Suamimu Adalah Imammu, Dialah Penanggung Dosa-Dosamu

Suamimu adalah imammu via https://www.instagram.com/loviophoto/
0 131

Seburuk-buruknya Suamimu, Dia Tetap Lebih Baik Ketimbang Mantan yang Pernah Menjadi Kekasih haram mu. Tidak Usah Mengeluhkan Kekurangan Pasanganmu, Apalagi Kau Sampaikan Aibnya Pada Orang Lain. Kau harus ingat bahwa kau dipilih untuk menjadi pkaian untuknya, dan begitu sebaliknya suamimu adalah pakaian bagimu, maka salinglah menutupi aib diri masing-masing agar kedamaian selalu menyanding, dan rahmat tuhan pun berlimpah.

Jangan Sampai Kau Membanding-bandingkannya Dengan Orang Dimasa Lalumu, Sebab Pasangan Halalmu Akan Tetap Lebih Baik Darinya. Karena keberaniannya mengikatmu dalam ikatan yang halal, sedang masalalumu hanya bisa mengajakmu bersenang-senang pada lembah kemaksiatan. Meskipun Suamimu Masih Banyak Kekurangan Menurutmu, Tapi Tanggung Jawabnya Lebih Hebat Dari Ia Yang Tak Mampu Bertanggung Jawab Dulu

Baca Rekomendasi :   Ingin Jodoh yang Baik, Maka Perbaiki Dirimu. Karena Jodoh Adalah Cerminan Diri

Maka hargailah apapun kekurangan suami mu. Dan bila ada yang mau disesali dan dilelhkan, seharusnya adalah dirimu sendiri yang tak bisa bersabar menghadapi ujian pernikahan. Yang harusnya disesali adalah dirimu yang tak mampu ikhlas dan bersabar dalam menghargai kekurangan dirinya, dan bodohnya dirimu karena sudah tak menyadari bahwa tak ada makhluq yang sempurna didunia.

Suamimu adalah imammu
Suamimu adalah imammu via https://www.instagram.com/loviophoto/

Karena hakekat hidup bersama dalam atap pernikahan ini adalah untuk saling menyempurnakan satu sama lain, bukan saling mengeluhkan kekurangan masing-masing. Tidak ada yg sempurna di dunia ini
Semua sudah di atur sama yg di atas.

Sebelum Menikah, Kamu Menunggu Dia Calon Imammu yang Kini Menjadi Suamimu. Jadi Janganlah Memberatkannya Dengan Perbuatan Dosa Lagi.

Wahai Calon Imamku, Menikah adalah sebagai salah satu kesempurnaan Agama. Menikah adalah setengah dari Agama. Menikah adalah menggenapkan Agama menjadi satu. Hubungan yang tak diikat dengan Tali Pernikahan Akan selalu menuai Permasalahan. Dan penyelesaian yang tepat terdapat dalam pernikahan

Baca Rekomendasi :   Cinta Dalam Diam Jangan Takut Kehilangan, Karena Allah Menentukan yang Terbaik

Sungguh indah hidup setelah menikah, Apa yang sebelumnya haram menjadi halal. Semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya. Suka duka dilalui berdua, Senang sedih ada yang menemani
Tawa tangis pun bersama

Wahai Calon Imamku, Aku adalah tulang rusuk yang hilang , Saat ini kusedang menantimu . Namun akan kujadikan penantian ini jalan menuju berkah. Penantian ku bukan berarti berdiam diri. Penantian ku bukan berarti tak melakukan apapun. Penantian ku bukan berarti menunggu tanpa arti…

Namun .. penantianku adalah. Sembari menunggu sang pemilik tulang rusuk datang menjemput. Akan kuiisi masa penantian itu dengan Taqwa, Sabar, Do’a dan Tawakkal. Kini Aku sedang menanti yang terkasih. Akan Kunanti dirimu dengan sabar. Aku yakin…. sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk diriku…
Akan kusiapkan diriku dan hatiku.

Baca Rekomendasi :   Kisah Nyata : Baru Kenal Online, Sudah Mengajak Menikah

Artikel ini merupakan status di Grup Facebook Motivasi Hijrah Indonesia oleh Salva Melinda. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk share.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page