Jika Dia Menerima Kekuranganmu, Berarti Dia Pasangan yang Setia

Pasangan yang setia

Setiap pernikahan pasti memiliki cerita dan warna tersendiri, sehingga setiap orang yang menikah pasti memiliki cerita yang berbeda, begitu pun dengan permasalahan yang dihadapi tentu akan berubah. Sebagaimana kisah seorang perempuan yang menceritakan kisah pertemuannya dengan sang suami. Sang suami jatuh cinta pada pandangan pertama dan berharap bahwa ia akan menjadi jodohnya dan mungkin karena itulah takdirnya sehingga mereka benar-benar menikah.

Perkanalan yang terbilang singkat, disamping mereka sama-sama merasa cocok dan sudah dewasa sehingga sebluan kemudian ia dipernalkan kepada keluarganya dan orang tua sia pria pun menyukai perempuan tersebut. Sehingga kedua orang tua mereka sama-sama bertemu untuk menentukan tanggal pertunangan, akan tetapi untuk menuju pada hari bahagia itulah ada sebuah masalah.

Tiga hari sebelum melangsungkan pernikahan sang perempuan mengalami kecelakaan dan mukanya terkena aspal.

Ia pun merasa stres karena acara pertunangannya hanya tinggal hitungan hari, ingin mengundurkan hari pertunangannya pun tidak mungkin karena semua perisapan sudah dilakukan. Namun mencari bebagai cara akhirnya acara pertunangan mereka berjalan dengan lancar.

Baca Rekomendasi :   Aku Pamit Bukan Karena Kalah Berjuang tapi Aku Sadar Bukan Aku yang Kamu Inginkan
Pasangan yang setia
Pasangan yang setia

Setelah acara pertunangan lancar maka tinggal menentukan tanggal pernikahan yang terbilang cukup lama karena masih berdiskusi dnegan beberapa pihak.vSang pria mengizinkan perempuan tersebut bekerja hingga hari pernikahan tersebut tiba. Namun yang menjadi masalah adalah akibat dari kecelakaan tersebut salah satu matannya terasa panas ketika menatap komputer namun ketika periksa kedokter hasilnya hanya iritasi saja.

Ujian Itu Datang, Perempuan tetap bekerja seperti semula, namun penglihatannya semakin memburuk karena matanya terasa semakin perih dan sakit.

Sudah berkonsultasi ke dokter namun tak ada hasil hingga berobat alternatif pun tetap tidak membaik. Hingga ia mengundurkan diri dari pekerjaannya karena ingin fokus pada pekerjaannya. Ia dirujuk ke rumah sakit besar setalah dilakukan pemeriksaan ternyata lensa matanya pecah sehingga menyebabkan matanya tidak bisa melihat lagi.

Ia pun harus segera dioperasi karena bola matanya berisi cairan akan tetapi setelah operasi bola matanya akan semakin mengecil dan tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Ia pun merasa putus asa dengan masalah yang ia hadapi. Ia sering menangis meratapi yang terjadi, orang tuanya selalu menguatkan dia walau orang tuanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Baca Rekomendasi :   Jodoh Itu Telah Tertulis Di Lauhul Mahfudz, Kenapa Khawatir? Sebab Janji Allah Itu Pasti

Orang tuanya menyarankan agar tidak memberi tahu keadaannya yang sebenarnya karena ia takut kalau calon suaminya akan membatalkan pernikahannya.

Selama dirumah sakit calon suaminya juga calon mertuanya selalu menemaninya meskipun kebenarannya tidak diungkap. Hingga pernikahannya diundur satu tahun lagi hingga kondisinya pulih. Selama itu pula waktunya dijadikan untuk mempersiapkan hari kebahgaiaan, mulai dari memesan baju, dkorasi dan katering. Walau sang perempuan menginginkan pernikahan yang dihadiri pihak keluarga saja namun nyatanya tidak mungkin jika melihat dari keluarga calon suaminya juga ingin mengundang keluarganya.

Mendapat Suami Terbaik, Ia hanya bisa pasrah dengan keadaannya, ia selalu menguatkan dirinya sendiri ketika hari pernikahan itu tiba.

Didalam hatinya pun merasa khawatir, namun ada kabar gembira dari calon suaminya bahwa temannya juga mengalami hal yang sama sehingga ia disarankan untuk memakai protesa seperti mata tiruan walau tidak membantu namun setidaknya membuat ia merasa percaya diri.

Baca Rekomendasi :   Bila Cinta, Ikat Saja Dengan Doa Lalu Akad Bukan Dengan Kata Mesra

Hari semakin berlalu dan hari pernikahannya sudah semakin dekat, semua persiapannya sudah dilakukan namun ia merasa ada yang mengganjal karena ia tidak jujur. Ia merasa berdosa jika tidak jujur dan baginya pernikahan yang tidak dilandasi dengan keujuran tidak akan pernah bahagia justri akan mendatangkan mala petaka. Hingga ia membulatkan tekad untuk mengatakan yang sejujurnya bahwa sebenarnya mata kananya tidak bisa melihat lagi.

Ia benar-benar pasrah jika tunangannya mencari perempuan lain. Namun ternyata sang tunangan sudah menegtahui sejak awal dan ia bersedia menerima apapun keadaannya. Ia pun menangis haru dan bersyukur. Dan Kini pun pernikahannya sudah berjalan selama satu tahun setengah. Ia merasa beruntung dan sangat bersyukur karena dikarunia suami yang Terbaik oleh Allah. [fimela.com]