Astagfirulloh, Sertifikasi Pernikahan Berpotensi Jadi Ladang Korupsi Baru

Menikah dengan bahagia
0 15

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mempertanyakan wacana pemerintah untuk membuat sertifikasi perkawinan sebagai syarat calon pasangan suami istri sebelum menikah. Sebab menurutnya, pendekatan tersebut merupakan pendekatan formal yang justru berbelit dan berpotensi menimbulkan masalah baru yakni maraknya praktik korupsi.

“Kalau pendekatannya formal seperti itu, kalau sertifikat kan pendekatan formal, itu nanti orang akan membeli sertifikat. Tapi kalau pendekatannya perilaku, menjadikan orang untuk penyadaran ya silakan saja,” kata Marwan, Kamis (14/11/2019).

“Makanya kalau mau nikah itu ada khutbah nikah. Tapi kalau pendekatannya sudah ada sertifikasi maka itu akan semakin gampang menjadi ladang korupsi baru. Orang akan berbondong-bondong beli sertifikat,” sambungnya.

Baca Rekomendasi :   Jadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup! Bantu Sebar!

Politikus PKB ini mengatakan, kalau tujuannya adalah untuk memberikan bimbingan maka hal itu tidak perlu dengan program sertifikasi. Apalagi, dalam hal formal juga sudah ada surat nikah. Dalam setiap pernikahan juga sudah ada khutbah nikah yang isinya nasihat-nasihat perkawinan.

Mengenai alasan untuk menekan angka perceraian, Marwan justru menanyakan apakah sudah ada survei yang dilakukan bahwa pemicu perceraian karena sebelumnya belum mendapatkan pemahaman mengenai pernikahan.

“Kalau pendekatannya sesaat hanya menuju pernikahan, itu sama fungsinya dengan khutbah nikah. Pendekatannya seperti itu, dalam hal-hal sakral urusan agama kok diformalkan. Kalau masalah administrasi kan sudah nikah. Itu birokrasi baru yang berbelit. Percayalah orang akan berburu sertifikat dan menjadi lading korupsi baru,” paparnya.

Baca Rekomendasi :   Kisah Nyata: Curhatan Seorang Guru yang Jauh dari Kata Mapan

Di sisi lain, Marwan mempertanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendi yang mengurusi masalah program teknis.

“Enggak usah diurusilah. Itu urusan Kemenag. Nanti tumpang tindih dengan urusan pakaian ASN dan lainnya. Menko itu urusannya mengkoordinasikan. Itu program Kementerian Agama,” katanya.

Sumber Artikel : https://nasional.sindonews.com/read/1458813/13/sertifikasi-pernikahan-berpotensi-jadi-ladang-korupsi-baru-1573724945

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page