Tanpamu Aku Tak Berarti Apa-Apa, Tetapi Karenamu Aku Mendapat Pelajaran Berharga

Tanpamu aku tak berarti apa

Tak semua orang mudah berteman, tetapi nyatanya tak semua orang pula menghargai pertemanan

Tuhan mengirimkan orang lain di kehidupan kita agar kita tidak merasa sendirian. Karena Ia begitu baik, memahami bahwa ciptaannya adalah orang-orang yang tak mampu untuk menjalani segalanya sendirian. Sekuat apapun ia berusaha, pada akhirnya ia akan tetap membutuhkan orang lain juga.

Aku yang tak begitu mudah untuk berteman dengan orang lain, pada akhirnya kamu datang. Menawarkan banyak rencana menyenangkan seperti kebanyakan mereka yang berteman. Saling mengisi satu sama lain, bagaimanapun keadaan. Menemani kemanapun pergi, bahkan berbagi cerita dari hal yang tak penting hingga pada suatu rahasia yang selama ini ku simpan sendiri.

Kamu adalah satu dari banyaknya orang yang mau menerimaku. Tanpa syarat apa-apa. Kamu datang, tatkala banyak orang yang tak mau berteman, atau mungkin dekat denganku hanya karena kebutuhan. Hari demi hari berganti, kamu membuatku yakin bahwa aku diterima dengan sepenuh hati olehmu.

Tak Ada Yang Selamanya Berjalan Lancar, Tetapi Pada Akhirnya Kita Tetap Berteman

Kadangkala pertemanan kita diselimuti pertengkaran kecil. Tentang ketidaksepahaman kita antar satu dengan lainnya, atau karena terkadang kita hanya merasa kehilangan satu dengan yang lainnya hanya karena kesibukan kita yang berbeda. Atau bahkan keraguan atas kata-kata orang di luaran sana tentang satu dengan yang lainnya. Tetapi pada akhirnya, kita memilih untuk saling terbuka, membicarakan segalanya dengan hati yang lapang dan pikiran terbuka. Berbekal maaf dan kesempatan yang kesekian kalinya, kita kembali berteman seperti sedia kala.

Tetapi, lambat laun kita semakin bertumbuh dan berbeda. Bertemu dengan banyak orang. Meubah cara pikir, meubah pola yang telah lama tertanam dalam diri kita. Mencari kecocokan yang mungkin telah lama kita idam-idamkan. Karena seringnya kita adalah dua orang yang saling mengisi karena banyak perbedaan. Atau bahkan selera kita yang seringnya tak pernah sama, yang pada akhirnya membuat pertemanan kita tak berjalan begitu baik karenanya.

Aku Harus Merelakanmu Pergi Karena Ku Tahu, Berteman Perlu Dorongan Dari Hati

Kamu mulai berbeda. Lalu lama-lama kemudian menghilang. Kini sulit kutemukan. Pada waktu yang kurasa kita masih dapat bertemu dan berbagi cerita, kini kamu memilih pergi dengan yang lainnya. Dengan mereka yang sepertinya lebih mengertimu, dan lebih sering mengiyakan semua maumu.

Jujurku kini cemburu. Pada mereka yang dengan mudahnya merebut hatimu, merebut waktumu, atau bahkan merebut kepercayaanmu dariku. Aku egois bukan? Menginginkanmu segini besar, dan tak mau berbagi dengan mereka yang sepertinya dekat denganmu hanya karena posisimu yang sedang menguntungkan. Tetapi, aku tahu tak ada yang dapat ku lakukan. Selain merelakanmu pergi, kepada mereka yang kini lebih membuatmu terlihat bahagia sepanjang hari.

Mungkin, nasehatku kadang tak pernah pas denganmu. Atau bahkan pola pikirku yang seringnya malah menjadi perdebatan untuk kita dan pada akhirnya kamu merasa bahwa aku tak mendukungmu sebaik mereka. Di lubuk hati terdalamku, aku tak ingin hanya menjadi teman yang selalu mendukungmu, bahkan jika itu sebenarnya buruk untukmu sendiri. Aku ingin berteman denganmu, bertumbuh bersamamu menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari. Sayangnya, mungkin tujuanku tak pernah sampai kepadamu. Seingin apapun aku mengutarakannya kepadamu.

Lalu pada akhirnya, kini pertemanan kita di selimuti jarak. Jarak tak kasat mata yang mau tak mau membuatku harus merelakanmu memilih mereka. Mungkin salahku tak mampu membuatmu terus berteman denganku hingga kini. Sekeras apapun ku berusaha, pertemanan tetaplah membutuhkan perasaan tulus dari hati.

Terima kasih karena telah menjadi teman yang baik denganku. Berbagi banyak hal. Tertawa bersama, menangis bersama. Jika suatu hari kamu mencariku, kamu tahu kemana harus menujuku. Dan ku pastikan nomor ponselku tak akan berubah. Aku masih menyayangimu sejak pertama kamu datang sebagai temanku. Dan hingga kapanpun aku akan tetap menyayangimu. Jangan ragu mencariku, kapanpun kamu membutuhkanku.