Aku Mencintaimu Apa Adanya, Sedangkan Kamu Mencintaiku Sebaliknya

0 213

Terkadang aku masih teringat bagaimana perasaan bahagiaku hari itu. Saat kamu memintaku untuk menjadi seseorang yang spesial untukmu. Hari itu, kita tertawa bersama, merayakan hari pertama kita menjadi sepasang yang lebih dari seorang teman biasa. Setelah perjalanan panjang masa pendekatan kita, yang ku pikir kamu hanya sedang mempermainkan ku saja, akhirnya hari itu, semua penilaianku kepadamu sirna. Digantikan dengan rasa bahagia yang teramat, bahwa kita kini bersama dengan sebenar-benarnya.

Sayangnya, mungkin aku yang terlalu terburu-buru menganggap rasamu seperti rasaku. Yang dengan senang hati berada disampingmu. Yang dengan tanpa keberatan untuk ikut berkorban untukmu, karena ku pikir cinta tak hanya di pikul oleh satu sisi saja. Aku juga ingin lelah. Tak hanya kamu yang hanya menjadi payah demi hubungan kita. Rupa-rupanya, kata-kata itu benar, kita tak pernah mampu tahu sedalam apa hati seorang manusia hingga kita menyelami sampai ke dasarnya.

Baca Rekomendasi :   Karena Mengekspresikan Cinta Tak Harus Pacaran. Tetap Jaga Hati Sampai Pelaminan

Ada Yang Berbeda, Ku Pikir Ini Hanya Sebuah Selingan Pada Perjalanan Rasa Kita

Aku meyakini bahwa perjalanan rasa tak pernah selancar kelihatannya. Bahkan menurut banyak orang perjalanan rasa yang lain terlihat selalu bahagia, ku pikir tidak semudah itu adanya. Akan selalu ada aral melintang, krikil-krikil kecil yang bahkan kadang kala membuat mereka ingin menyudahi hubungan saja. Sayangnya, banyak yang memilih bertahan karena mempertimbangkan banyaknya hal yang kini telah di perjuangkan.

Pun dengan aku, bersamamu adalah hal yang sulit ku bayangkan akan menjadi nyata. Ku pikir, kamu adalah hal yang memang sepantasnya ku perjuangkan setelah sekian lama. Karena itu pula, aku tak ingin buru-buru menyudahi hubungan kita. Karena ku pikir, kadang kala kita hanyalah dua orang yang sedang lelah, dan ingin merebah sebentar, menyendiri, menyelami apa yang ada dalam pikir dan hati masing-masing.

Baca Rekomendasi :   Menikah Adalah Tentang Kesiapan Lahir Batin, Bukan Sekadar Nafsu Belaka

Sayangnya, sepertinya tetap memperjuangkanmu adalah hal yang salah. Semakin lama ku rasa, ketika kamu tahu bahwa perasaanku benar adanya, kini kamu menjadi memanfaatkan segalanya. Tanpa segan meminta, bahkan tentang hal-hal yang kamu tahu tak pernah ingin ku lakukan sebelumnya. Tak jarang kamu selalu beralasan jika itu adalah tanda bahwa aku masih mencintaimu sebagaimana kataku kepadamu.

Aku Lelah, Walau Kutahu Berpisah Tak Pernah Mudah, Tetapi Hatiku Perlu Berbenah

Kamu selalu tahu bahwa aku mencintaimu. Bahkan jauh sebelum kamu memintaku untuk bersama denganmu. Hanya saja, semakin lama kita bersama, aku merasa bahwa rasa kita kini tak sejalan seperti awalnya. Aku mencintaimu dengan segala rasa, menerima segalanya yang ada pada dirimu, sembari terus berharap dan mengusahakan untuk terus menjadi versi terbaik bagi diri kita. Sayangnya, kini kamu tak sama. Rasanya, cintamu padaku hanyalah berakhir pada sebuah kata. Kata yang kini bahkan kamu sendiri tak pernah tahu bagaimana seharusnya.

Baca Rekomendasi :   Jika Tuhan Sudah Restu, Pasti Hati Mudah Bertemu dan Menyatu

Aku lelah, memperjuangkan rasa kita sendiri saja. Menopang setiap sisi sendirian, sambil terus berjalan. Melewati hari yang berat dengan sendirian. Bahkan, yang ku pikir seharusnya kamu ada, tetapi nyatanya kamu mengacuhkanku begitu saja. Aku tahu, langkah selanjutnya berat. Tetapi, melepasmu mungkin adalah hal yang seharusnya telah ku lakukan sejak lama.Setelah banyanya luka lebam yang kuterima dari rasa kita, aku perlu berbenah. Mengobati hatiku yang kamu hancurkan berulang. Yang katamu, takkan lagi kamu lukai seperti seseorang di masa lalu. Aku tahu ini perlu waktu yang tak sedikit. Tetapi, berhenti mencintaimu dan kembali menyelami diri sendiri, adalah apa yang ku perlukan kini. Pergilah, ku doakan kamu untuk mendapatkan seseorang yang mau mengertimu lebih baik dari aku. Dan kini, izinkan aku untuk kembali mencintai diriku sendiri, walau melepas bayang bahagia karenamu, tak semudah menuliskan semua rasaku disini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page