Terima Kasih Telah Hadir Dalam Hidupku. Semoga Tuhan Selalu Berikan Bahagia Untukmu

Aku pernah ingin berhenti dari kisah asmara yang pada akhirnya hanya akan menorehkan luka lagi dan lagi. Bahkan bisa saja, luka masa lalu belum sepenuhnya kering, membekas, masih meninggalkan perih yang tak tertahankan. Lalu dengan gegabahnya karena ku pikir orang baru akan datang menyembuhkan, ternyata aku salah besar.

Lukaku semakin parah. Ia datang bagaikan bayang semu. Ada ketika entah apa yang ada di pikirnya harus ia dapati saat itu jua, lalu pergi begitu saja. Kadang kala, aku pikir untuk pergi, tetapi ia menahanku untuk tetap disini. Hingga harinya tiba, aku berani untuk melepasnya. Aku tahu, aku harus mengurus lukaku sendirian lagi nantinya. Tetapi, bertahan pada hubungan yang pada akhirnya membuatku tak baik-baik saja bukanlah pilihan yang tepat tentunya.

Kamu datang dengan cara yang aku tak tahu bagaimana. Perlahan tapi pasti hadirmu ternyata menyembuhkan luka.

Aku mungkin masih sering menangis di sudut ruangku setiap malam. Merasakan perihnya luka yang kini bersarang. Kadang, aku berpikir untuk menyudahi hidup yang Tuhan berikan, tetapi nyatanya Tuhan menyayangiku. Ia membiarkanku untuk tetap hidup dengan kasih sayangnya. Ia mengirimku kepada banyaknya orang-orang baik di luaran sana.

Hingga akhirnya, ku temukanmu. Salah satu dari mereka yang datang. Kamu tak serta merta menawarkan kebahagiaan, atau mengumbar janji bahwa kamu akan tetap ada. Lalu, tanpa sadar, aku yang terbiasa denganmu, perlahan membiarkanmu masuk dalam perasaan yang telah lama ku biarkan begitu saja. Pelan tapi pasti, kamu menggengamku, menerima semua luka dan cerita masa laluku. Tak jarang, walaupun tak bisa sesering kebanyakan orang, aku mendapat waktumu dengan porsi yang lebih, tanpa gangguan. Hanya ada kita, dan cerita yang kita bagi bersama. Entah bagaimana cara kerjanya, bersamamu walau dengan waktu yang singkat, selalu meninggalkan rasa syukur yang melekat.

Hadirnya kamu disini membuat hariku menjadi baru. Teruslah seperti itu, semoga Tuhan izinkan kita bersatu

Aku tak cukup baik. Pun aku tahu, aku tak begitu menyenangkan kadangkala kepadamu. Aku yang lebih mudah marah dan kesal, seringnya mengeluh karena mulai kewalahan, tetapi bukannya pergi, kamu malah tetap disini. Ada, dengan versi terbaikmu selalu. Hadir, mendengarkan. Kamu selalu punya cara untuk membuatku kembali baik-baik saja. Mendengarkan dengan seksama semua keluh, kesah, bahkan alasan mengapa aku marah.

Kamu akhir-akhir ini sering membuatku menangis tersedu. Mengingat bagaimana ternyata sudah begitu lama kita bersama, dan seringnya kamu ada dengan berbagai cara. Untukku. Membuatku merasa bahagia bagaimanapun caranya. Bahkan, yang ku pikir kamu akan memilih pergi karena lelah denganku, kamu tetap ada disini.

Penerimaan yang kamu lakukan untukku rasanya begitu cukup bagiku. Setelah sekian lama, setelah banyaknya luka, lalu kemudian di terima dengan begitu baiknya. Entah apa yang bisa ku berikan padamu. Untuk membalas semua rasa yang kita lalui hingga detik ini.

Aku hanya bisa berusaha mencintaimu sebaik-baiknya. Berharap bahwa takkan timbulkan masalah di kemudian hari. Walau nyatanya, seringnya aku yang mencipta pertengkaran diantara kita. Teruslah ada. Teruslah baik-baik saja. Aku hanya mampu meminta kepada Tuhan untuk terus menjagamu dan memberimu bahagia, selamanya.

Terima kasih untuk hadirmu dalam hidupku yang kelabu.