Lelaki yang Semakin Paham Agama, Akan Semakin Sayang Kepada Istri dan Anak-Anaknya

Lelaki yang baik
0 6.854

Ada pepatah mengatakan, “Tua-tua keladi, makin tua semakin menjadi.” Dengan kata lain semakin tua semakin banyak gayanya. Pepatah itu harusnya di rubah menjadi, “Tua-tua layaknya padi, semakin tua semakin sayang anak istri.” Dengan kata lain semakin bertambah umurnya semakin berintrospeksi diri, tidak lirik kanan kiri, karena ada yang perlu di sayangi yaitu anak dan istri.

Seorang muslim seharusnya semakin menambah umurnya, semakin menambah pula ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya, juga semakin sayang anak istri. Seorang muslim yang semakin menambah umurnya seharusnya, semakin fokus bersama-sama istrinya beribadah juga banyak-banyak beramal agar bisa bersama-sama meraih ridho-Nya, agar bisa bersama-sama di surga bersama-sama nantinya.

Karena seorang muslim yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik budi pekertinya dan yang paling baik terhadap istrinya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya. Dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.” (HR.Tirmidzi)

Baca Rekomendasi :   Bila Sayang Seharusnya di Pinang, Bukan di Pacarain Lalu di Tinggalkan

Kamu Tersindir Dengan Postingan Ini, Mungkin Saja Saat Ini Allah Sedang Menyentuh Hatimu Dengan Hidayah.

Ketika kamu tersindir dengan postingan satu-dua kalimat kebaikan, percayalah mungkin saja saat itu ALLAH sedang menyentuh hatimu dengan HIDAYAH . ITU TANDANYA HATIMU BELUM MATI. Bersyukurlah, Karena Allah Masih Memberi Kesempatan Bagi Hatimu Untuk Terbuka

Bersyukurlah, karena Allah masih memberi kesempatan bagi hati kita untuk terbuka, maka dari itu ketika hati memang tersindir untuk berbuat baik, lakukanlah dengan ikhlas dan merujuk hanya kepada Allah, agar ketika kita melakukannya selamanya akan tetap beristiqamah mengharap ridla Allah, bukan pujian manusia.

Bersyukurlah, Karena Allah Selalu Senantiasa Memberi Hidayahnya Kepada Kita, Sehingga Hati Dapat tersindir Akan Kebaikan Orang Lain. Saat hati tersindir akan kebaikan orang lain, ntah itu berupa ucapan ataupun berupa postingan di media sosial, karena itu artinya Allah senantiasa memberi hidayahnya kepada kita, sehingga hati dapat merasa tersindir saat orang lain melakukan sebuah kebaikan.

Baca Rekomendasi :   Halalkan Saja Aku Dulu, Masalah Harta Nanti Kita Minta Sama-Sama Kepada Allah

Bersyukurlah, Karena Bisa Jadi Saat Itulah Allah Tengah Menyentuh Hatimu Dengan Hidayah-Nya. Iya bersyukurlah, karena bisa jadi saat itulah Allah tengah menyentuh hatimu dengan hidayah-Nya. Sebab datangnya hidayah hanya Allah yang tahu, dan kamu sebagai hamba-Nya pekalah akan rasa yang demikian, dan bila memang ada yang harus diperbaiki, maka perbaikilah segera.

Allah Ta’ala berfirman:

{فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى}

“Maka jika datang kepadamu (wahai manuia) petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara (dalam hidupnya)” (QS Thaahaa: 123).

Artikel ini merupakan status di Facebook Grup Motivasi Hijrah Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page