Maaf, Saat Ini Aku Tak Lagi Sendiri. Sudah Ada Penggantimu yang Aku Miliki

0 208

Hubungan kita memang sudah selesai. Kini, antara aku dan kamu tak ada lagi kata kita. Aku dan kamu sudah berjalan sendiri-sendiri. Kamu dengan kehidupan barumu, dan aku pun dengan kehidupan baruku. Kamu yang meminta hubungan kita dahulu untuk berakhir. Sudah tak ada lagi kecocokan katamu. Dan kamu pikir aku bisa dengan mudah melupakan semua tentang kita? Tentu tidak! Butuh waktu untukku agar bisa melupakan kenangan indah saat dulu kita bersama. Meskipun saat itu alasan kamu mengakhiri hubungan sebab tak ada lagi kecocokan. Bagiku, alasanmu itu terlalu klasik untuk dikatakan.

Awalnya memang berat bagiku untuk bisa menerima. Sebab aku sudah terlanjur sayang padamu. Sebab aku terlanjur jatuh hati padamu. Memintamu untuk bertahan saat itu hanyalah kesia-siaan. Karena kamu memilih untuk mengakhiri hubungan yang sudah kita jalankan. Untuk apa aku berjuang sendirian sementara kamu memilih untuk melepaskan. Kamu tahu bahwa menerima ini tak mudah untukku. Namun, setelahnya aku tersadar. Untuk apa mengharapkan seseorang yang tak lagi menaruh hatinya untukku.

Dahulu aku memang pernah mengharapkanmu. Tapi kini, aku sudah menemukan penggantimu

Photo by vjapratama ~ via https://www.pexels.com

Jujur, aku memang pernah mengharapkanmu untuk kembali padaku. Harapanku kita masih bisa bersama dan memperbaiki hubungan yang pernah berantakan itu. Tapi harapanku hanya sekedar harapanku saja. Sebab nyatanya kamu tak pernah kembali lagi padaku. Kamu tak pernah lagi datang hanya untuk sekedar bertanya kabarku. Dan aku terlambat sadar bahwa kamu tak lagi pernah menaruh peduli padaku.

Aku memang merasa bodoh saat itu. Masih saja mengharapkanmu untuk kembali. Sementara kamu jelas-jelas tak pernah memberi sinyal akan kembali. Tapi, mau bagaimana? Rasa sayangku masih ada untukmu. Hingga akhirnya aku menemukan seseorang yang baru. Sehingga aku bisa kembali membuka hati. Dan akhirnya aku bisa melupakan semua tentangmu. Melupakan semua kenangan indah saat-saat kita bersama dulu.

Harusnya saat kamu memutuskan untuk pergi aku sadar, bahwa rasamu terhadapku perlahan pudar

Alasanmu mengakhiri hubungan sebab tak ada lagi kecocokan itu masih sulit aku terima. Aku merasa bahwa itu hanyalah alasan yang kamu ada-adakan saja. Bahwa sebenarnya kamu tak lagi ada rasa padaku. Bahwa rasamu terhadapku sudah memudar. Entah lah, aku pun tak tahu. Kamu tak pernah memberi ruang untuk kita menyampaikan apa yang kita rasa. Untuk sekedar mengutarakan apa yang mulai berubah dan telah berbeda. Hingga akhirnya kamu memilih untuk meninggalkanku saja.

Kecewa? Itu tentu. Sebab kamu yang aku kenal dahulu adalah orang yang mau berjuang bersama. Tapi kini? Seakan semua itu tak lagi aku temukan padamu. Mungkin memang yang terbaik adalah membuat kita berjalan masing-masing. Sebab memintamu bertahan malah akan membuat kita tak akan bisa untuk bertahan. Karena kamu yang tak lagi sayang. Karena rasamu yang sudah perlahan hilang.

Teruntukmu, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku. Terima kasih pernah singgah, meskipun hanya sebentar. Maaf jika aku harus melupakan semua kenangan indah tentang kita. Maaf, jika saat ini aku tak lagi sendiri sebab sudah ada penggantimu yang aku miliki. Semoga kamu bisa bahagia dengan hidupmu yang baru. Dan begitupun sebaliknya denganku.    

Baca Juga : Jika Kau Ingin Pergi, Silahkan. Aku Tak Lagi Ingin Menahanmu Disini

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page