Yang Kuberi Hanyalah Hal Sederhana, Tetapi Semoga Kamu Tetap Bisa Bahagia

  • Bagikan
Yang kuberi hanyalah sederhana
Yang kuberi hanyalah sederhana

Hari-hari yang kita lewati tak melulu berjalan baik-baik saja. Kadang kala, ia membuatmu begitu sulit untuk tersenyum walau hanya sedikit saja. Dan lagi, wajahmu yang sulit menyembunyikan lara membuatku berpikir bagaimana mengembalikan bahagiamu walau hanya sedikit saja. Aku tahu beberapa hal yang kamu suka. Tapi terkadang, mereka tetap tak mampu kembalikan senyummu dengan bahagia.

Aku lebih memilih kamu yang dengan gamblangnya bercerita. Walau kadang kala, air matamu akan bercucuran kemudian. Aku tahu, kamu sering menahan laramu sendirian, menunjukkan padaku bahwa kamu adalah perempuan kuat yang tak cengeng seperti anggapan banyak orang. Sesulit apapun kamu menahannya. Bahkan, aku yang sering berkata agar kamu tak menahannya, kamu tetap berusaha terlihat tegar bahkan didepan mataku. Berhentilah menahan bebanmu sendirian, tak apa jika kamu tumpahkan. Jika akhirnya tangismu kan redakan lara, aku akan dengan sedia membiarkan bahuku basah kuyup karena tangismu jika perlu.

Baca Rekomendasi :   Ya Allah, Temukanlah Hati Ini Dengan yang Mencintaimu dan Mencintaiku Juga

Lepaskan Semua Bebanmu, Karena Menanggungnya Sendirian Takkan Buat Segalanya Menjadi Lebih Ringan

Kadang, kamu akan dengan mudahnya menceritakan kepadaku segalanya. Dari hal-hal yang mungkin sudah kamu ceritakan dahulu pertama kita bertemu, atau mungkin bagaimana lelahnya langkahmu pulang bekerja, atau sakitnya perutmu saat periodemu datang. Dan seperti biasa, aku akan dengan sedia mendengarkan semua celotehmu. Yang seringnya sambil menggebu-gebu, tertawa sebelum aku tahu apa yang membuatmu tertawa, lalu seringnya memukuliku tanpa sadar jika ceritamu begitu seru.

Yang kuberi hanyalah sederhana
Yang kuberi hanyalah sederhana

Tetapi, kamu tak begitu disetiap masalahmu. Satu waktu kutemukanmu duduk diam. Termenung. Dengan tatap begitu jauh entah kemana, dengan dahi terlipat dan muka yang begitu lesu. Kamu akan selalu berkata tidak apa-apa jika ku tanya. Lalu kemudian, mengacuhkanku kembali, menggeluti apa yang ada dalam pikirmu kini.

Baca Rekomendasi :   Yang Romantis Itu Disimpan Dalam Ruang Privat, Bukan Di Pamerkan Di Sosial Media

Memberimu jarak, memberimu waktu, untuk kamu memeluk dirimu sendiri mungkin adalah hal yang sedang kamu butuhkan. Membiarkanmu tenggelam sendirian, mengusahakan semua hal yang kamu mampu, mempercayakan segalanya padamu bahwa kamu kuat menjalaninya adalah apa yang bisa ku lakukan. Walau pada akhirnya, aku akan melihatmu menangis tersedu, begitu dalam, tetapi sayangnya kamu melarangku untuk mendekat pada waktu itu. Membiarkanmu untuk terus menangis bahkan jika hatimu menjadi teriris.

Aku Akan Terus Ada Untukmu, Jadi Kamu Boleh Mengarah Kepadaku Bagaimanapun Keadaanmu

Yang perlu kamu tahu, adalah aku yang akan selalu ada untukmu. Kamu boleh dengan bebasnya menghubungiku, berlari kearahku, menangis di bahuku jika itu memang perlu. Karena aku tahu, kadangkala aku tak mampu membantumu, atau bahkan aku seringnya membuat masalahmu menjadi lebih rumit dari biasanya. Tetapi, memastikan diriku untuk selalu ada adalah apa yang ku bisa dan ku punya. Aku akan dengan senang untuk mendengarmu bicara, karena terkadang kamu hanya perlu didengarkan. Aku akan dengan senangnya mengendarai motorku, untukmu bahkan mungkin jika hari itu aku sedang lelah. Karena aku tahu, tujuanmu hanyalah pada sebuah toko buku. Disana, tanpa perlu banyak berbicara, kamu akan temukan sedikit bahagiamu sendiri, pada sela-sela rak buku, pada aroma kertasnya yang kini menyelimuti indra penciumanmu, pada setiap kata yang kamu baca di setiap sinopsisnya.

Baca Rekomendasi :   Lima Bukti Cinta yang Bisa Membuat Pasanganmu Semakin Sayang

Mungkin, aku tak mampu membelikanmu barang-barang mewah, dengan harga yang bisa saja menghabiskan gajiku satu bulan penuh. Atau, aku mungkin tak bisa sering-sering membawamu pergi ke café, mencoba setiap café baru dengan interior lucu agar instagrammu semakin enak di lihat. Maafkan banyaknya kurangku. Hanya saja, aku akan terus berusaha semampuku, memberikan waktuku yang kamu perlukan. Semoga itu cukup untukmu. Sembari aku terus mengusahakan hal-hal terbaik yang bisa kuberikan padamu.

Segera bahagia ya, aku sudah rindu melihat senyum dan tertawamu.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page