Tuhan Selalu Punya Alasan TerbaikNya. Kenapa Kita Dipertemukan Lalu Dipisahkan

Cinta terakhirmu
0 152

Selepas apapun namanya yang pernah membuat kita dekat. Tuhan selalu punya alasan terbaikNya. Kenapa kita hanya sebatas dipertemukan dan “pernah dekat” lalu berjauhan. Kenapa kita berjarak setelah sebelumnya seolah tak ada sekat. Kenapa kini seolah menjadi asing setelah sebelumnya terkesan ‘hangat’. Sebab Tuhan sedang menjaga kita untuk tidak terjebak pada hubungan tanpa status yang penuh kebohongan. Sebab mungkin Tuhan sangat menyayangi kita untuk tidak larut dan patah pada perasaan yang belum jelas muaranya.

Aku pernah berucap padamu. Beri aku kepastian jika tidak mampu maka tinggalkan sebab diriku bukan tempat ‘uji coba’. Kepastian yang ku maksud bukan janji yang terucap dari lisanmu tapi ‘pembuktian’ dengan kamu bertemu kedua orangtuaku. Pulanglah jika kamu datang hanya membawa nafsu. Pulanglah jika niatmu hanya sekedar membunuh rasa penasaranmu padaku.

Pergilah jika kamu belum bisa memberi jawaban. Jika nanti kamu berubah pikiran dan ingin kembali, akan aku persilahkan.

Tapi maaf aku tidak bisa memberi kepastian apakah hatiku masih kosong seperti dulu atau telah terisi nama seseorang dan itu bukan kamu. Menjauhlah jika kamu belum siap menerima aku dengan segala kelemahanku. Sebab aku ingin seseorang yang mampu menerima aku apa adanya diriku tanpa perlu menjadi oranglain.

Jangan membuat aku jatuh cinta jika kamu tidak berniat menikahi. Tidak perlu memancing perasaanku jika tidak bertekad sampai akad. Tak perlu menawar kenyamanan bila berakhir hanya sebatas berteman. Berhentilah menarik ulur hatiku meyakiniku seolah akulah satu-satunya yang kamu perjuangkan. Hingga aku terus mengulur waktu untuk pergi melepaskan.

Hidup harus tetap berjalan, denganmu atau tanpamu. Aku mengenal diriku kapan ia akan berjuang dan siap melepaskan.

Aku belajar peka sebelum harapan tumbuh terlalu tinggi lalu kenyataan menghempasku jatuh berkeping-keping. Aku menjauh tepatnya menghilang sebelum hatiku dipatahkan hingga tak berbentuk. Hidupku akan tetap berjalan bersamamu ataupun tanpamu.

Melepaskan tidak selamanya buruk. Ada ruang bagiku untuk berbenah. Menata kembali kesiapanku. Menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Menyibukkan diri dengan banyak rutinitas yang penuh kebermanfaatan. Fokus kembali pada ‘tujuan-tujuan’ yang ingin aku capai sebelum kamu mengacaukannya.

Aku tak ingin menunggu dan tak ingin bertanggungjawab atas perasaanmu.

Aku tak ingin membuang waktuku dengan sia-sia. Semua perihal waktu. Bila nanti akhirnya kita tak bersama dalam takdirNya tak ada yang akan aku sesalkan. Sebab tidak semua yang kuinginkan harus aku dapatkan. Dan bersamamu adalah bukti nyatanya. Bila Tuhan menghendaki kita berjodoh akan selalu ada jalan dan waktu untuk kembali.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page