Pertengkaran Itu Bumbu Cinta, Jadi Nikmati Saja dan Saling Mengalah Jadi Kuncinya

  • Bagikan
suami istri
suami istri via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/

Aku tak pernah membayangkan akan bertemu denganmu. Lalu, sebuah perkenalan, berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya membuat kita kini menjadi dua orang yang memiliki tempat dimasing-masing rasa. Aku tak pernah terpikirkan sebelumnya, seseorang sepertiku akan bersamamu. Katanya, cinta adalah apa yang disebut dengan saling melengkapi. Lalu, sempat ku pikir bahwa seseorang yang kucintai adalah ia yang memiliki sifat yang berbeda denganku. Yang karenannya, ia akan melengkapiku.

Ku pikir, aku akan bertemu dengan seseorang yang memiliki kepekaan yang tinggi, karena kata mereka aku terlalu tidak peka. Bahkan kadang kala aku tak berperasaan. Yang seringkali mengkhawatirkanku karena seringnya aku memilih untuk bepergian sendiri . Yang bisa saja, tanpa ku katakana apa-apa, harusnya kamu mengerti bagaimana keadaanku sebenarnya. Hanya saja, entah mengapa aku tak menemukannya. Ku pikir ada sesuatu yang salah, tetapi ternyata tidak. Karena cinta bisa datang kepada siapa saja, atau bahkan kepada ia yang tak berperasaan sekalipun adanya.

Baca Rekomendasi :   4 Fakta Wanita Lebih Memilih-Milih Pasangan Dibanding Pria, Sabar Ya Bro!

Pertengkaran Kita Tak Pernah Dapat Terelakkan. Yang Kadang Kala, Aku Ingin Berhenti Untuk Bertahan.

Aku yang tidak peka, berakhir denganmu dengan kadar ketidakpekaan lebih tinggi dariku. Lalu, aku berpikir mungkin ini rasanya menjadi mereka yang harus bersamaku, seseorang tak berperasaan sepertiku. Kita yang bukannya saling mengisi, karena beberapa hal memiliki kemiripan yang berarti, membuat pertengkaran tak terelakkan lagi. Tatkala aku ingin dimengerti tanpa berkata. Tatkala aku ingin kamu tahu bahwa kadang kala aku merasa cemburu karena mereka. Sayangnya, kamu tidak tahu. Tatkala lelah melanda, dan yang kuinginkan adalah hadirmu, seringnya kamu tak menyadari itu.

Tak pelak pertengkaran kecil selalu datang. Aku yang dengan ego besar dan tak ingin mengatakannya dan kamu yang tak sadar atas apa yang terjadi diantara kita. Bahkan tak hanya tentang peka, kadang kala pertengkaran itu hadir tatkala aku yang mulai merasa bahwa kamu berbeda. Saat ketidakpercayaan diriku hadir karena aku merasa tak mampu melakukan apa-apa untukmu.Tatkala aku yang tak lagi merasa begitu berarti bagimu karena sikapmu kepadaku.

Jatuh cinta kepada seseorang yang lebih tak peka ternyata rasanya melelahkan. Bahkan kadangkala, aku ingin berhenti bertahan karena ku pikir kita yang tak sejalan. Karena kadangkala, rasanya aku menjalani ini semua sendirian.

Baca Rekomendasi :   Lelaki Baik Tak Akan Mengajakmu Pacaran Melainkan Walimah

Ada Rindu Setelah Pertengkaran Datang. Komunikasilah Yang Akhirnya Menjadi Titik Terang.

Apa yang salah? Aku selalu berpikir demikian. Tatkala suatu waktu, aku tak mampu membendung amarah yang datang tak tertahankan. Harusnya, sebelum kita melangkah sejauh ini, kita saling mengenal satu dengan yang lain. Yang saling memaklumi bagaimana sifat kita masing-masing. Aku ingin percaya bahwa tatkala pertengkaran itu datang lalu ku pikir aku memang jatuh sendirian. Sayangnya, saat itu terjadi, kamu selalu menjadi seseorang yang mengerti. Yang menyediakan waktu untuk mendengar dengan sabar, yang menanggapiku dengan perasaan penuh kasih sayang.

Aku rindu. Adalah rasa yang seringnya hadir setelah kita bertengkar. Lalu, masih kutemukanmu. Seseorang dengan ketidakpekaannya, merentangkan tangan lalu memelukku begitu dalam. Aku masih temukan rumah yang akhir-akhir ini menjadi tempat pulangku ternyaman. Dalam peluk hangat itu, ku rebahkan segala lelah. Bahkan air mata kadang kala tumpah.

Baca Rekomendasi :   Soal Siapa Nanti yang Akan Menjadi Jodohku, Semua Ku Serahkan Kepada-Nya

Pertengkaran memang tak pernah mampu terelakkan. Entah dengan siapa pada akhirnya kita akan dipasangkan. Atau bahkan kepada seseorang yang kita pikir sangat ideal. Karena kadangkala, pertengkaran hanyalah pemanis dari cerita panjang yang kadang melelahkan dan membuat bosan. Bagaimanapun ia datang, harusnya segalanya diperbincangkan. Karena kita adalah dua manusia yang berbeda cara pandang, yang tak serta merta paham apa yang terjadi di sekitar.

Tatkala pertengkaran itu datang, katakanlah. Memperbesar ego dan keinginan untuk dimengerti tanpa memberi tahu, tak akan membuat segalanya kembali berbaikan.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page