Tak Ada Pertemuan yang Kebetulan, Semuanya Suratan Takdir Dari Ilahi

Melukaimu via https://www.instagram.com/nesnumoto/
0 21

Kita memulainya hari ini. Hari dimana segalanya menjadi terasa berbeda setelah perbincangan hangat nan panjang beberapa waktu terakhir. Lalu pada akhirnya kita bertemu pada suatu tempat, dimana hari itu kita memiliki tujuan yang sama. Berbagi bahagia bersama mereka-mereka yang hadir disana. Hari dimana itupula menjadi pertemuan kita untuk yang pertama kalinya. Pertemuan yang bahkan seringnya jika kuingat bagaimana ceritanya, rasanya begitu menyebalkan.

Lalu, pada hari dimana kita telah melewati segala hal bersamaan, aku terkadang berpikir ulang. Bagaimana pesan siangkat itu akhirnya mempertemukan kita, hingga membawa kita pada perjalanan panjang bersama. Bagaimana berawal dari pertemuan untuk berbagi bahagia kepada orang-orang yang juga hadir disana membuat kita sering merasa bahagia bersama hingga perjalanan panjang yang kita lewati bersama. Tetapi hal yang ku yakini adalah, pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan saja. Ia selalu membawa maksud, yang bahkan hingga akhir nanti kita hanya mampu menerka-nerka maksud Tuhan yang sebenarnya.

Baca Rekomendasi :   Ku Berhenti Mendoakanmu Karena Aku Tak Ingin Kecewa Lagi Dalam Penantian

Pertemuan Kita Berawal Dari Keteledoranku Yang Tak Disengaja. Tapi Pada Akhirnya Aku Mensyukuri Segala Hal Yang Telah Terjadi.

Kala itu, seseorang menawariku pengalaman baru. Yang pada akhirnya menjadi jembatan kita berjumpa di suatu waktu dan tempat terbaik yang pernah ada. Tanpa kupikir panjang, aku mengiyakan tawarannya. Mungkin saja, jika hari itu aku berpikir terlalu lama dan merasa berat karena apa yang harus kulakukan sebelumnya, pertemuan kita tak akan pernah terjadi. Pun tentang kebersamaan kita hingga hari ini.

Melukaimu
Pertemuan via https://www.instagram.com/nesnumoto/

Aku tak pernah lupa bagaimana segalanya terjadi diantara kita. Perkenalan kita di malam harinya setelah kamu memastikanku untuk benar-benar bergabung bersama di hari kita berbagi bahagia kepada mereka. Bahkan kadang kala aku masih mampu dibuat tersenyum bahagia, mengingat setiap kata yang kita kirimkan pada perkenalan pertama. Lalu pada akhirnya, kita saling mengenal satu dengan lainnya.

Baca Rekomendasi :   Ternyata Tuhan Mempertemukan Aku Denganmu Ada Maksud Dibalik Semua Itu

Adalah Campur Tangan Tuhan Yang Membuat Kita Bersama. Biarkan Nanti Pada Akhirnya Ia Yang Menentukan Kita Berakhir Seperti Apa.

Tak ada yang kebetulan, karena apa yang terjadi adalah kuasa Tuhan.

Aku selalu mempercayai kata-kata itu. Karena Tuhanlah yang mengatur segalanya. Pun tentang pertemuan yang akhirnya terjadi diantara kita berdua. Yang pasti, aku tak pernah menyesali pertemuan dan segala hal yang terjadi setelahnya diantara kita. lagi pula, kedatanganmu dalam hidupku menjadikan segalanya terasa berbeda. Entah sengaja atau tidak, hadirmu membawa perspektif baru, membuat memiliki pola pikir yang baru. Kamu mengajariku banyak hal. Memandang masalah dari sudut pandang lain. Atau bahkan membuatku tak lagi menatap hal yang sama pada orang lain padahal tentunya mereka sangat berbeda.

Baca Rekomendasi :   Untukmu Gadis Impianku, Aku Akan Setia Mencintaimu Meski Hanya Lewat Doa

Ah, entalah. Aku tak lagi mampu menghitung. Seberapa banyak yang akhirnya terjadi setelah pertemuan kita hingga detik ini. Karena setiap halnya membuat kita menjadi dua orang yang baru, yang pada akhirnya menjadi lebih mengenali satu dengan lainnya. Pertemuan kita selalu memiliki maksud tertentu. Tanpa sadar, mengubah kita menjadi pribadi dengan versi terbaik yang kita miliki. Aku tak tahu, akan berakhir seperti apa pertemuan kita pada akhirnya.

Karena lagi-lagi hanya Tuhanlah yang mampu memberikan kuasa-Nya. Biarkan segalanya terjadi sesuai kehendaknya. Setidaknya, dipertemukan denganmu adalah apa yang membuatku kini semakin bersyukur pada akhirnya. Karena denganmu, baris doaku kini semakin panjang. Karena denganmu pula, ada mimpi-mimpi yang sempat redup kini kembali menjadi begitu terang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page