Apa Aku Harus Bilang Aku Cemburu agar Kamu Paham?

  • Bagikan

Aku kewalahan. Saat rasa ini tiba-tiba hadir dalam rasa. Membuatku terasa seperti seorang pecundang yang kalah. Lelah. Tak mampu melakukan apa-apa. Aku menimbang-nimbang semua sebab yang tiba, bertanya mengapa seperti ini rasanya. Menyesakkan. Entah kamu tahu atau tidak. Entah kamupun sengaja melakukannya atau tidak. Kau terlihat baik-baik saja setelah melakukannya. Sedangkan aku, kini menjadi seseorang yang bertanya aku ini apa.

Mereka bilang ini cemburu. Tidak. Aku tidak mau mengakuinya jika ini cemburu. Karena ku pikir, aku tak sedalam itu jatuh cinta kepadamu. Seseorang yang bahkan baru beberapa bulan terakhir masuk kedalam hidupku. Menjadi rumah yang begitu menenangkan tatkala badai datang. Yang memeluk erat memberikan hangat dibalik ramainya kehidupan yang membuat bising tak karuan.

Ku pikir, ego dan gengsi yang kemudian ku buat semakin besar. Menampik segala rasa tak nyaman ini yang datang membuatku merasa baik-baik saja kemudian. Tapi nyatanya tidak. Perasaan ini semakin lama membuatku kewalahan. Aku tak mengerti apa yang terjadi kemudian. Perasaan cemburu ini yang semakin lama membuatku memilih diam tanpa kata. Berharap kamu, sebagai pelakunya sadar kemudian, lalu menjelaskan segalanya.

Baca Rekomendasi :   Patah Hati Tak Lantas Membuatmu Harus Berhenti Membuka Diri

Aku Tak Tahu Apakah Aku Pantas Mengatakannya. Tetapi Semakin Lama Aku Memilih Bungkam, Perasaan Ini Semakin Membuatku Sakit Tak Karuan

Kita hanyalah dua insan yang tiba-tiba saja dekat. Kadang merasakan rindu yang tak tahu karena apa jika beberapa waktu kita tak lagi bertemu. Pun orang-orang yang datang dalam kehidupan kita adalah orang yang berbeda-beda. Yang tentunya, kita tak pernah tahu yang sebenarnya seperti apa kita menganggap mereka diantara kita. Aku sadar, cemburu itu hadir tatkala seseorang yang ku anggap lebih menarik untukmu dari pada aku mampu menarikmu begitu dalam. Membuatmu terkagum-kagum terhadap apa yang ia tampakkan. Sedangkan aku, yang mencoba segala cara, rasanya tak kutemukan apa yang menarik bagimu di sela-selanya.

Aku tak ingin mengatakannya kepadamu. Bagaimana tak nyamannya cemburu ini yang hadir begitu saja. Walau ia begitu menyiksa. Walau ia membuatku tak mampu melakukan apa-apa selain menyalahkan diriku sendiri, dan berpikir harus seperti apa agar aku mampu membuatmu bangga. Ku pikir, aku mampu mengatasinya. Rasa cemburu yang telah lama tak lagi kurasakan sejak terakhir kali ku merasakan apa itu yang mereka bilang cinta. Tetapi nyatanya, diamku tak meubah apa-apa. Semakin sering ingatan itu datang, semakin dalam cemburu ini menorehkan luka.

Baca Rekomendasi :   Ketika Kamu Begitu Sedih Saat Berpisah, Sudahkah, Kamu Menghargai Pertemuan Itu Sepenuh Hatimu?

Izinkan Aku Mengatakan Rasanya Kepadamu. Entah Bagaimana Pikirmu, Asal Tak Lagi Kurasakan Sakit Yang Melanda Karena Cemburu

Aku menimbang segalanya. Mana yang tak mampu ku tanggung kemudian pada akhirnya. Karena ku pikir, kamu perlu tahu bagaimana rasanya cemburu yang membuatku akhir-akhir ini tak berani menanggapimu. Jika pada akhirnya aku harus pergi karena ada sesuatu yang tak ku ketahui, biarlah jika memang itu yang harus ku tanggung ini. Karena setidaknya, aku tak membawa serta perasaan tak nyaman hanya karena cemburu pada apa yang tak ku ketahui.

Di hadapanmu, aku tak tahu harus mengatakannya seperti apa. Egoku yang tinggi berbisik agar aku tak begitu kentara memiliki rasa yang dalam kepadamu. Tetapi pada akhirnya, aku yang tak mampu lagi membendung air mata, membuatku sesenggukan dihadapmu. Bercerita sambil menahan lara yang akhir-akhir ini kurasa. Mengakui bahwa cemburu ini membuatku tak mampu lagi harus melakukan apa agar aku baik-baik saja.

Baca Rekomendasi :   Jika Memang Aku Masih Bagian Dari Masa Depanmu Kelak. Pasti Ada Jalannya Kita Dipertemukan Lagi

Terima kasih karena datang dan mau mendengarkan. Walau pada akhirnya, cemburuku hanya berakhir tertawa pada dirimu, karena katamu aku cemburu buta. Terima kasih karena kamu masih sedia menjelaskan segalanya kepadaku dan mengerti rasa ini begitu tak mengenakkan adanya. Dan pada akhirnya, cemburu yang terucap membuatku menjadi lega, pun masih menemukanmu disampingku hingga kini adalah apa yang harus ku syukuri akhirnya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page