Tak Perlu Menjadi Orang Lain Untuk Diterima, Cukup Menjadi Dirimu Apa Adanya

  • Bagikan
Menjadi diri sendiri
Menjadi diri sendiri

Kadang, kita sering memaksakan diri. Untuk diterima di suatu lingkungan yang bahkan kadangkala ia tidak cocok untuk kita. Hanya karena kita tidak ingin merasa sendirian sehingga seringnya kita memaksakan diri. Meubah diri sendiri agar bisa diterima, bahkan jika itu membuat kita kesulitan jadinya.

Lalu alih-alih berdalih pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu, pun tentang penerimaan. Rela mengorbankan diri sendiri hanya untuk menyenangkan orang lain, yang bahkan bisa saja mereka menerima tidak dengan benar-benar lapang. Karena pada akhirnya, kita tidak tahu mana yang benar-benar mau menerima kita dengan lapang atau karena ada satu dua hal yang sedang mereka perjuangkan.

Tak Perlu Lelah Memaksa Diri, Mereka Yang Menerima Akan Menyambutmu Dengan Senang Hati

Kita selalu memiliki ciri khas berbeda dengan yang lainnya. Akan ada hal-hal yang tetap saja membuat kita dibenci dan diterima oleh sebuah lingkungan. Mau tak mau, kita tetap harus menerima bagaimana respon mereka, karena kita tidak pernah dapat membahagiakan banyak orang. Membahagiakan orang lain yang kita temui di sepanjang perjalanan hidup kita. Tak ada yang salah dengan berusaha, untuk diterima. Asal kan pada akhirnya kita tidak pernah kehilangan jati diri kita yang sebenarnya.

Baca Rekomendasi :   Doa Agar Hati Tenang Menghilangkan Perasaan Sedih, Marah, Gelisah, dan Negatif
Menjadi diri sendiri
Menjadi diri sendiri via instagram.com/sdesianaa

Kadang, kita lupa. Terlalu banyak berusaha untuk diterima membuat kita menjadi abai terhadap diri sendiri. Melupakan hal-hal yang membuat diri bahagia, dan lebih terfokus membahagiakan mereka dan memposisikan diri kita agar diterima. Sayangnya, seringnya usaha kita menjadi sia-sia. Entah karena memang kita yang tidak diterima sejak awal, atau karena memang ada hal dalam dirimu yang tidak bisa cocok dengan lingkungan yang mereka bawa.

Bukankah itu wajar? Seseorang berteman dengan orang yang lain seringnya karena sebuah kecocokan. Bisa jadi karena mampunya saling melengkapi satu sama lain, atau bahkan karena memiliki sifat dan sikap yang mirip. Jadi, bisa saja, sekeras apapun berusaha, jika memang tidak diterima karena kamu yang tidak bisa cocok dengan mereka.

Baca Rekomendasi :   Tetaplah Menjadi Baik Meski Selalu Dijahatin, Karena Menjadi Jahat Tak Menjadikanmu Lebih Baik

Tak Ada Yang Salah, Perjalanan Kita Memang Seringnya Pergi Dan Singgah

Percayalah, satu waktu kita akan diterima. Di suatu tempat, pada lingkungan, oleh seseorang atau mungkin banyak orang karena diri kita yang sebenarnya. Yang tak perlu bersusah payah meubah menjadi orang lain. Yang tak perlu bersusah payah menyenangkan orang lain. Karena pada akhirnya, orang-orang akan menyadari bahwa kita diciptakan untuk saling mengisi, dengan cara-cara yang berbeda.

Seiring waktu, hidup kita yang bergeser, berganti satu demi satu meraih apa yang diidam-idamkan sejak lama. Lalu pada akhirnya apa yang telah dibangun sekian lama kini memudar. Hilang. Tak ada lagi saling isi, atau bahkan canda tawa yang dekat menemani.

Baca Rekomendasi :   Patah Hatimu Jangan Terlalu Lama. Kamu Harus Bangkit Dari Itu Semua

Jangan berkecil hati. Bukankah hidup kita hanyalah perihal singgah lalu pergi? Dan lagi, kepergian tak selamanya buruk. Kadang kala, kepergian membuka mata kita tentang hal-hal yang luput kita saksikan tatkala kita sedang bersama. Kepergian pun membukan peluang kita untuk menemukan hal-hal baru. Entah tentang diri sendiri, atau menemukan seseorang yang baru yang akan mengisi hari.

Lalu, pada akhirnya, setelah melewati perjalanan panjang ini, kita semua akan mengerti. Bahwa, kita selalu mampu menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Yang pada akhirnya akan diterima dengan lapang, tanpa perlu menyiksa diri, melupakan hal yang membuat kita bahagia dengan diri sendiri.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page