu sama dengan rencana yang kita buat. Termasuk perihal jodoh yang telah ia gariskan. Apa yang telah kita perjuangkan, tak selalu berakhir dengan mengesankan. Atau malah sebaliknya. Berakhir dengan mengenaskan. Ya, seperti kita saat ini. Kita pernah sama-sama berjuang untuk hubungan ini. Kita pernah sama-sama berjuang untuk saling mempertahankan. Namun pada kenyataannya semesta tak mendukung apa yang telah kita lakukan. Menyakitkan? Tentu! Tapi yakinkan saja, bahwa rencana ia jauh lebih baik dari rencana kita.

Dahulu kita pernah berjuang bersama. Dahulu kita pernah sama-sama berjuang untuk satu tuju. Dan dahulu kita pernah berkata untuk tetap setia dan selalu saling menguatkan jika salah satu diantara kita sedang lemah. Namun kini kita harus menerima. Bahwa semua hanyalah tinggal cerita. Bahwa antara aku dan kamu tidak ada lagi kata kita.

Aku tahu bahwa itu semua tak mudah untuk kita terima. Sebab sudah terlalu banyak mimpi yang kita ucapkan kelak nanti kita bersama. Sebab antara aku dan kamu rasanya sangat sulit untuk dipisahkan. Tapi ya sudah lah. Percuma juga jika harus kita paksakan. Toh semesta punya rencana yang lebih baik untuk kita di masa depan.

Setidaknya dari situ kita belajar bahwa apa yang kita perjuangkan tak selalu akan berakhir sesuai dengan apa yang kita harapkan

Kecewa itu pasti. Menyakitkan itu pasti. Tapi mau bagaimana lagi? Nyatanya semesta tak berpihak pada apa yang sedang kita jalani. Nyatanya semesta ingin hubungan kita hanya sampai disini. Dan nyatanya semesta ingin agar kita mengakhiri hubungan ini. Hingga akhirnya mengikhlaskan dan menerima lah yang harus kita lakukan. Sebab tak ada gunanya juga jika harus di paksakan. Karena nyatanya aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk bersama.      

Ya, setidaknya dari situ kita belajar bahwa apa yang kita perjuangkan tak selalu akan berakhir sesuai dengan apa yang kita harapkan. Bahwa sekeras apapun kita berjuang untuk mendapatkan, tetap lah pada akhirnya semesta lah yang akan menentukan. Dan kemampuan kita sebagai hamba hanya bisa berencana. Setelahnya, ia lah yang akan menentukan.

Meskipun aku dan kamu tak ditakdirkan untuk bersama, semoga ia membayar lunas semua rasa kecewa kita

Saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah ikhlas menerima atas semua ketetapan dan ketentuan-Nya yang tak men-takdirkan kita untuk bersama. Semoga nanti, atas kecewa yang kita rasakan ini. Atas kesakitan yang kita alami, ia bayar lunas semua kekecewaan dan rasa sakit ini. Semoga nanti aku dan kamu dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik lagi.

Mungkin saat ini aku bukan yang terbaik untukmu. Dan begitupun kamu. Mungkin kamu bukanlah yang terbaik untukku. Semoga nanti ada seseorang yang bisa menggantikanku untukmu. Dan menggantikanmu untukku. Dan ketika nanti kita dipertemukan dengan seseorang itu, semoga itu adalah jawaban atas kekecewaan dan kesakitan yang kita rasakan saat ini. Semoga kita kuat dalam menerima ketetapan ini!

Baca Juga : Jika Dia yang Lebih Dulu Mengungkapkannya, Aku Tak Mengapa. Sebab Jika Jodoh, Tak Akan Kemana ~