Terima Kasih Karena Telah Datang, Menemaniku Melewati Banyak Cerita Kehidupan

Melupakan mantan kekasih

Dear, kamu. Pertemuan kita yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya, kini menjadi sesuatu hal yang seringnya memberiku bahagia. Walau tak lepas, kadang kala tetap ada luka dan emosi didalamnya. Tetapi,bukankah itu semua menjadi bagian lain yang membuat kita menjadi saling mengerti satu sama lain? Kita yang memiliki begitu banyak perbedaan. Memiliki beragam sudut pandang, bahkan cara bagaimana kita merespon satu sama lain yang tak pernah bisa di samakan.

Aku yang sempat ingin berhenti, dari setiap usaha tentang cerita kita, yang mampu sampai pada titik ini. Kadang kala, perbedaan kita yang begitu besar membuatku merasa tak mampu mengimbangimu seutuhnya. Aku kewalahan. Sempat ku bilang, mungkin arena kita berbeda, hingga rasanya kita tak mungkin mampu bersama-sama dalam waktu lama. Segalanya terasa begitu bertolak belakang. Aku yang kadang merasa begitu kelelahan, tetapi di sisi lain, ku temukan rumah sepertimu adalah apa yang harus ku perjuangkan hingga akhir. Lalu, tatkala aku ingin berhenti, aku mengingat katamu,, bahwa

Perbedaan tak pernah menjadi penghalang. Karena kita menjadi saling isi, melengkapi satu dengan yang lain

Saling Mengerti Dan Komunikasi Yang Menjadikan Kita Sampai Sejauh Ini. Walau Kadangkala Segalanya Terasa Begitu Tak Mudah

Bermula pada perbedaan, kita menjadi saling mengenal. Berbicang tentang banyak hal yang kadang tak sesuai dengan perasaan. Menyamakan setiap pola pikir yang ada, mengerti satu dengan lainnya. Bahkan, sikap kita yang berbeda, dalam banyak hal, membuat kita menjadi belajar lebih banyak tentang arti saling mengerti dan memahami satu dengan lainnya. Walau nyatanya, segalanya tak pernah mudah. Amarah dan ego yang tak mau mengalah. Atau kadangkala, mungkin kita yang terlalu sibuk dan tenggelam, hingga lupa bahwa di sudut sana ada yang menanti kabar dengan penuh kekhawatiran.

Baca Rekomendasi :   Aku Mencintaimu Dalam Diam, Karena Jatuh Cinta Bukanlah Sebuah Rencana

Pertengkaran sering tak mampu kita elakkan. Kamu si pendengar lebih sering memberiku waktu untuk mengungkapkan segala hal. Perlahan mengerti, dan memahami. Seringnya yang mampu meredam amarah yang meluap-luap tak tentu arah. Kamu si pendengar yang selalu dengan sabar, tidak tergesa-gesa membuat segalanya menjadi lebih tenang tatkala pertengkaran itu datang. Memberi jeda, membuat segalanya terasa lega, lalu mengungkapkan semua. Perbedaan kita yang begitu besar, semakin lama terasa tak lagi begitu berarti tatkala kita saling berusaha mengisi satu dengan lainnya, mengerti bagaimana salah satu dari kita seharusnya.

Hadirmu Membuat Hidupku Memiliki Cerita Yang Tak Biasa. Aku Berharap Perjalanan Kita Tak Kan Berakhir Saling Meninggalkan Luka   

Sejak pertama pesanmu datang hari itu, lalu berlanjut dengan banyak perbincangan lainnya. Membuatku merasakan hal yang berbeda. Pun ditambah dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya. Menghabiskan waktu bersama, melewati banyak judul film yang seru, tetap ada tatkala hal berat itu datang menimpa. Sering ku temukanmu di berbagai suasana. Hadirmu membuat segalanya terasa begitu lengkap adanya. Yang menjadi saling menguatkan, yang mendengar, yang tetap ada bahkan saat duka terdalam. Kamu datang dengan banyak hal baik yang mampu membuatku menjadi versi lebih baik. Mengajariku bahwa kita tak mampu menyamakan semua penilaian terhadap satu dengan lainnya. Mengajariku bagaimana memeluk diri tatkala masalah tiba. Mendukung setiap hal baik yang sedang dan yang tengah ku rencakan.

Baca Rekomendasi :   Maafkan Aku yang Harus Pergi, Karena Cinta Bukanlah Berjuang Sendiri

Diterima begitu baik olehmu. Setelah begitu banyaknya hal yang datang dan berlalu. Yang masih dengan mudahnya menemukanmu, adalah hal yang seringnya membuatku merasa bahagia di sudut ruang tatkala aku sedang merasa tak mampu apa-apa. Terima kasih karena telah hadir dan memberikan segalanya. Maafkan aku yang jauh dari sempurna. Semoga segala hal baik selalu datang kepadamu, dan kasih sayang Tuhan yang tak pernah henti menyelimutimu. Karena ku pikir, aku tak mampu memberimu hal yang serupa. Hanya harap dan do’a, serta berusaha untuk tidak membuatmu terluka.