Kamu yang Tidak Pernah Diprediksi, Datang Membawa Mahar

0 4

Terimakasih untuk kejutan luar biasanya  aku masih merasa mimpi.  Ya kini aku sungguh merasa kerdil dihadapan Tuhan. Betapa Dia adalah pemilik segala skenario kehidupan .

Kamu adalah seseorang yang tidak pernah aku prediksi kehadirannya dalam bayangan sekalipun

Tak pernah terlintas walau hanya sebentar.  Tidak pernah sekalipun terselip nama atau rupamu dalam benak apalagi doaku. Aku sedang dekat dengannya.  Membicarakan tentang kehidupan masa depan bersama orang lain.  Memberi akses pada seseorang laki-laki untuk mengenalku lebih jauh. 

Aku meletakkan keyakinan dialah jodoh dimasa depanku.  Dialah ayah dari anak-anakku nanti. Meski hati kecilku ragu akan keseriusannya,  namun ku tepis begitu saja.  Atas dasar sudah saling mengenal dan terbuka,  semakin yakinlah aku dialah nanti kekasih masa depanku.

Tapi ternyata prediksiku salah.  Bukan dia yang datang membawa mahar.  Bukan dia yang bertamu lalu memberi kepastian pada ibu  dan bapak ku tapi kamu.  Laki-laki yang tak pernah aku tahu keberadaannya laki-laki  yang diam-diam aku abaikan.  Laki-laki yang diam-diam memantapkan hati penuh percaya diri tanpa bertanya pada si tuan rumah bersedia atau tidak,  tapi main melamar saja.  Salut sungguh aku salut pada keberanianmu. 

Kamu adalah seseorang yang membuat aku semakin yakin jodoh itu ditangan Tuhan.

Hanya Allah yang mampu membuat alur seapik ini.  Sungguh aku malu pernah berputus asa ketika doaku tak jua dijawab olehNya.

Kamu adalah bukti nyata dari doa-doa yang aku kerap suarakan pada Dzat yang Maha Mengetahui .  Seseorang yang tak pernah ku sebut namanya.  Namun selalu ku minta padaNya untuk diberi laki-laki yang ia ridhoi agamanya baik bagi kehidupanku dalam urusan agama dunia dan akhirat.  Kamulah orang yang ia ridhoi.

Baca Rekomendasi :   Mantan Hanyalah Jodoh Orang Lain yang Tak Sengaja Pernah Kita Cintai, Jadi Tak Perlu Ditangisi

Kepada laki-laki  yang tak pernah aku duga kehadirannya.  Saat kau hadir menawarkan ikatan suci dihadapan ayahku,  sungguh aku diliputi kegugupan sangat. 

Dengan caramu kamu menyakiniku.  Dengan sangat sopan kamu memberi aku kesempatan untuk memutuskan pilihan. Sungguh aku kagum pada keberanian dan kesopananmu.

Belum pernah aku seyakini.  Tapi denganmu semua terasa benar.

Bismillah aku sebut nama Tuhanku.  Ku pilih kau jadi seseorang yang aku yakini mampu menerima aku yang tak sempurna ini.  Semoga kita mampu melewati setiap fase kehidupan nanti,  tetap pegang tanganku ya,  jangan dilepas meski nanti kamu temukan sikap ku yang tak sesuai keinginanmu.

Untuk kamu lelaki yang tak pernah aku prediksi kehadirannya.  Ana uhibbuka fillah.

Baca Rekomendasi :   Bunga Pernikahan Ini Menjadi Saksi, Cinta Kita Akhirnya Menjadi Cinta Suci

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page