Meski Tanpa Status, Kuyakin Hubungan Ini Berlabuh Kepelaminan Dengan Restu Ilahi

  • Bagikan
JODOH PASTI BERTEMU
JODOH PASTI BERTEMU

Bersamamu menjadi sebuah kebiasaan baru. Kadangkala aku menanti waktu untuk mengunjungimu, memastikanmu bahwa kamu begitu baik-baik saja hari itu. Walau ku tahu, kamu telah melewati hari berat tatkala tak bersamaku. Bertemu denganmu seperti sebuah mimpi menjadi nyata. Aku tak pernah merencakannya. Bahkan, berharap hadirmu datang dalam mimpi pun rasanya tidak. Aku terlalu lelah. Tak ingin lagi luka lama menghantui setelah sekian lama berjuang sendiri.

Lalu, bertemu denganmu. Walau tak serta merta membuatku terbuka segalanya tentangmu, tapi kutemukan damai dan bahagia disitu. Pada hal-hal sederhana yang kita lewati bersama. Pada setiap cerita yang kita ukir sejak perkenalan pertama. Atau bahkan, pada hembusan angin malam, ramainya bintang di langit, dan kita yang tak sedang bersama namun tetap memastikan untuk saling baik-baik saja. Aku tak ingin segalanya begitu terburu-buru. Tetapi, ku sadari, jauh di dalam lubuk hati paling dalam, ada suara yang menggetarkan, berdegup kencang, menari-nari tatkala hari berganti dan masih kutemuimu kini.

Baca Rekomendasi :   Buktikan Bahwa Tanpanya Kamu Baik Baik Saja Bahkan Lebih Bahagia

Nyaman, Adalah Hal Pertama Yang Ku Rasakan. Hingga Aku Lupa Bahwa Telah Sejauh Ini Kita Tak Bernama

Adalah “nyaman” sebuah kata yang mampu menggambarkan segalanya tentang kita. Bertemu, lalu seringnya bersama. Bercerita, berkeluh kesah dan berbagi bahagia. Atau sebenarnya ada kata yang lebih pantas ketimbang hanya “nyaman” yang seharusnya begitu tepat mewakili kita sebenarnya. Tetapi, sejak hadirmu membawa rasa nyaman yang lama tak kurasakan. Kau tahu? Bahwa ku temukan bahagia pada setiap kepingan kata yang kita kirimkan satu dengan yang lainnya. Pada setiap nada suara yang kita saling dengarkan pada saat-saat berharga yang jarang kita temukan. Pada setiap diam yang menenangkan. Pada setiap peluk yang menguatkan.

Kutemukan hal-hal besar yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Diterima dengan begitu lapang dengan sepaket kelebihan dan kekurangan. Merasakan tulusnya perasaan yang bahkan ku pikir tak pernah lagi kudapatkan setelah masa lalu yang kelam. Lalu, sekian lama kita bersama, dengan entah bagaimana bermula, kita menjalaninya tanpa nama. Membiarkan segalanya berjalan apa adanya. Tanpa memasangkan label apa-apa seperti kebanyakan orang pada umumnya.

Baca Rekomendasi :   Tugasmu Hanya Taat, Selebihnya Biarkan Allah yang Menentukan Skenario Hidupmu

Bukan Ku Tak Berani Ungkapkan. Hanya Saja, Aku Mempunyai Cara Berbeda Untuk Menunjukkan Rasa.

Jika keseriusan menurut mereka harus selalu dengan sebuah label nama, aku tak pernah sepakat dengan itu adanya. Biarkan masa perkenalan ini, kita jalani dengan rasa bebas tanpa beban yang berat. Yang tetap mau saling berkomitmen, menjaga satu dengan yang lainnya. Yang menjadikan kita lebih terbuka, tanpa perlu merasa canggung hanya karena ingin terlihat sempurna. Senangnya, kutemukanmu yang berpikiran terbuka. Yang tetap menerimaku walau kita tak memiliki nama entah itu apa. Yang saling mempercayai satu dengan yang lainnya, yang saling percaya untuk berusaha tak lagi ciptakan luka.

Menemukanmu, diterima olehmu. Ku rasa seperti temukan rumah yang sejak lama telah hilang bersama waktu yang terus berputar. Meninggalkan jejak luka dan trauma yang entah kapan kan hilang seutuhnya. Setelah hari itu,aku tak lagi percaya akan kata-kata cinta yang berterbangan dengan mudahnya. Yang tak ada rasa disetiap barisnya. Yang hanya pemanis agar kembali pada peluk yang membuat remuk. Biarlah segalanya kita rayakan dalam euphoria bersama. Dengan cara yang berbeda dengan yang lainnya. Tak perlu terlalu gaduh. Biarkan riuh bahagia, tawa, serta tangis luka tentang kita bersama, kita rasakan tanpa perlu mereka tahu bagaimana adanya.

Baca Rekomendasi :   Menangislah Agar Tenang Lalu Bangkitlah Sebab Ada Bahagia Yang Harus Dikejar

Karena kita yang tak bernama, bukan berarti dengan mudah pergi begitu saja.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page