Jangan Hanya Bilang “Aku Cinta Kamu”, Tapi Tak Bisa Membuktikan Dengan Akad

Aku Cinta Kamu
1 27

Jangan terburu-buru untuk menyatakan cinta bila kamu sendiri belum siap untuk menyatukan, karena cinta itu butuh diikat dalam akad. Sebab, cintamu akan menjadi sia-sia bila rasa yang ada hanya terbukti dibibir saja. Begitu pula sebaliknya, cintamu akan sangat berharga, bila kamu telah menghargainya dengan tekad menikahi.

Karena jika kamu sampai menyatakan sebelum siap menyatukan, maka cinta yang tadinya fitrah akan menjadi fitnah. Buktinya, tak sedikit diantara kita yang berani mengutarakan cinta, tapi tak ada niat untuk menikah, sehingga akahirnya ia terjerumus pada kelamnya cinta yang salah.

Cinta Itu Harusnya Menjadi Sumber Keberkahan Bukan Menjadi Sumber Kemaksiatan.

Padahal, cinta itu harusnya menjadi sumber keberkahan, bukan malah menjadi sumber kemaksiatan. Dan cinta yang hanya bisa diucapkan, tanpa ada niatan untuk menetapkan menikahi, tentu akan membuat pemiliknya jatuh pada lembah kenistaan.

Baca Rekomendasi :   Karena Wanita yang Menemani Dari Nol Adalah yang Paling Pantas Diperjuangkan

Karena cinta bila hanya dinyatakan tapi tak ada niat untuk menyatukan, pastinya hanya akan membawa pemiliknya pada kerugian. Dan masih untuk bila pada akhirnya Allah merestui untuk berjodoh, bagaimana bila tidak? Tentu hanya kekecewaan yang akan merundung hatimu pilu.

Karena Cinta Itu Harusnya Dibuktikan Dengan Tindakan, Bukan Hanya Sekedar Kata-Kata Yang Hanya Indah Sesaat.

Sebab itulah mengapa ditgaskan untuk menyatakan bila teah siap menyatukan, karena cinta itu harusnya memang dibuktikan dengan tindakan, bukan hanya sekedar kata-kata yang hanya indah sesaat. Sebab, cinta itu indah bila memang telah dipertanggung jawabkan sesuai atauran islam.

Maka, jangan tergesa-gesa mengungkapkan cinta, bila kamu sendiri tidak ada niatan untk mendekapnya dalam ikatan halal. Karena cinta itu adalah anugerah terindah dari Allah, dan sudah seharusnya ia menjadi jalan kebaikan agar kamu mendekata pada cinta-Nya. Dan agar hatinya dan hatimu terjaga dalam nuansa cinta Allah, maka jangan biarkan ruang perasaan lebih besar daripada ruang keimananmu.

Baca Rekomendasi :   Anak Perempuan Pertama, Bahunya Harus Sekuat Baja, Hatinya Harus Setegar Karang
1 Comment
  1. […] Berharap bersanding denganmu adalah tujuanku. Namun, aku belum berani menyatakan, “Aku cinta padamu.” Sebelum kau jabat tangan ayahku dan melantangkan “qobilthu.” Saat ini, aku […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page