Aku Selalu Melangitkan Namamu, Berharap Dipersatukan Dalam Ikatan yang Halal

  • Bagikan
Melangitkan namamu
Melangitkan namamu

Jika saja aku dapat menolak rindu yang aku suguhkan lewat senyum dalam hadirmu waktu itu, tak akan aku biarkan hati ini memendam perasaan cinta yang begitu mendalam seperti yang aku rasakan saat ini untukmu. Jika saja aku dapat memilih takdir dari Tuhanku, aku akan meminta untuk tidak bertemu denganmu saja agar aku tak merindu seperti ini, agar aku mencinta seperti saat ini.

Sebab, memendam perasaan cinta dalam hati tanpa ada suara yang mampu kulontarkan untuk berkata kepadamu, itu luar biasa sakitnya, luar biasa lelahnya. Bukan karena aku tak bisa, tak mampu melakukannya. Hanya saja aku lemah karena keadaanku jauh dari kata baik untukmu, jauh dari kata mampu untuk bisa meraihmu.

Baca Rekomendasi :   Meskipun Tinggal Berjauhan Dengan Saudara, Kedekatan Tetaplah Harus Terus Dijaga

Aku Hanya Mampu Mendoakanmu Dalam Kejauhan, Dan Berharap Kelak Pintu Hatimu Terbuka Untukku.

Aku hanya mampu memandangmu dari kejauhan, memuji indahmu hanya lewat do’a-do’aku yang begitu sering aku katakan kepada sang Tuhan tentang aku yang semakin memburuk, mengharap hadirmu disisiku.Apa yang kau harapkan dariku, apakah aku harus membencimu, atau menyukaimu. Aku tak bisa, aku telah mencoba untuk melupakanmu sehari saja bahkan sedetik saja, tetap saja aku tak mampu.

Melangitkan namamu
Melangitkan namamu

Cinta apakah yang kau sematkan dalam dirimu sehingga aku begitu ingin memilikimu. Racikan rindu apa yang siramkan dalam senyummu, sehingga aku begitu sulit untuk melupakan rasa itu. Lihat aku, aku yang begitu lelah mencintaimu dalam diam. Inginku pergi, tapi bayangmu seakan mengikutiku.

Semakin Aku Menginginkanmu, Justru Membuatku Semakin Terluka Karena Kamu Pun Semakin Tak Peduli.

Aku binggung, semakin membuat aku binggung karenamu. Seakan kau tak pernah peduli, apakah kau hanya peduli lewat doamu tanpa aku ketahui kepada siapa ingin bahagia. Aku, atau dia, orang yang selalu inginkan hadir untuk menemani hidupmu, entahlah.

Baca Rekomendasi :   Jangan Salahkan Wanita Yang Perasa, Karena Lelakinya Sendiri Sering Tak Peka

Yang jelas, Biarpun aku tak pernah mengatahuinya, aku harap itu namaku, namaku yang kau katakana lewat doamu ketika malam berlalu dan ketika siang menjelang. Tak peduli itu aku atau bukan, aku selalu menaminkannya.

Bila Kelak Jawabanmu Tak Sesuai Dengan Keinginanku, Kuharap Kamu Akan Bahagia Selalu.

Ya, walaupun nanti jawabannya akan beda, tapi paling tidak aku pernah mengatakan ini kepada sang pencipta perihal rindu dan cinta yang aku inginkan hadir dalam hatimu atas diriku. Jika pun salah, dank au tak pernah aku temui lagi dalam hariku, yakinlah jika aku pernah mencintaimu dengan cara yang paling indah yang pernah aku berikan kepada seorang wanita indah sepertimu yaitu cinta dalam doa.

Baca Rekomendasi :   Percayalah, Allah Tidak Memisahkan Yang Baik Kecuali Digantikan Yang Lebih Baik

Saat ini aku hanya mampu berkata seperti itu, seperti doa yang sering kau ucapkan sebelum kau tidur, entah kepada siapa kau tujukan, entah nama siapa yang kau sematkan, asalkan kau bahagia dan membuat malanmu damai, disini aku selalu mengaminkannya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page