Izinkan Aku Mencintaimu Dengan Do’a, Selebihnya Biarkan Tuhan yang Menentukan

Wanita sholehah

Sejak bertemu denganmu, baris doaku rasanya semakin panjang. Ada nama-nama yang ku tambahkan pada setiap doa yang ku panjatkan. Adalah namamu dan keluargamu yang entah bagaimana tak pernah lupa ku sebut di setiap doa yang kupanjatkan disetiap waktu. Ada perasaan lain yang seringnya kurasakan tatkala aku mengingatmu, mengingat bagaimana senyummu, pun mengingat bagaimana raut wajah keluargamu. Entah bagaimana melukiskannya, tetapi mengingatmu dan keluargamu ada rasa bahagia dan haru, menyadari kamu terlahir di keluarga yang rasanya memang tempat yang tepat untukmu sebut dengan pulang.

Lagipula, aku tak tahu bagaimana cara untuk menjangkaumu, pun dengan keluargamu yang hanya ku tahu melalui ceritamu, melalui foto-foto yang ku lihat, atau bahkan beberapa video yang kamu bagikan. Dan senangnya, walau ku tahu apa yang kamu tunjukkan adalah bukan berarti kamu bahagia sepenuhnya setiap saat, tetapi bersama mereka, aku seringnya mendengar suara tawamu yang begitu lantang dan terdengar menyenangkan. Lalu, apalagi yang bisa ku lakukan selain mendoakanmu dan keluargamu, atas rasa terima kasihku betapa kamu mendapati begitu banyak cinta dan kasih sayang yang bisa ku rasakan walau hanya memperhatikan setiap ceritamu.

Menjangkaumu Seutuhnya Adalah Apa Yang Tak Bisa Sepenuhnya Ku Lakukan. Jadi Izinkanku Titipkanmu Kepada Tuhan   

Kita adalah dua orang dengan tujuan yang seringnya tak serupa. Pun dengan kesibukan dan arah langkah yang kadang kala tak membuat kita bersama. Kita adalah dua orang yang seringnya menikmati jarak, yang entah dengan sengaja atau tidak selalu tercipta diantara kita berdua. Sejujurnya, aku ingin menjadi seseorang yang selalu untukmu. Selalu membuatmu bahagia, selalu kamu cari tatkala harimu begitu bahagia atau sedang tak baik-baik saja, dan tentunya aku ingin selalu menjagamu dalam setiap waktu dan suasana.

Sayangnya, aku menyadari ketakmampuanku. Aku tak mampu terus ada karena arah langkah kita kadang kala berbeda, kadang pula kita seringnya menginginkan waktu sendiri jika memang itu terjadi. Aku juga tak mampu untuk terus membuatmu bahagia dan baik-baik saja, karena nyatanya kamulah yang seringnya selalu membuatku kembali seperti semula walaupun harimu mungkin sedang tak baik hari itu. Dan lagi, memastikanmu selalu aman dan sehat adalah apa yang tak mampu ku lakukan sepenuhnya. Selain hanya berusaha menjagamu dengan cara semampuku.

Jadi, biarkan Tuhan yang melakukan kuasanya. Menjagamu, melindungimu, menyelimutimu dengan segenap kasih dan cintanya yang tak hingga. Karena dengan mempercayakanmu kepada-Nya, pun kutemukan ketenangan yang tak terhingga.

Maaf Untuk Semua Kekuranganku. Jadi, Biarkan Do’a Yang Seringnya Ku Minta Kepada Tuhan Yang Melengkapi Segalanya  

Kadang, aku berpikir aku adalah si bebal yang dengan terusnya mencintaimu dengan banyaknya kekuranganku. Bahkan mungkin, jika dibandingkan dengan mereka yang mengelilingimu aku bukanlah apa yang seharusnya berada disampingmu. Mencintaimu dengan banyaknya kurangku adalah sebuah kekeras kepalaanku yang sejak lama ku lakukan. Bahkan, walau kadangkala aku ingin menyerah saja, esoknya aku seperti menemukan kekuatan baru untuk mencintaimu sepenuhnya. Walau ku tahu, aku tak mampu mencintaimu dengan begitu sempurna.

Terima kasih karena berkenan menerimaku. Menerima semua kekuranganku, menerima sebagaimana aku yang tak bisa mencintaimu dengan begitu baik. Jadi, izinkan aku untuk terus mencintaimu dan mendoakanmu selalu. Karena ku tahu hanya Tuhan yang mampu melengkapi segala kurangku terhadapmu. Bahkan Tuhan mampu memberimu begitu lebih dari yang bisa ku bayangkan. Semoga Tuhan pada akhirnya berkenan, menyatukan rasa yang sejak lama begitu tulus mencinta.