Tolong Jangan Beranjak Pergi, Aku Masih Ingin Kau Tetap Disini Menamani

Dulu kau pernah bilang bahwa kau tak akan pernah pergi dariku. Tapi kini, kenapa kau menghilang. Kenapa kau tak pernah lagi ada untukku. Kenapa kau meninggalkan ku begitu saja. Kau tahu kan bahwa kita saling menyayangi? Kau juga tahu kan bahwa aku dan kau bisa saling melengkapi? Tapi kenapa kau memilih untuk beranjak pergi dariku? Apa salahku? Tidakkah bisa sama-sama kita selesaikan dan bicarakan?

Bukankah kau yang selalu bilang, bahwa apapun yang terjadi, bahwa apapun pertengkaran yang kita alami, jangan pernah menghilang dan pergi. Kita selesaikan. Kita bicarakan. Agar kita sama-sama menemukan jalan keluar. Tapi kini apa! Kau yang memilih pergi meninggalkan ku. Entah kesalahan besar apa yang aku lakukan sampai-sampai kau memutuskan untuk pergi, dari pada berbicara dan menyelesaikannya.

Bukan tiba-tiba pergi yang aku inginkan. Aku ingin kau kembali kesini

Setiap masalah pasti ada penyebabnya. Setiap masalah juga pasti ada jalan keluarnya. Beranjak pergi bukanlah pilihan yang harus dilakukan. Kau mungkin lupa bahwa kita pernah saling menyayangi. Kau mungkin lupa bahwa kita pernah sama-sama saling mengisi. Dan kau mungkin lupa bahwa kita pernah saling berjanji untuk tetep bersama disetiap kondisi. Tapi kini kau malah berputar arah. Kau seakan lupa pada setiap kata dan janji yang pernah kita sepakati.

Aku masih ingin kau disini. Aku masih ingin kau kembali kesini dan menemani. Jangan tiba-tiba menghilang dan pergi. Kita masih bisa membicarakan apa yang terjadi. Pasti akan ada solusi yang bisa kita dapati. Pergi bukanlah pilihan saat dirimu sedang dalam emosi. Jikalau kau memang harus pergi saat emosi mengontrol diri, pergi lah. Tapi setelah emosi meredam, kembali lah kesini. Aku masih menunggumu disini.

Aku tak ingin kau pergi terlalu lama dan berlama-lama. Aku yakin kita masih bisa memperbaiki apa yang telah terjadi. Maafkan aku jika selama ini kau menjadi orang yang selalu mengalah. Maafkan aku jika rasa itu kini membuatmu lelah. Aku tahu, mungkin lebih banyak salahku ketimbang salahmu. Tapi jika kita sama-sama menyelesaikan dan menemukan jalan keluar, percayalah keadaan ini akan segera membaik.

Jika selama ini aku menjadi orang yang terlalu egois untukmu, aku minta maaf. Aku berjanji akan memperbaiki setiap salah yang aku perbuat. Tidakkah kau bisa memaafkan akan kesalahan ku? Masih adakah pintu maaf mu terbuka untukku? Tolong jangan beranjak pergi. Aku masih ingin kau ada disini menamaniku.

Jika memang rasa sabarmu telah habis menghadapi ku, mungkin kau bisa mengingat lagi apa-apa yang sudah kita lewati. Mungkin kau bisa mengingat lagi saat-saat kita bersama. Jika memang itu tak cukup untuk membuat hatimu memaafkan ku dan kembali padaku, aku tak tahu lagi harus berkata apa. Satu hal yang harus kau tahu bahwa aku masih dan akan tetap menyayangimu dan tak ingin kau pergi dariku.

Maaf jika aku terlalu banyak memberikanmu kecewa dan luka ketimbang memberikanmu bahagia. Jika pergi dariku adalah jalan yang memang harus kau pilih, tolong jangan paksa agar rasaku bisa hilang secepatnya. Biarkan ia hilang perlahan. Biarkan sampai aku benar-benar bisa mengikhlaskanmu pergi dari sisiku.      

Baca Juga : Terkadang Masalah Itu Hanya Perlu Di Siasati, Bukan Malah Di Pendam Sendiri