Aku Mencintaimu Dengan Caraku Sendiri, Tak Terbatas Jarak, Hanya Kata Bahkan Janji Belaka

Mencintai dengan caraku sendiri
0 411

Bertemu denganmu adalah suatu hal yang tak pernah terduga sebelumnya. Seseorang dengan kesan pertama yang ku ambil berupaka kata “aneh” atau mungkin aku tak mampu menggambarkan betapa uniknya semua sikapmu selama ini. Seseorang yang dipertemukan denganku karena keteledoranmu sendiri. Sungguh kali ini aku bahagia karena kamu teledor, tak ingat hari, bahkan jadwal kerjamu sendiri.

Bercakap denganmu seperti candu. Caramu membuatku tertawa hari demi hari, lalu berbagi cerita. Hingga di satu waktu aku merasa dapat mulai mempercayai orang lain, yaitu dirimu. Setelah sekian lama. Setelah begitu banyak cerita yang ku endapkan sendiri karena tak temukan seseorang yang ku yakini dapat ku percaya sepenuhnya.

Jatuh Cinta Denganmu Adalah Suatu Anugrah, Dan Memilikimu Adalah Sebuah Tanggung Jawab Besar Yang Perlu Ku Emban

Pada akhirnya, ada rasa yang sejak lama hilang kini kembali lagi. Rasa dimana aku mulai menemukan seseorang yang terus mampu membuatku khawatir. Rasa dimana aku ingin terus memastikan jika seseorang dalam keadaan baik-baik saja. Rasa dimana debar itu terus berdetak membahagiakan tatkala aku dekat dengan seseorang. Dan nyatanya, seseorang itu adalah kamu. Hal yang tak pernah ku duga sebelumnya.

Baca Rekomendasi :   Mengejar Cinta Lebih Penting daripada Mengejar Jodoh Semata. Ini Alasannya

Kamu adalah pencerita yang ramai nan seru. Aku tak pernah bosan mendengarmu bercerita dari satu kejadian ke kejadian yang lain, atau bahkan akan kembali ke kejadian pertama. Wajahmu yang ekspresif, tawamu yang menular, atau bahkan perasaan sedih yang sering merengkuhmu begitu dalam. Pun begitu, kamu adalah pendengar. Memberiku ruang untuk bercerita semampuku. Menyampaikan apa yang akan ku ceritakan hingga usai, lalu kamu akan menanggapinya jika perlu. Atau bahkan, kamu hanya sekedar mengangguk, tanda mendengar ceritaku sembari mengunyah makanmu.

Nyatanya, rasaku tak hanya menepuk angin. Kamu pun memiliki rasa yang sama dengan apa yang kurasa. Kini walau kita tak bernama, nyatanya ku tahu rasa kita sama. Bahkan jauh sebelum hari ini tiba, rasaku untuk terus menjagamu, membuatmu bertahan dalam hidupmu yang kadang tak mudah, dan berusaha untuk terus membuatmu baik-baik saja adalah apa yang selalu ku usahakan jauh-jauh hari.

Baca Rekomendasi :   Ikhlas Itu, Ketika Nasehat, Kritik, Fitnah Tidak Mengendorkan Amalmu

Mungkin Caraku Tak Sama Dengan Mereka, Tapi Percayalah Rasa Ini Bukan Permainan Belaka

Kita adalah dua insan yang berbeda. Apa yang membentuk kita, pola pikir kita, bahkan masa lalu kita yang membuat kita berlaku sedemikian rupa. Dicintaimu kembali adalah suatu hal yang perlu ku syukuri, ku pupuk, lalu menjadikannya terus bersemi hingga akhir waktu kita nanti. Semoga ini tak hanya berhenti menjadi ingin belaka, bagi seseorang sepertiku yang masih banyak kurangnya. Kembali dicintaimu membuatku merasakan apa itu kasih dan sayang yang nyata, dan begitu terasa tulus adanya. Kembali dicintaimu seperti hadiah besar yang diberikan semesta untukku yang perlu ku jaga.

Sayangnya, cara kita menunjukkan rasa berbeda-beda. Bahkan sering kali caraku membuatmu merasa tak ku pedulikan karena sikapku yang begitu terlihat acuh, mencarimu sesekali, atau bahkan menjadikanmu prioritas yang kesekian kali. Percayalah, sayang. Aku tak pernah berniat untuk membuatmu merasa tak ku inginkan. Hanya saja, aku tak ingin terlalu mengumbar kata, atau bahkan janji manis belaka. Karena sejatinya itu bukan cara seorang mencintai dengan tulus walaupun mungkin itu hanya menurutku.

Baca Rekomendasi :   Bersabarlah! Jodoh Datang Saat Kamu Membutuhkannya

Maaf, jika aku tak memperlakukanmu seperti pasangan lainnya. Yang seringnya selalu siap sedia bagaimanapun keadaannya. Akan ada waktunya tiba semua tunggu itu berubah menjadi temu, berbagi hingga semua bebanmu tak terasa lagi. Karena rasa ini tak hanya cinta buta belaka, sayang. Akupun ingin terus berkembang bersamamu. Menjadi seseorang yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Izinkan aku untuk terus berusaha menjadikanmu pelabuhan terakhir dihidupku. Yang selalu ku temui saat mataku terbangun di kala pagi, dan yang menyambutku tatkala sore dan lelahku menghampiri. Biarkan kali ini kita berjuang dengan cara kita sendiri. Tak perlu standar cinta dari kebanyakan pasangan lain di luaran sana, sayang. Karena kita punya cara kita sendiri.  

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page